<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949</id><updated>2012-01-05T04:08:26.033+07:00</updated><category term='Travelling'/><category term='Miscellaneous'/><category term='Life Style'/><category term='Family'/><category term='Cerita-Cerita Palsu'/><category term='Review buku'/><title type='text'>Tulisan - Tulisan Nita</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-4871029322774519819</id><published>2011-12-18T03:44:00.000+07:00</published><updated>2011-12-18T20:54:25.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita-Cerita Palsu'/><title type='text'>Pilihan Kehidupan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hari minggu yang baik untuk bersantai. Setelah membereskan kamar dan merapikan pakaian bersih yang bertumpuk setelah dicuci, Sekar menyalakan komputernya. Jemarinya meng-klik salah satu situs yang telah di bookmark pada browser di komputernya, &lt;i&gt;www.facebook.com.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Muncul foto gadis kecil lucu dengan gaun batik, bermata sipit, pada posting wall facebooknya. Pipi gadis itu menempel pada pipi wanita, yang juga bermata sipit. Rika, teman SMP dan juga tetangga Sekar dulu. Rika tidak pernah berada satu kelas dengan Sekar. Hanya karena mereka sekolah pada SMP yang sama dan rumah mereka berdekatan, Sekar menjadi akrab dengan Rika. Setiap pagi, Sekar selalu menjumpai Rika menunggu angkutan yang sama untuk berangkat ke sekolah. Pun, begitu pula disaat pulang sekolah. Lama-kelamaan mereka menjadi akrab dan sering berbagi cerita. Rika yang ia kenal adalah seorang gadis yang cerdas dan ramah. Penampilan Rika juga sederhana, tidak seperti teman-teman sebaya mereka yang saat itu sedang memasuki masa pubertas, yang sering berdandan mencolok dan bertingkah laku aneh untuk menarik perhatian cowok sekelas atau kakak kelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setahun yang lalu, Rika meng- add Sekar untuk menjadi teman di facebook. Sekar pun masih mengingat gadis cerdas itu, meskipun lebih dari 15 tahun berlalu sejak mereka lulus SMP dan pindah meninggalkan kota kelahirannya. Sesaat setelah itu, muncul sapaan dari Rika di wall Sekar, "Sekar.....apa kabar? Masih ingat aku? Sudah berapa anak buah sekarang...:-))". Rika masih seperti dulu, ramah dan bersahabat. Sekar membalas sapaan Rika dengan menulis comment di bagian bawah posting tersebut, " Haiiii Rika, alhamdulillah baik. Aku belum punya anak buah Rika, masih cari Bapaknya dulu nih..hehehe....". Jawaban jujur yang Sekar berikan, Jawaban yang mungkin membuat Rika merasa kasihan dengannya, bahwa sampai seusia mereka saat ini, belum ada pasangan hidup untuk Sekar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Melihat foto-foto di album facebook Rika, setahun yang lalu, Sekar jadi mengambil kesimpulan bahwa Rika baru dikaruniai satu putri, yang menurut estimasi Sekar, saat itu berusia sekitar 6 bulan. Melihat foto demi foto di album "My Family" milik Rika, Sekar benar-benar terkejut. Ada foto idola mereka masa SMP dulu, yang ternyata adalah suami Rika saat ini. Wow, wajah laki-laki itu sedikit berubah, tapi Sekar masih mengenali wajah itu, Krisna, jago basket sekaligus ketua OSIS saat mereka kelas dua SMP. Ada sedikit yang berubah dari Krisna dalam foto itu, dia terlihat lebih dewasa dan kebapakan, dan juga perutnya terlihat lebih membuncit. Wajahnya tidak seganteng waktu SMP. Entahlah, itu hanya perasaan Sekar saja atau memang begitu kenyataannya. Yang jelas, saat itu Sekar tertawa geli dalam hati, oh ternyata memang penampilan fisik bukan segalanya, dia akan tergerus oleh waktu. Dan itu terbukti pada Krisna. Dia yang dulu jadi idola para cewek di sekolahnya, paling keren dan ganteng, saat ini pun penampilannya standar untuk seorang pria dewasa dengan satu anak. Atau, mungkin juga cara pandang Sekar, yang bukan ABG lagi, yang sudah berubah, sehingga seleranya juga telah berganti?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekali waktu, Rika menyapanya saat Sekar sedang on-line. Mulai dari berbasa-basi menanyakan kabar, akhirnya Sekar menanyakan tentang Krisna pada Rika. "Hei Rika, aku baru tau ternyata Krisna itu suamimu. Jadi ingat waktu kita SMP," tulis Sekar pada Rika. Rika pun membalas, "Hehehe....jodoh ternyata rahasia Tuhan. Ternyata Krisna sudah nge-fans denganku sejak SMP". Terbayang bagaimana Krisna saat SMP dulu, ganteng, jago basket, jadi ketua OSIS. Layaklah jika Krisna bangga dengan semua itu dan menjadikannya memilih-milih teman perempuan mana yang layak bergaul dengannya. Sekar ingat sekali, Krisna pernah menjalin cinta monyet dengan Evie, teman sekelasnya, gadis manis dan langsing dengan rambut panjang. Dugaan Sekar, gadis dengan penampilan biasa seperti Sekar dan Rika pasti tidak masuk hitungan Krisna saat itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Krisna pun akhirnya melabuhkan dirinya pada Rika. Rika memang pantas dipilih. Meskipun penampilannya tidak istemewa, ada banyak keistimewaan lain dari kepribadiannya. Rika sangat ramah dan bersahabat, itu yang Sekar rasakan saat berteman dengan Rika. Rika juga cerdas. Senyum ceria dari Rika sepertinya pancaran dari sifat bersahabat dalam diri Rika. Krisna, kamu &amp;nbsp;memang tidak salah untuk memilih Rika sebagai pendamping hidupmu. Dan, bayi berumur 6 bulan di Facebook Album Rika, saat ini sudah menjelma menjadi gadis kecil bergaun batik pada foto yang muncul di wall facebook Sekar. Senyum manis Rika dengan binar bersahabat dari mata Rika menemani gadis kecil kecil bermata sipit itu. Ahh, pasti Krisna yang mengambil foto mereka berdua sehingga dia tidak muncul pada foto anak dan ibu itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekar tersenyum dan menghela nafas, keluarga yang sangat bahagia. Jemarinya kembali berpindah pada mouse di sisi kanannya dan mulai merunut posting selanjutnya. Heiii, ada foto James bersama istrinya Valencia, mereka sedang merayakan 1st anniversary pernikahan mereka. Sekar mengenal keduanya dengan baik, dari sebelum mereka menikah. Valencia pernah magang di group research yang sama dengan Sekar selama 3 bulan. Program PhD yang diambil Valencia memang sedikit berbeda, yaitu Doctorate Training Centre, dimana di tahun pertama Valencia harus mengerjakan mini project di beberapa group research, termasuk diantaranya di research group yang sama dengan Sekar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pribadi Valencia yang terbuka menjadikan Sekar akrab dengan gadis Jerman ini, meskipun mereka hanya bersama selama 3 bulan. Valencia senang bercerita tentang berbagai hal, termasuk betapa bahagianya dia saat James melamarnya. "I am very happy, Sekar. I should let my family know about this. Saya akan mengabarkan berita bahagia ini saat saya pulang ke Jerman untuk merayakan Christmas nanti," dengan wajah &amp;nbsp;berbinar Valencia bercerita tentang bagaimana James telah melamarnya. Ya, peristiwa itu terjadi 2 tahun yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tanpa disangka, satu tahun kemudian, ada seorang PhD student yang bergabung di group yang sama dengan Sekar. Sekar hanya tahu bahwa PhD student itu berasal dari universitas lain dan sedang mengerjakan proyek kolaborasi dengan universitas tempatnya belajar. Karena kesibukan Sekar saat itu, dia belum sempat bertegur sapa dengan anak baru tersebut. Hingga pada suatu ketika, saat Sekar keluar akan keluar dari ruang makan, ada seseorang yang mendorong pintu dari arah luar dan nyaris membuat badan Sekar tersodok oleh pintu. Ohhh....ternyata anak baru itu. "Sorry, Sekar, did I hurt you?", anak baru itu menegur Sekar. Sekar menggeleng dan tersenyum, "No problem, I am okay". Sambil berlalu Sekar bertanya dalam hati," Hei, darimana dia tahu namaku, bukankah kita belum berkenalan? Sebegitu terkenalkah aku di group ini, sehingga anak baru itu langsung tahu namaku?".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pertanyaan itu terjawab beberapa hari kemudian, ketika Sekar sedang memanaskan makanan di ruang makan. Anak baru itu pun sedang mengantri microwave yang sama dengan Sekar. "Hi, Sekar," sapa anak baru sambil tersenyum. Sekar membalas sapaannya sambil tersenyum. "I am James. Saya tahu banyak tentangmu Sekar, dari Valencia. Saya adalah tunangan Valencia. Kamu masih ingat dengan Valencia?" James membuka percakapan dengan Sekar. "Tentu James, saya masih ingat dengan Valencia. Senang bisa berkenalan denganmu, James," balas Sekar. "So, sekarang kamu bergabung di group ini?" Sekar melanjutkan percakapan. "Ya, saya mengerjakan proyek kolaborasi antara universitas saya dengan universitas disini. Sehingga ada beberapa pekerjaan yang membuat saya harus pindah ke Universitas ini," ujar James.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perkenalan itu menjadi awal keakraban Sekar dengan James. Tiga bulan setelah James resmi bergabung sebagai PhD student di group yang sama dengan Sekar, Sekar mendapat berita bahwa James dan Valencia akhirnya melangsungkan pernikahan mereka. "&lt;i&gt;Congratulations for your wedding, James. Send my regards to Valencia,"&lt;/i&gt; tulis Sekar di Wedding Card untuk James.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Valencia tidak salah dalam memilih pasangan hidupnya. Secara penampilan fisik, penampilan James tidak termasuk yang diunggulkan untuk standar pria British. Tapi Sekar tahu bahwa James adalah seorang pria yang baik dan bertanggung jawab. Setelah hampir 1 tahun berada dalam group research yang sama dengan James, terlihat sekali bagaimana James begitu perhatian terhadap orang lain. Tidak hanya terhadap Sekar, tapi juga terhadap teman-teman yang lain. Pun ketika saat Sekar harus pulang malam hari karena ada &lt;i&gt;farewell party &lt;/i&gt;salah seorang anggota groupnya, James menawarka tumpangan pada Sekar. &lt;i&gt;"I will be fine James,&lt;/i&gt; masih ada bus yang menuju ke rumah saya," Sekar mencoba menolak, meskipun dalam hati Sekar juga merasa khawatir menunggu bus sendiri saat mendekati pukul 11 malam. "Tidak, Sekar, tidak baik untukmu. Apalagi kau adalah pendatang di negeri ini. Lebih baik bersamaku. Lagipula, jalur yang aku tempuh pasti melewati tempat tinggalmu," James tetap menawarkan tumpangan pada Sekar. "Baiklah, kalau kamu tidak keberatan, James," akhirnya Sekar memutuskan. "Tentu tidak, Sekar. Kamu adalah temanku. Keselamatanmu adalah tanggung jawabku, " ujar James.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekar meng"klik" tombol &lt;i&gt;"like"&lt;/i&gt; pada foto anniversary James dan Valencia. &lt;i&gt;"Happy anniversary for both of you...,"&lt;/i&gt; Sekar menambahkan komentar pada foto mereka. Pasangan yang berbahagia dan saling mengisi. James memang pantas untuk Valencia. Berbahagialah Valencia, karena saat ini engkau bersama orang yang tepat. Seseorang yang baik dan bertanggung jawab. Sekar jadi bisa memahami mengapa Valencia memilih James, yang mungkin secara penampilan fisik tidak ada yang diunggulkan. Sekar yakin bahwa Valencia memilih James karena melihat kebaikan yang terpancar dari dalam diri pria British itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Betapa mudahnya orang-orang disana memilih dan memutuskan pasangan hidup yang terbaik bagi mereka. Seperti Krisna yang memilih Rika dan James yang memilih Valencia. Bagaimana mereka bisa memutuskan bahwa dia yang terbaik, sedangkan hal ini berkaitan dengan masa depan yang belum terjadi? Pertanyaan itu selalu ada dalam benak Sekar dan jawabannya belum ditemukanya hingga sekarang, meskipun saat ini sudah tingkat pendidikan PhD yang dia ambil. Selalu saja ada keraguan di hati Sekar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Termasuk juga keraguan terhadap kesungguhan Adriano. Apakah dia benar-benar bersedia untuk jadi teman yang baik sepanjang hidup Sekar? Apakah Adriano adalah orang yang tepat bagi dirinya? Hingga saat ini, Sekar belum bisa meyakinkan dirinya sendiri. "Sekar, aku bersungguh-sungguh terhadapmu," ucapan Adriano kembali terlintas. "Benarkah?" pertanyaan itu selalu ada dan membuat Sekar menghindari Adriano. Banyak perbedaan diantara mereka. Perbedaan budaya dan perbedaan usia. Ini yang membuat Sekar selalu berpikir untuk bisa menerima Adriano.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;**********&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pria itu, Adriano Batista, lima bulan yang lalu datang dalam kehidupan Sekar. Ya, sejak supervisor Sekar memberi tugas kepadanya untuk menjadi Task Supervisor untuk mahasiswa program MSc. Adriano, berkebangsaan Italia, adalah mahasiswa yang harus Sekar dampingi. Untuk menyelesaikan program Masternya, Adriano harus mengerjakan mini project selama 3 bulan di lab yang sama dengan Sekar. Sebagai Task Supervisor, Sekar menjadi tempat bertanya dan berdiskusi bagi Adriano. Diskusi ini juga hanya terbatas tentang mini project yang dikerjakan Adriano, termasuk strategi-strategi modifikasi polymer agar bisa mencapai targetnya dalam menghantarkan obat dan masalah-masalah yang dihadapi Adriano dalam pekerjaan di lab. Sekar berusaha membantu menyelesaikan masalah-masalah tersebut, meskipun kadang juga tidak terselesaikan karena Sekar belum pernah menjumpai masalah tersebut sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Sorry Adrian, aku juga tidak tahu kenapa metode ini tidak bisa kita aplikasikan pada sistem yang sudah kamu rancang. Tapi aku akan mencoba mencari publikasi yang terkait dengan hal ini. Mungkin kita bisa tahu jawabannya. Semoga kamu juga bisa menemukan jawabannya segera," ujar Sekar sembari melihat protokol kerja yang telah ditulis oleh Adriano. "Lalu, apa yang bisa aku lakukan? Waktuku untuk mengerjakan project ini tidak banyak, Sekar. Huhhh......apa lagi yang harus aku lakukan, " Adriano berkata sambil meremas kertas di hadapannya. "Cobalah melihat beberapa publikasi yang sudah ada. Aku akan membantu mencarinya juga. &lt;i&gt;Okay,&lt;/i&gt; kita bertemu besok setelah jam 3 sore," ujar Sekar sambil meningglkan Adriano.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tak disangka, saat mereka bertemu keesokan harinya "Sekar, aku temukan jawabannya. Ternyata Simvastatin lebih larut dalam metanol, sehingga kita bisa mengekstraksi simvastatin dari partikel dengan methanol dan mengendapkan polymernya dengan acetone," Adriano sudah menemukan jawaban atas problem di pekerjaan lab-nya. "&lt;i&gt;Ahaaa....grea&lt;/i&gt;t, mari kita coba. Hari ini kita run sample-mu, semoga kita bisa dapat hasilnya sore ini," Sekar menyambut berita ini dengan gembira. Jika problem ekstraksi simvastatin dari polymer sudah ditemukan jalannya, tentunya project Adriano akan lebih lancar dan akan selesai dalam 3 bulan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebagai &lt;i&gt;task supervisor&lt;/i&gt;, Sekar selalu ada untuk membantu Adrian, terutama yang terkait dengan teknis kerja. Sekar tahu, bagaimana rasanya kebingungan seorang yang baru pertama kali penelitian karena dia pun merasakan hal itu di tahun pertamanya. Tentu hal ini juga akan berat bagi Adrian, yang hanya punya waktu 3 bulan dalam mengerjakan project-nya. Selama bergaul dengan Adrian, Sekar mersakan ternyata Adrian adalah sosok yang menyenangkan. Dengan cerita-cerita lucunya, selalu membuat Sekar tertawa sambil mengerjakan pekerjaan di lab. Adrian juga menjadi teman yang baik saat istirahat di sela pekerjaan lab-nya. Perasaan nyaman pun mulai muncul pada Sekar jika berada dekat Adrian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Adrian, setelah selesai project ini, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Sekar di sela waktu istirahat mereka. "Menulis laporan untuk disertasi," sahut Adriano sambil menghirup kopi dicangkirnya. "Lalu? Tidak inginkah kamu melanjutkan PhD setelah selesai program Master ini? Project mu sangat menarik. Kamu bisa melanjutkan ke PhD. Sistem polymer yang kamu rancang itu bisa dimodifikasi dengan gugus aktif terhadap protein, sehingga bisa langsung masuk ke sel target, " Sekar dengan bersemangat menjelaskan sistem usulannya pada Adriano. "Entahlah, Sekar. Belum terpikir olehku. Tapi idemu boleh juga, " Adriano menjawab. "Atau kita masukkan sistem yang kamu buat tadi dalam pembawa PLGA-PEG, yang sifatnya tiksotropi, sehingga cair saat di masukkan dalam tubuh dan menjadi padat pada suhu tubuh," Sekar dengan bersemangat menawarkan idenya. "Ayolah Sekar, berhentilah berpikir tentang research project. Ini waktu istirahat," Adriano memberikan coklat yang dia bawa pada Sekar. "Bicaralah tentang hal lain, please. Ini sudah sore, aku capek memikirkan hal-hal ilmiah. Lagi?" &amp;nbsp; Adriano mengangsurkan coklat ditangannya ke arah Sekar. "Hehehe....maaf Adrian, topik ini membuatmu bosan," Sekar mengambil coklat yang diangsurkan Adriano.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Terus, kamu ingin kita bicara apa?" lanjut Sekar. "Hmmm, apa ya? Yap...tentang pasangan ideal. Kamu ingin pasangan dari negara mana?" Adrian merespon pertanyaan Sekar. &lt;i&gt;" I have no idea.&lt;/i&gt; Yang penting dia baik, " jawab Sekar sambil mengaduk sisa kopinya. "Sudahkah kamu menemukannya?" tanya Adrian. Sembari tersenyum Sekar menjawab, "Tentu belum Adrian. Kalo sudah tentu aku sudah menikah dengan dia, tidak mengambil PhD di negera yang jauh ini dan tidak berada disini bersamamu. "Kalo kamu?" Sekar balik bertanya pada Adrian. "Aku...hmmmm.....Inginnya dari pasangan Asia. Aku suka warna kulit orang Asia dan budaya mereka yang santun. Gaya bicara yang lembut, tetapi tetap tegas berpendapat", jawab Adrian. Tatapan Adrian dan nada suaranya berubah, "Aku ingin pasangan hidup sepertimu Sekar". Plassshh....serasa aliran udara hangat menerpa wajah Sekar. Sekar wanita dewasa yang bisa menguasai diri, dia hanya tertawa kecil mendengar pernyataan Adrian. "Aku yakin kamu bercanda Adrian. Ayo kita pulang, hari sudah mulai gelap, "Sekar bangkit dari kursinya. "Sampai ketemu besok. &lt;i&gt;Bye&lt;/i&gt;, "Sekar berjalan menuju ruangannya. &lt;i&gt;"Have a good night, &lt;/i&gt;Sekar", balas Adrian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Malam harinya, Sekar memikirkan perkataan Adrian. Tahukah kamu Adrian, aku juga sebenarnya merasa nyaman denganmu. Hati kecil Sekar menyatakan hal itu. Tapi, apakah kamu bisa membuatku merasa seperti itu selama hidupku?. Dialog-dialog itu muncul dalam diri Sekar. Sekar tahu, Adrian usianya jauh lebih muda darinya. Bisakah dia menjadi pendamping yang bersedia membimbing Sekar di kehidupan? Bisakah Adrian masuk dalam keluarga besar Sekar? Bisakah keluarganya menerima Adrian yang usianya bahkan lebih muda dari adiknya yang bungsu? Bisakah ia masuk dalam keluarga Adrian yang berkebangsaan Italia? Dimana nanti mereka akan tinggal setelah menikah? Di Indonesia, Italia, atau tidak keduanya? Ahhh....pertanyaan-pertanyaan yang semakin memenuhi pikiran Sekar. Menyelesaikan PhD program tepat waktu saja sepertinya sudah menyita pikiran, haruskah pertanyaan tambahan itu menyita ruang di pikirannya juga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sejak sore itu, Sekar mulai menjaga sikap dengan Adriano. Hubungan dia dan Adrian hanya sebatas Task Supervisor dan project student, tidak lebih. Saat istirahat, Sekar selalu menghindari Adriano. "&lt;i&gt;Coffee time....,"&lt;/i&gt; ajak Adriano. "Aku masih ada yang harus dikerjakan. Aku terpaksa merelakan istirahat kopiku," Sekar menolak tawaran Adriano.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Adriano sepertinya merasakan perubahan sikap Sekar. Hingga suatu sore, saat Sekar bersiap pulang, Sekar melihat lambaian tangan Adriano dari luar. Sekar membuka pintu ruangannya dan menemui Adriano. "Hai, ada yang bisa aku bantu?" Sekar tetap menjaga sikapnya terhadap Adriano. "Sekar, aku tahu ada yang berubah darimu sejak sore itu. Bisakah kita bicara sebentar? Aku buatkan cappucino untukmu. Please, Sekar. Tidak lebih dari 30 menit, " pinta Adriano. Sekar menghela nafas," Okay, 30 menit untukmu dan segelas Cappucino untukku. &lt;i&gt;Deal&lt;/i&gt;". Adriano tersenyum gembira karena Sekar menerima tawarannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Aku serius dengan pernyataanku, Sekar. Aku ingin kita bisa menjalin hubungan yang lebih serius, Sekar" ujar Adriano sambil menatap Sekar. Sekar tahu, pria dihadapannya berkata jujur. Cahaya kesungguhan itu terpancar dari matanya. Tapi beribu keraguan masih mengganjal dalam hati Sekar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Aku tahu Adrian, aku tahu itu dan percaya padamu. Tapi, tidakkah kau tahu Adrian, banyak sekali perbedaan antara kita. Kita berbeda Adrian, bisakah kita menjalani ini?" balas Sekar sembari mencari jawaban di mata Adrian. &lt;i&gt;"Well,&lt;/i&gt; aku tahu itu Sekar. Tapi apakah perbedaan ini menjadi penghalang? Bisakah kita membangun jembatan agar perbedaan itu bisa terhubung?. Aku yakin kita bisa, please Sekar, apa yang kau pikirkan saat ini? Aku tidak tahu bagaimana caramu menjalani hidup jika kau sendiri tidak berusaha menjadikannya lebih baik," &amp;nbsp; jawab Adrian untuk membuat wanita di hadapannya percaya. "Ya, tapi aku tidak cukup siap untuk membangun jembatan itu. Setidaknya untuk saat ini " balas Sekar. " Ada aku bersamamu Sekar, kita bangun bersama jembatan itu," ujar Adrian. "Aku ingin seseorang yang tidak hanya membantuku untuk membangun jembtan itu, tapi seseorang yang bisa membimbing dan menjagaku saat membangun jembatan tersebut. Aku bukan seorang yang cukup kuat untuk membangun jembatan itu Adrian, " ucap Sekar lirih. "Itu berarti kau tidak yakin denganku Sekar?" Adrian berusaha mencari jawaban dari Sekar. "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Maaf Adrian, ada banyak hal yang belum bisa aku ungkapkan padamu. Percayalah, pada waktunya nanti kau juga akan bisa paham", ujar Sekar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Entahlah, aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan Sekar, untuk membuatmu yakin denganku. Semoga aku bisa menemukan cara lain dan bisa membuatmu yakin. Apakah perlu hipotesis dan data pendukung terlebih dulu?" Adrian berkata sembari tersenyum tipis. "Aku yakin pasti ada jalannya. &lt;i&gt;Okay&lt;/i&gt;, 30 menit sudah aku mengambil waktumu," Adrian bangkit dari kursi mengakhiri pertemuan itu. "Semoga kau memikirkan perkataanku tadi Sekar", Adrian menenteng tasnya dan melambaikan tanggannya. "Bye," Sekar membalas lambaian tangan Adrian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekar berjalan kembali ke ruangannya sembari bermain dengan pikiran dan hatinya. "Adrian, entahlah, kenapa sampai saat ini aku belum yakin bahwa kau bisa jadi tempatku berlindung dan bisa membimbingku. Atau ini karena usiamu yang lebih muda dariku? " Sekar berdialog dalam hati. Sekar sendiri tidak tahu jawabannya. Tapi Sekar tidak mau melangkah jika dia sendiri masih ragu. Setidaknya untuk saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;*********&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekar masih berada di depan layar komputernya. Oh ya, ada foto yang ingin dia upload di facebook. Foto dari perjalanannya kemarin di Birmingham kemarin. Di kereta, dia bertemu dengan Cheung, lab mate nya, beserta pacarnya. Setelah foto ter-upload, Sekar memberi judul foto &lt;i&gt;"on the way to Birmingham",&lt;/i&gt; dan tidak lupa memberi tag pada wajah Cheung di foto tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tangan Sekar beralih membuka sekotak coklat dengan pita emas di sampingnya. Kotak coklat pemberian Adrian yang dia terima Jum'at lalu sebagai tanda perpisahan. "Sekar, terimakasih atas bantuanmu dalam &lt;i&gt;final project-&lt;/i&gt;ku. Aku akan kembali ke Italia minggu depan. Tapi aku tidak akan melupakanmu Sekar. Aku akan kembali setelah menemukan cara lain untuk membuatmu percaya padaku," ucap Adrian sembari menyerahkan sekotak coklat pada Sekar. "Terimakasih Adrian, aku juga minta maaf jika aku telah mengecewakannmu. Mungkin suatu saat nanti pendirianku akan berubah. Tidak sekarang tentunya, karena akan membuatmu membatalkan untuk kembali ke rumah, " balas Sekar sambil tersenyum. "Tunggu aku Sekar, aku pasti kembali," Adrian mengucap kata perpisahan. "Hei, kau tidak boleh berjanji seperti itu. Aku tidak mau menunggumu disini terus. Aku juga ingin cepat lulus dan keluar dari gedung ini," balas Sekar sembari tertawa. "Hahaha....tentu Sekar. &lt;i&gt;Good luck for your PhD,&lt;/i&gt; " ucap Adrian sembari melambaikan tangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ya, Sekar pun tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Mungkin dengan berjalannya waktu, Sekar akan siap jika Adrian kembali. Mungkin dia akan menemukan Adrian yang lain. Atau mungkin juga ada yang lain selain Adrian, yang siap membimbing dan melindunginya? Seseorang yang siap mengajak Sekar untuk melangkah bersama melewati jembatan kehidupan tanpa keraguan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dan saat ini, layar komputer masih terhampar di hadapan Sekar, dengan beberapa &lt;i&gt;new stories&lt;/i&gt; pada wall facebook.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Posting cerita palsu pertama&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Nottingham, 18 December 2011&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-4871029322774519819?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/4871029322774519819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=4871029322774519819' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4871029322774519819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4871029322774519819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2011/11/pilihan-kehidupan.html' title='Pilihan Kehidupan'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total><georss:featurename>Nottingham, UK</georss:featurename><georss:point>52.9551147 -1.1491718</georss:point><georss:box>52.8785882 -1.3071002999999999 53.0316412 -0.9912432999999999</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-9173810797215728554</id><published>2011-11-26T04:27:00.004+07:00</published><updated>2011-11-26T05:09:50.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Suka dan Tidak Suka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya suka winter, karena malam lebih panjang sehingga dapat cukup tidur&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka winter, karena sering turun salju yang bikin jalanan licin dan bikin terpleset&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka summer, karena terang lebih lama sehingga bisa aktif terus&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka summer, karena tidak dapat cukup tidur&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka sambal, jika dimakan dengan pecel lele atau bebek goreng&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka sambal, jika dicampur dengan makanan berkuah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka makan pecel, apalagi pecel ponorogo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka pecel, yang dijual di warung nya Mbak Pur&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka tempe, apalagi dimakan dengan sambel bawang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka tempe, yang dibungkus tepung dan dijual di warungnya Mbak Pur&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka coklat, kalo sedang lapar dan bosan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka coklat, karena sering bikin batuk&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka kopi, karena bisa bikin kenyang dan bikin mata melek&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka kopi, karena bikin sering bolak-balik ke kamar kecil&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka sekolah, karena ada kesempatan untuk tambah teman dan jalan-jalan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka sekolah, kalo harus bikin &lt;i&gt;monthly report &lt;/i&gt;dan presentasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka mengajar, kalo mahasiswanya enak diajak komunikasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka mengajar, kalo harus menyiapkan bahan kuliah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka penelitian di lab, kalo hasilnya sesuai dengan yang saya prediksi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka di lab, setelah menunggu satu bulan, ternyata hasilnya negatif&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka berada ditempat yang baru, jika teman-teman baik dan menyenangkan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka berada di tempat yang baru, karena perlu kerja keras untuk menyesuaikan diri&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka warna pink, karena terlihat manis dan lembut&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka warna pink, karena tidak pernah bisa menolak warna ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka pakai celana jeans, karena terasa lebih luwes dan PeDe&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka pakai celana jeans, karena Ibu saya selalu protes kalo saya pakai jeans&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka melihat-lihat facebook, karena jadi tahu kabar terbaru&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka facebook, karena mengintip kabar orang lain itu bisa menyita waktu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka pulang mudik ke Indonesia, karena bisa santai dan banyak makanan enak&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka pulang mudik ke Indonesia, karena merasa Indonesia itu sumpek dan kebanyakan orang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka tinggal di Inggris, karena semua serba teratur&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka tinggal di Inggris, terutama saat summer yang bikin saya kurang tidur&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya suka weekend, karena saya jadi punya kesempatan untuk up-date blog ini...:-))&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak suka weekend, karena bikin malas di hari Senin&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suka atau tidak suka, itu pilihan dengan berbagai alasan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suka atau tidak suka, semua harus dijalani.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suka atau tidak suka, kalo sudah masuk blog saya harus baca tulisan iseng ini...:-))&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Posting iseng di malam Sabtu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-9173810797215728554?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/9173810797215728554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=9173810797215728554' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/9173810797215728554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/9173810797215728554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2011/11/suka-dan-tidak-suka.html' title='Suka dan Tidak Suka'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-8510510984774023440</id><published>2011-06-18T20:00:00.000+07:00</published><updated>2011-06-18T20:01:15.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Moving</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Moving &lt;/i&gt;atau pindahan!!! Hal yang sebenarnya paling saya benci. Rasa kurang nyaman dengan pindahan ini adalah hal yang sangat manusiawi karena seseorang cenderung malas untuk meninggalkan &lt;a href="http://nita-sukma.blogspot.com/2011_02_01_archive.html"&gt;zona nyaman&lt;/a&gt;. Membayangkan harus membereskan barang, angkut-angkut, merapikan barang di tempat yang baru, ganti alamat dan lain-lain, memang jadi faktor-faktor keberatan saya jika harus pindahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sewaktu &lt;i&gt;undergraduate&lt;/i&gt;, saya termasuk yang tidak pernah pindah tempat kos. Dulu pernah sempat berpikir untuk cari tempat kos baru karena tarif di kos yang lama naik. Tetapi setelah mencari dan mengunjungi beberapa tempat kos, tempat kos yang lama kok terlihat lebih nyaman dan murah ya. Alhasil saya urungkan niat untuk pindah kos hingga saya akhirnya lulus apoteker.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lulus dari perguruan tinggi di Jogja, saya diterima kerja di Universitas swasta di Solo. Karena malas pindahan, saya nekad "&lt;i&gt;nglaju&lt;/i&gt;" atau jadi komuter Jogja-Solo selama 1 bulan. Tapi ternyata....capeeekkkkk deh......serasa tua di jalan dan jadi tidak efektif. Setelah pulang, saya jadi tidak bisa mengerjakan pekerjaan yang lain. Akhirnya, saya mulai mencari tempat kos di Solo, dan pindahan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat kos saya di Solo ini termasuk nyaman, bagus dan murah. Ibu Kos nya pun baik hati. Saya tentu betah sekali dan tidak melirik kos yang lain untuk pindah. Sampai akhirnya saya memutuskan pindah ke Bandung karena mengambil program Master di ITB. &lt;i&gt;Hufff&lt;/i&gt;...terulang lagi peristiwa cari kos dan pindahan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama di Bandung, saya dapat tempat kos di daerah Cisitu Baru. Tempatnya bagus dan cukup nyaman, dekat pula dengan Pasar Simpang Dago. Tempat ideal memang untuk saya karena daerah ini merupakan tempat ideal untuk jajan dan membeli makanan. Hanya saya merasa kesepian di tempat baru ini. Di Kos Cisitu ini penghuninya mencapai 35 orang, sehingga kami saling tidak mengenal satu sama lain. Bagi saya yang terbiasa dengan budaya kos-kos-an di daerah Jogja dan Solo, keadaan seperti ini sangat tidak nyaman. Di kos Jogja dan Solo, sesama penghuni kos saling mengenal satu sama lain dan menyempatkan bertegur sapa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Niat mencari tempat kos dengan penghuni yang lebih sedikit akhirnya tercapai. Teman saya di kampus menawarkan kos di dekat rumahnya, daerah Kebon Bibit, yang penghuni kosnya hanya sekitar 4-5 orang. Jumlah penghuni ideal menurut saya, karena dengan jumlah penghuni yang tidak terlalu banyak ini, kita bisa saling mengenal satu sama lain. Menginjak bulan keempat di Bandung, saya pun pindah ke tempat kos di Kebon Bibit ini. Alhamdulillah, suasananya nyaman, seperti yang saya harapkan. Saya pun bertahan ditempat ini hingga menyelesaikan program master saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke Solo, saya pun &lt;i&gt;booked&lt;/i&gt; tempat kos yang lama. Sekali lagi karena saya sudah merasa nyaman ditempat ini. Sampai akhirnya, alhamdulillah, saya memiliki rumah di Solo. Rumah sudah jadi, tapi untuk pindahan dari tempat kos ke rumah......maleeeessssss banget. Saya membayangkan sangat tidak nyaman jika harus tinggal sendirian dirumah, tentu akan lebih nyaman tinggal di tempat kos yang banyak temannya untuk ngobrol. Rumah saya akhirnya hanya jadi penginapan sementara, jika ortu atau ada saudara saya datang, maka saya pun tinggal di rumah itu. Begitu mereka pulang, saya pun kembali ke tempat kos di Mendungan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai akhirnya, saya harus berangkat melanjutkan sekolah ke Nottingham, barulah saya total pindahan ke rumah tersebut. Ya, karena kontrak di tempat kos itu sudah habis dan saya harus membereskan barang-barang saya yang tidak mungkin ditinggal di Kos Mendungan. Itupun disertai dengan tindakan menginap di kos mendungan tiap malam, hingga akhirnya saya berangkat ke Nottingham.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Nottingham, saya tinggal dengan keluarga teman. Kebetulan mereka punya kamar kosong yang bisa di share. Sampai akhirnya, di akhir tahun kedua saya di Nottingham, saya harus pindah lagi. Teman saya dan keluarganya harus pulang kembali ke Indonesia. Saya harus pindah atau moving lagi tentunya......................dan saya benci ini. Padahal saya sudah nyaman sekali tinggal ditempat yang lama itu. Saya sudah merasa akrab dengan jalan-jalan di daerah itu, dengan sopir bis yang melintas di daerah itu, dan terpenting sudah akrab dengan sesama penumpang di bus stop daerah itu. Salah satunya ya &lt;a href="http://nita-sukma.blogspot.com/2010/11/si-mbah-itu.html"&gt;Simbah &lt;/a&gt;itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pun dapat tempat baru nyaman, share dengan keluarga dari Indonesia juga. Saat menjelang pindahan adalah saat yang paling tidak saya sukai. Harus packing barang-barang, angkut-angkut dan menata di tempat yang baru. Belum lagi saat itu adalah awal Juni, bulan yang paling gawat bagi saya. Di bulan Juni ini saya harus menyiapkan 2 talk presentasi di grup, 1 presentasi poster, dan 2nd year report!!! Rasanya kalo bisa memilih, saya memilih untuk tidak pindah sampai semua report saya selesai. Barang-barang saya pun ternyata sudah mengembang 4 kali lipat dari semenjak saya tiba di Nottingham. Ini juga yang membuat saya bertekad untuk tidak belanja membeli barang-barang sampai saya lulus nanti. Sepertinya saya bisa menjalani ini. Tiga minggu di tempat baru ini, saya hanya belanja barang &lt;i&gt;consumable&lt;/i&gt; dan belum belanja barang-barang yang tidak perlu.  &lt;i&gt;Lets see,&lt;/i&gt; berapa bulan saya bertahan dengan tekad ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditempat yang baru ini, bus stop nya tidak terlalu jauh dari rumah. Hanya perlu waktu semenit untuk jalan dari tempat tinggal baru ini ke bus stop. Pilihan bus nya pun lebih banyak, karena tempat tinggal saya yang baru ini terletak di jalan raya. Disini sekarang saya menunggu bus:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="425" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://maps.google.co.uk/maps?f=q&amp;amp;source=embed&amp;amp;hl=en&amp;amp;geocode=&amp;amp;q=NG9+2BG&amp;amp;aq=&amp;amp;gl=uk&amp;amp;ie=UTF8&amp;amp;hq=&amp;amp;hnear=Nottingham+NG9+2BG,+United+Kingdom&amp;amp;ll=52.923906,-1.208552&amp;amp;spn=0,0.021136&amp;amp;z=14&amp;amp;layer=c&amp;amp;cbll=52.924144,-1.207914&amp;amp;panoid=txiQkHs91DorWSyEIZe6pQ&amp;amp;cbp=12,13.99,,1,5.13&amp;amp;output=svembed"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;&lt;a href="http://maps.google.co.uk/maps?f=q&amp;amp;source=embed&amp;amp;hl=en&amp;amp;geocode=&amp;amp;q=NG9+2BG&amp;amp;aq=&amp;amp;gl=uk&amp;amp;ie=UTF8&amp;amp;hq=&amp;amp;hnear=Nottingham+NG9+2BG,+United+Kingdom&amp;amp;ll=52.923906,-1.208552&amp;amp;spn=0,0.021136&amp;amp;z=14&amp;amp;layer=c&amp;amp;cbll=52.924144,-1.207914&amp;amp;panoid=txiQkHs91DorWSyEIZe6pQ&amp;amp;cbp=12,13.99,,1,5.13" style="color:#0000FF;text-align:left"&gt;View Larger Map&lt;/a&gt;&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teman sesama penunggu bus di bus stop ini juga berganti. Cuma saya belum mendapatkan teman ngobrol selama menunggu bus di tempat ini. Eh, tapi ada sesama student Uni Nottingham juga yang sering bareng dengan saya berangkat dari bus stop ini.  Hingga saat ini, hanya sapaan "morning" yang saya dapatkan. Mungkin nanti bisa meningkat jadi teman ngobrol seperti &lt;a href="http://nita-sukma.blogspot.com/2010/11/si-mbah-itu.html"&gt;Simbah&lt;/a&gt; itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;-Saturday afternoon at Queens Road-&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-8510510984774023440?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/8510510984774023440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=8510510984774023440' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/8510510984774023440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/8510510984774023440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2011/06/moving.html' title='Moving'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-4281786780285632940</id><published>2011-03-14T02:14:00.013+07:00</published><updated>2011-03-14T04:26:17.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review buku'/><title type='text'>Namaku Margaret</title><content type='html'>&lt;div&gt;Judul Buku&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre; "&gt; &lt;/span&gt;: &lt;i&gt;Are You There, God? It's Me, Margaret&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penulis&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre; "&gt;  &lt;/span&gt;: Judy Blume&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jumlah halaman: 152 halaman&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penerbit&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre; "&gt;  &lt;/span&gt;: Macmillan Children's Books&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-96iHKmelI2s/TX0a-ic7cWI/AAAAAAAAAJM/-IZ-XFFoi1k/s1600/Margaret.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-96iHKmelI2s/TX0a-ic7cWI/AAAAAAAAAJM/-IZ-XFFoi1k/s320/Margaret.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583648774711636322" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Novel versi Bahasa Indonesianya pertama kali saya baca sekitar awal tahun 90-an, saat saya masih SMP. Cerita ini dimuat sebagai cerita bersambung di majalah Gadis, majalah remaja yang sangat terkenal saat itu. Menurut saya, ceritanya sangat berkesan sekali, mungkin juga dikarenakan saat itu saya juga baru memasuki masa remaja, sehingga merasa apa yang dialami Margaret ini juga terjadi pada saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah mencari-cari, akhirnya saya menemukan buku versi aslinya (berbahasa Inggris) di Amazon. Cukup murah, hanya 2.5 pounds termasuk ongkos kirim. Ternyata ini novel karangan Judy Blume, penulis Amerika yang terkenal dengan novel-novel khusus remaja. Novel dengan judul &lt;i&gt;"Are You There, God? It's Me, Margaret"&lt;/i&gt; ini ternyata sudah diterbitkan sejak tahun 70an. Ini berarti saat saya membaca versi majalah Gadis, novel ini sudah berusia 20 tahun, dan saat saya membaca versi Bahasa Inggrisnya, novel ini sudah berusia 40 tahun. Wowww.......&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Novel berlatar cerita di daerah New Jersey ini bercerita tentang bagaimana seorang remaja sedang berkembang secara psikologis dan kebimbangannya tentang agama apa yang harus dia anut. Margaret duduk di &lt;i&gt;6th grade&lt;/i&gt;, dan tidak memiliki agama. Ayah Margaret adalah seorang Jewish dan Ibunya seorang Christian. Mereka tidak memaksakan Margaret untuk menganut agama tertentu sampai nanti Margaret dewasa dan menentukan sendiri keinginannya. Tapi, justru hal inilah yang membuat Margaret bingung, karena dia merasa berbeda dengan teman-temannya yang lain, tidak ke kuil Jewish atau ke Sekolah minggu untuk beribadah. Hal ini juga yang membuat Margaret membenci hari-hari libur keagamaan, karena dia merasa tidak ada sesuatu yang spesial di hari libur keagamaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun belum memiliki agama, Margaret percaya akan adanya Tuhan. Ini yang membuat Margaret selalu berdialog dengan Tuhan untuk segala hal yang ada dipikirannya atau yang dia inginkan. Termasuk saat ingin memiliki tubuh yang tinggi seperti Laura Danker, gadis paling cantik di kelasnya. Juga saat dia naksir dengan Moose, pemotong rumput di halaman rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti layaknya ABG, Margaret juga memiliki geng beranggotakan 4 orang yaitu dia, Nancy, Janie dan Gretchen. Geng ini juga yang membantu Margaret mengerti bagaimana tumbuh menjadi seorang remaja, karena disini mereka bertukar cerita tentang segala hal, mulai dari membeli bra, membeli pembalut, hingga dalam hal membuat daftar orang yang mereka taksir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karakter anggota geng ini juga berbeda-beda. Nancy digambarkan sebagai seorang yang senang memimpin, tahu segala hal dibandingkan teman-temannya, tetapi dia terkadang berbohong supaya terlihat hebat dihadapan teman-temannya. Oleh karena itu, Nancy dianggap sebagai pemimpin di geng mereka, PTS, &lt;i&gt;Pre Teen Sensation.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Novel ini juga digambarkan bagaimana Margaret dan teman-temannya mulai tertarik pada pria disekitarnya. Mereka sepakat membuat list pria yang menarik, menurut mereka, yang harus di update setiap minggu dan dilaporkan dalam pertemuan mingguan PTS. Margaret menemukan bahwa Phillip Leroy selalu berada di urutan pertama pada daftar pria yang disukai-minggu ini, pada daftar yang dibuat oleh Nancy, Janie dan Gretchen. Margaret juga menulis nama Philip pada daftarnya. Bedanya, Margaret menulis ini karena dia tidak ingin jujur bahwa dia sebenarnya naksir Moose, anak laki-laki yang membantu memotong rumput di rumahnya, yang dianggap anak nakal oleh teman-temannya. Oleh karena itu, Margaret jadi berpikir jangan-jangan Nancy, Gretchen, dan Janie pun sebenarnya tidak naksir Phillip, tapi hanya ingin dianggap keren, karena Phillip memang pantas untuk ditaksir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam novel ini, banyak hal-hal yang bisa membuat saya tertawa geli. Judy Blume benar-benar bisa menggambarkan sosok Margaret sebagai remaja yang sedang tumbuh, yang terkadang pikirannya berbeda dari pikiran orang dewasa. Sewaktu diminta mengisi formulir perkenalan dengan guru barunya di kelas, Mr. Bennedict, Margaret menulis sesuatu diluar dugaan. Saat diminta mengisi &lt;i&gt;" I think a male teacher.....",&lt;/i&gt; Margaret seharusnya menulis kesannya tentang guru laki-laki. Tetapi Margaret mengisi dengan jawaban yang simpel &lt;i&gt;"I think a male teacher is opposite a female teacher"&lt;/i&gt;. Benar juga sih.......&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Juga digambarkan bagaimana malunya Margaret dan Janie saat pertama mencoba membeli pembalut wanita di toko, dan kasirnya adalah seorang pria. Judy Blume menggambarkan dengan detail bagaimana paniknya mereka, sehingga akhirnya Janie membatalkan niatnya membeli pembalut wanita. Padahal bagi seorang kasir pria, setiap harinya dia menghadapi ratusan pelanggan yang membeli pembalut wanita. Dengan pembalut wanita yang dibelinya ini Margaret belajar bagaimana cara memakainya, meskipun dia belum mengalami menstruasi. Dari hasil&lt;i&gt;googling&lt;/i&gt;, memang pembalut wanita yang dipasarkan sekitar tahun 70an itu berbeda dengan pembalut wanita saat ini. Pembalut wanita versi lama menggunakan semacam belt/ikat pinggang, untuk menjaga pembalut tetap pada posisinya saat digunakan. Saat itu mungkin belum ada pembalut wanita yang berperekat seperti saat ini, yang lebih mudah untuk digunakan dan simpel.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-OU4tbnhLYis/TX0zBmli3gI/AAAAAAAAAJk/PVK7IPlEVE0/s1600/SanitaryBelt.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 234px; " src="http://4.bp.blogspot.com/-OU4tbnhLYis/TX0zBmli3gI/AAAAAAAAAJk/PVK7IPlEVE0/s320/SanitaryBelt.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583675215640190466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;Sanitary Belt, yang digunakan bersama pembalut wanita. Versi ini yang ada sekitar tahun1970an, saat Judy Blume menulis novel "Are you there, God? It's me Margaret"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Margaret sebenarnya merupakan sosok yang religius, hanya dia belum bisa menentukan pilihan yang terbaik baginya. Digambarkan dalam novel ini bahwa Margaret setiap hari berdialog dengan Tuhan, tentang segala keinginannya. Margaret juga yakin, bahwa jika dia meminta pada Tuhan, pasti akan dikabulkan. Saat ayahnya terluka akibat mesin pemotong rumput, Margaret berdoa agar keadaan ayahnya tidak bertambah memburuk. Termasuk saat dia meminta agar segera mendapatkan menstruasi, supaya tidak kalah dengan teman-teman satu geng-nya. Margaret semakin yakin bahwa Tuhan selalu mengabulkan permintaannya, setelah pada akhirnya dia mendapatkan menstruasi pertamanya setelah ulang tahunnya yang keduabelas. Margaret merasa senang karena dia tidak tertinggal dibandingkan Gretchen dan Nancy, yang sudah lebih dulu mendapatkan menstruasi pertamanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Novel ini memang sangat menghibur dan bagus juga dibaca oleh para remaja dan dewasa. Sampai saat ini, saya sangat terkesan sekali dengan cerita Margaret ini. Menurut saya, novel ini sangat menggambarkan bagaimana perasaan dan perkembangan seorang anak remaja, baik dari segi psikis dan psikologis. Selain itu, novel ini juga menggambarkan bagaimana kebimbangan seorang anak remaja yang tidak memiliki pegangan agama tertentu. Masukan yang bagus untuk para orangtua, supaya mendidik anak-anaknya dengan pondasi agama yang kuat sehingga anak-anak tidak menjadi bimbang dan ragu terhadap keberadaan Sang Pencipta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;*There a lots of things about growing up that are hard to be honest about, even with your best friends*&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-4281786780285632940?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/4281786780285632940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=4281786780285632940' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4281786780285632940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4281786780285632940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2011/03/namaku-margaret.html' title='Namaku Margaret'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-96iHKmelI2s/TX0a-ic7cWI/AAAAAAAAAJM/-IZ-XFFoi1k/s72-c/Margaret.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-5200957474318816104</id><published>2011-03-09T02:22:00.022+07:00</published><updated>2011-03-09T05:16:53.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life Style'/><title type='text'>Homesick</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hari minggu kemarin, tombol &lt;i&gt;switch on- switch off&lt;/i&gt;  terminal kabel milik saya tiba-tiba tidak bisa menyala dan tidak bisa bekerja. Wah, jadi agak repot memang karena terminal kabel itu menghubungkan &lt;i&gt;socket/ plug&lt;/i&gt; atau colokan 2 ke 2. Sengaja memang saya membawa terminal socket/colokan 2 ke 2 untuk peralatan listrik mengingat peralatan elektronik yang saya bawa dari Indonesia seperti komputer, charger kamera dan HP masih menggunakan plug/colokan dengan 2 lubang, sedangkan di UK socketnya adalah 3 lubang. Sebenarnya begitu sampai UK, saya juga sudah membeli socket yang merubah 2 plug menjadi 3 plug, tapi hanya terbatas untuk 1 item barang elektronik. Sehingga saya menyambugnya lagi dengan socket 2 ke 2 yang saya bawa dari Indonesia, sehingga saya bisa menyalakan komputer, mengisi baterai HP dan kamera sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hubungannya dengan &lt;i&gt;Homesick&lt;/i&gt;? &lt;i&gt;Hmmm&lt;/i&gt;, gara-gara memperbaiki socket itu, tiba-tiba saya jadi ingat rumah alias &lt;i&gt;Homesick&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-dcKKuTMGJnM/TXaM5QN2InI/AAAAAAAAAJE/1hekfxCD6qI/s1600/stock-vector-homesick-31956835.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 306px; height: 320px; " src="http://4.bp.blogspot.com/-dcKKuTMGJnM/TXaM5QN2InI/AAAAAAAAAJE/1hekfxCD6qI/s320/stock-vector-homesick-31956835.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581803703405781618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-_mmUlr6Zo9w/TXaMJ0M_hGI/AAAAAAAAAI8/5RLPrbuy7uI/s1600/stock-vector-homesick-31956835.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Homesick&lt;/i&gt; atau perasaan kangen atau rindu, menurut &lt;i&gt;Cambridge advanced learner's dictionary&lt;/i&gt; adalah suatu keadaan dimana kita merasa tidak nyaman karena berada jauh dari rumah dalam jangka waktu yang lama. Definisi lainnya adalah perasaan tidak nyaman atau lemah yang disebabkan oleh terpisahnya seseorang dari sesuatu object, dalam hal ini rumah, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja. Gara-gara &lt;i&gt;homesick&lt;/i&gt;, mendorong saya untuk bertanya kepada mbah &lt;i&gt;Google&lt;/i&gt;, apa sebenarnya &lt;i&gt;homesick&lt;/i&gt; itu dan apa saja yang membuat sesorang merasa &lt;i&gt;homesick&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ternyata banyak faktor yang mempengaruhi apakah seseorang itu akan mudah terjangkiti &lt;i&gt;homesickness &lt;/i&gt;atau tidak.  Faktor-faktor tersebut antara lain usia, jenis kelamin (gender), budaya, dan ketegaran atau rigidity seseorang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;b&gt;1. Faktor Usia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Katanya, anak-anak akan lebih mudah terjangkiti penyakit &lt;i&gt;homesick&lt;/i&gt; dibandingkan orang dewasa. Sepertinya ini ada benarnya, karena anak-anak biasanya lebih besar ketergantungannya terhadap suatu object, dalam hal ini rumah atau orang tua (ayah dan ibu) sehingga akan lebih mudah terjangkiti &lt;i&gt;homesickness&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Jadi ingat kejadian beberapa tahun yang lalu, saat serombongan mahasiswa saya datang menghadap, meminta saya agar membatalkan kuliah sore hari, yang dimulai pukul 4 sore. Biasanya, kelas yang dimulai pukul 4 sore ini akan berakhir sekitar pukul 6 sore. Mereka meminta supaya saya mengganti kuliah ini dilain hari. Ketika saya tanya alasannya, ternyata mereka tidak ingin pulang terlalu sore karena ingin mudik ke kampung halamannya sore ini, karena besok adalah 1 Ramadhan, hari pertama puasa. Mereka ingin membuka puasa pertama di kampung halamannya. Mahasiswa saya kebanyakan berasal dari wilayah Solo dan sekitarnya sehingga untuk mudik diperlukan waktu tidak lebih dari 5 jam. Wah, kalo untuk mengganti jam kuliah dilain hari, terus terang saya agak keberatan, karena jadwal saya kedepannya juga sudah penuh. Mungkin jika di &lt;i&gt;cancel&lt;/i&gt;, maka saya akan lebih senang. Tapi tentu mahasiswa, dekan dan universitas tempat saya mengajar menjadi tidak senang. Oleh karena itu, saya berkata kepada para mahasiswa, bahwa saya berjanji akan mengakhiri kuliah jam 5.30. "Terimakasih, Bu", ucap mereka lega. "Selamat mudik ya, saya saja malah nggak mudik nih", saya berkata kepada mereka. "Ah, Ibu 'kan nggak perlu mudik. Ibu 'kan sudah besar," ucap salah seorang mahasiswa saya. Ha..ha..ha....saya jadi terpingkal-pingkal mendengar jawaban salah seorang mahasiswa tadi. Mungkin maksudnya, saya tidak perlu mudik karena saya sudah cukup dewasa atau tua, bukan seperti mereka yang umurnya jauh dibawah saya. Jadi, memang terbukti 'kan jika bertambahnya usia mengurangi perasaan &lt;i&gt;homesick&lt;/i&gt; ini. Meskipun sebenarnya saya juga pengin pulang, pengin sahur dengan menu "lombok kethok" masakan Ibu saya he..he...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;2. Faktor Gender&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dari sebuah penelitian tentang &lt;i&gt;homesick&lt;/i&gt; yang saya baca, untuk wilayah UK, wanita merasa lebih mudah merasa &lt;i&gt;homesick&lt;/i&gt; dibandingkan pria. Penelitian ini membandingkan &lt;i&gt;homesickness&lt;/i&gt; dari segi gender di UK dan di Netherlands dikalangan para pelajar. Di Netherlands, tidak ada pengaruh perbedaan gender ini terhadap perasaan &lt;i&gt;homesickness&lt;/i&gt;. Konon katanya, dari jurnal yang saya baca ini, di Netherlands jarak antar kota relatif dekat, dan tersedia fasilitas transport gratis untuk pelajar, sehingga mereka biasanya akan pulang ke rumah tiap &lt;i&gt;weekend&lt;/i&gt; (&lt;a href="http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1348/000712602162508/pdf"&gt;http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1348/000712602162508/pdf&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Menurut saya, mungkin juga karena wanita lebih bisa mengungkapkan emosinya dibandingkan pria, sehingga jika merasa homesick, akan terlihat sekali. Seperti yang saya alami saat saya menghadapi socket yang rusak tadi. Sambil membongkar dan memperbaiki socket tersebut, saya jadi ingat Bapak saya. Coba jika ada beliau saat ini, saya tidak perlu memutar obeng dan membongkar socket itu sendiri. Bapak saya memang punya hobi mengutak-atik dan memperbaiki segalanya, mulai dari alat listrik sampai mainan milik keponakan saya dan pasti juga beliau dengan senang hati memperbaiki tombol socket yang rusak ini. Gara-gara ingat Bapak, saya jadi ingat Ibu, kangen dengan nasihat-nasihatnya yang relijius, yang membuat saya selalu ingat bahwa manusia itu tidak ada artinya dibandingkan Sang Pencipta. Kangen dengan Bapak-Ibu, membuat saya juga kangen dengan keponakan, &lt;a href="http://nita-sukma.blogspot.com/2008/10/lebaran-ala-danar.html"&gt;si Tolo-Tolo&lt;/a&gt;, yang tidak pernah bisa diam, dan tiap kali saya menelepon ke Indonesia, dia selalu minta robot bertopeng dan bersayap. Dan saya sampai saat ini belum menemukan gambaran bagaimana bentuknya robot bertopeng dan bersayap itu. Gara-gara itu semua, saya jadi kangen rumah.......Hanya gara-gara memperbaiki tombol &lt;i&gt;switch on-off&lt;/i&gt; pada terminal socket...&lt;i&gt;.hwa.......&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;3. Faktor Budaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Faktor budaya ternyata juga mempengaruhi perasaan &lt;i&gt;homesickness&lt;/i&gt; ini. Seorang pelajar Indonesia yang baru pertama kali sekolah di Inggris, tentu akan merasa lebih &lt;i&gt;homesickness&lt;/i&gt; dibandingkan dengan pelajar Indonesia yang sudah lama sekolah di Inggris. Perasaan ini juga dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain kesulitan dalam menghadapi hal baru, merasa tidak nyaman dengan lingkungan yang baru dan belum bisa memanfaatkan situasi yang dihadapinya saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Perbedaan budaya memang sering membuat perasaan &lt;i&gt;homesick&lt;/i&gt; muncul. Jadi ingat sewaktu baru pindah ke UK, saya sering membayangkan pulang kuliah terus mampir membeli bakso atau gorengan dipinggir jalan. Jalan-jalan bersama sepulang kuliah dan banyak hal lain. Di UK, hari kerja adalah digunakan untuk kerja, sehingga pertokoan pun tutup tidak lebih dari jam 5.30 dihari kerja, kecuali supermarket besar. Kongkow-kongkow hanya dilakukan saat weekend, Jum'at malam dan Sabtu. Alhasil, tidak ada acara kongkow dan mampir beli bakso atau gorengan dihari kerja. Hari kerja, setelah jam 5 sore, acaranya adalah pulang ke rumah, tanpa ada acara kongkow. Ini juga yang membuat saya kangen Indonesia.............&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Perasaan kehilangan terhadap teman, ingin mencari teman baru ditempat yang baru, merindukan tipe teman lama di tempat yang baru, serta merasa kehilangan teman curhat dan bisa dipercaya juga semakin memperparah keadaan &lt;i&gt;homesickness&lt;/i&gt; ini, terutama dikalangan pelajar. Selain itu, kadang ada perasaan bahwa situasi sebelumnya lebih baik dari sekarang dan juga ada perasaan menyesal karena meninggalkan situasi yang lama, dimana kita sudah merasa nyaman. Ini juga memicu perasaan &lt;i&gt;homesickness&lt;/i&gt;. Memang, &lt;a href="http://nita-sukma.blogspot.com/2011/02/antara-zona-nyaman-dan-tidak-nyaman.html"&gt;zona nyaman&lt;/a&gt; itu terkadang terlalu nyaman untuk ditinggalkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;b&gt;4. Faktor &lt;i&gt;Rigidity&lt;/i&gt; atau Ketegaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Seberapa kuat ikatan seseorang terhadap suatu object, maka akan mempengaruhi tingkat &lt;i&gt;homesickness-nya&lt;/i&gt;. Seseorang yang tidak pernah hidup terpisah dari orangtuanya, mungkin akan merasakan &lt;i&gt;homesickness&lt;/i&gt; yang lebih parah dibandingkan dengan seseorang yang sudah terbiasa hidup terpisah dari orangtuanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Saya sendiri sebenarnya sudah terbiasa tinggal terpisah dari orangtua sejak SMA. Orangtua saya adalah PNS yang sering dipindahtugaskan kebeberapa daerah. Khawatir dengan pendidikan anaknya yang sudah menginjak SMA, yang kemungkinan akan kacau jika mengikuti ortu yang pindah tugas, orangtua saya memutuskan untuk memusatkan pendidikan anak-anaknya di Jogja. Kebetulan di Jogja juga banyak saudara yang bisa membantu mengawasi. Alhasil, saya dan kakak sudah belajar untuk hidup mandiri sejak SMA. Dengan &lt;i&gt;track-record&lt;/i&gt; tinggal terpisah dari orangtua yang sudah cukup lama, tapi kenapa saya masih sering kena &lt;i&gt;homesick&lt;/i&gt; juga? Tidak terbayangkan bagaimana dengan seseorang yang tidak pernah tinggal terpisah dari orangtuanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tingkat ketegaran atau &lt;i&gt;rigidity&lt;/i&gt; ini juga mempengaruhi kecepatan munculnya perasaan homesick. Bagi saya, biasanya saya akan mulai merasa &lt;i&gt;homesick&lt;/i&gt; jika lebih dari 3 bulan tidak bertemu orangtua dan tidak mengunjungi rumah. Selain itu, jika sedang dibawah tekanan, misal harus menyusun &lt;i&gt;report&lt;/i&gt; atau bertemu pekerjaan yang bertumpuk, tiba-tiba saya merasa ingin pulang ke rumah. Tapi kalo yang terakhir ini, sebenarnya &lt;i&gt;homesick&lt;/i&gt; atau lari dari tanggung jawab ya???&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bagaimana denganmu? Apa yang kamu pikirkan tentang &lt;i&gt;homesick&lt;/i&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Anyway&lt;/i&gt;, saya akhirnya bisa memperbaiki terminal socket yang saya bawa dari Indonesia, dengan perasaan &lt;i&gt;homesickness.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-size: medium; "&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;*I am homesick for everything that I am willing to remember*&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-size: medium; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-size: medium; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; " &gt;&lt;b&gt;Bibliography:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.academon.com/Cause-and-Effect-Essay-Homesickness-Among-Children/128781"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;http://www.academon.com/Cause-and-Effect-Essay-Homesickness-Among-Children/128781&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1348/000712602162508/pdf"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1348/000712602162508/pdf&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://dictionary.sensagent.com/homesickness/en-en/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;http://dictionary.sensagent.com/homesickness/en-en/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;a href="http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1348/000712602162508/pdf"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-5200957474318816104?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/5200957474318816104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=5200957474318816104' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/5200957474318816104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/5200957474318816104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2011/03/homesick.html' title='Homesick'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-dcKKuTMGJnM/TXaM5QN2InI/AAAAAAAAAJE/1hekfxCD6qI/s72-c/stock-vector-homesick-31956835.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-2708723239052904444</id><published>2011-02-06T02:00:00.019+07:00</published><updated>2011-02-06T05:19:29.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Antara Zona Nyaman dan Tidak Nyaman</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Weekend&lt;/i&gt; kali ini tidak ada agenda jalan-jalan. Cuaca yang buruk alias angin kencang membuat saya membatalkan niat untuk berkunjung ke &lt;i&gt;River Trent&lt;/i&gt; sekaligus mengintip kandang &lt;i&gt;Nottingham Forest &lt;/i&gt;di daerah &lt;i&gt;West Bridgford&lt;/i&gt;. Tidak terlalu jauh memang dari &lt;i&gt;City Center&lt;/i&gt;, hanya angin kencang hari ini, dan juga yang saya rasakan saat pulang kampus Jum'at sore kemarin, serasa meniup kuat badan dan membawa saya terbang. Padahal badan saya termasuk kategori ukuran besar, coba bayangkan kalo saya berbobot dibawah 45 kilogram, mungkin saya sudah diterbangkan hingga Derby, district di sebelah Nottinghamshire.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena mati gaya dirumah, tidak tahu lagi apa yang harus dikerjakan, jadi yang saya kerjakan Sabtu ini adalah merenung. Merenung dan menulis tentunya, supaya ada bukti sudah melakukan perenungan. Bukankah harus ada bukti supaya tidak disangka &lt;i&gt;hoax?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Saya merasa minggu ini adalah minggu yang berat. Ya, saya merasa capek dan lelah untuk minggu ini. Rasa capek itu semakin bertambah setelah membayangkan apa yang harus saya kerjakan minggu depan. Tugas dari supervisor saya untuk menjadi supervisor untuk 2 orang &lt;i&gt;undergraduate project students&lt;/i&gt; membuat saya "&lt;i&gt;juggling"&lt;/i&gt; dari satu lab ke lab lainnya. Ditahun kedua program PhD saya ini, saya harus menyelesaikan pekerjaan &lt;i&gt;cell culture&lt;/i&gt; di &lt;i&gt;Tissue Engineering lab&lt;/i&gt;, sedangkan project students yang harus saya bimbing, bekerja di &lt;i&gt;Drug Delivery&lt;/i&gt; lab. Minggu ini dimulai dari menyiapkan dan belanja chemical, menyusun &lt;i&gt;timeline&lt;/i&gt; dan rencana project, meng-&lt;i&gt;arrange&lt;/i&gt; protokol apa yang harus mereka siapkan, serta berpacu dengan target kerja saya sendiri membuat tenaga dan pikiran saya terkuras. Belum lagi minggu depan saya harus mentraining mereka menggunakan instrument di laboratorium, mendemonstrasikan teknik kerja yang harus mereka kerjakan dan mengerjakan pekerjaan saya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perenungan ini adalah perenungan tentang pikiran "aneh"yang muncul lagi Kamis malam lalu. Pikiran yang sama waktu saya sedang berjuang untuk menyelesaikan tesis Master saya, sementara saya juga masih harus ujian matakuliah teori. Apa sih yang saya cari dengan sekolah? Buat apa sekolah lagi, toh tanpa sekolah saya juga bisa jadi dosen dan mengajar mahasiswa. Pun pikiran itu muncul lagi 2 malam yang lalu. Toh dengan gelar Master, saya sudah bisa dan berhak mengajar mahasiswa &lt;i&gt;undergraduate&lt;/i&gt; (S1) di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Istighfar&lt;/i&gt;, itu yang saya lakukan saat pikiran itu muncul. Dan saya tiba-tiba ingat dengan kata-kata yang sering saya ucapkan pada teman-teman di kampus dulu, "Ayo, mundurlah satu langkah ke belakang untuk maju beribu langkah ke depan". Kata-kata itu yang selalu saya ucapkan ke teman-teman kolega saya di kampus untuk memotivasi mereka untuk tetap semangat melanjutkan sekolah. Ternyata susah juga ya menepati kata-kata sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi dosen seperti saya, memang banyak sekali yang harus dikorbankan pada saat memutuskan untuk sekolah lagi. Meninggalkan kampus tempat kerja, meninggalkan mengajar dan melepas jabatan struktural, yang semuanya itu tentu terkait dengan konsekuensi finansial. Institusi pendidikan tempat saya bekerja memang termasuk yang baik dalam memperlakukan dosen yang sedang studi lanjut. Kami tetap menerima gaji pokok, sedangkan honor mengajar tidak. Kebijakan yang menurut saya memang adil. Memang selama studi lanjut, kami tidak diberi beban mengajar sehingga tidak menerima honor mengajar. Tapi, jumlah gaji pokok yang saya terima itu besarnya (atau kecilnya?) hanya sepertiga dari honor yang saya terima jika saya aktif mengajar dikampus alias sangat kecil. Pengorbanan lainnya adalah harus melepas proyek-proyek penelitian bernilai tinggi dalam skala rupiah, yang seharusnya bisa dikerjakan saat tidak studi lanjut. Bagi saya tidak mungkin mengurus proyek di Indonesia sedangkan saya sendiri sedang berada di UK.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari segi non finansial, banyak sekali yang harus ditinggalkan saat memutuskan untuk sekolah lagi. Seusia saya, saat ini, sebenarnya saya sudah cukup nyaman dengan apa yang ada disekeliling saya. Gelar master sudah ditangan, jabatan fungsional juga sudah lumayan untuk mengajar mahasiswa S1, proyek-proyek penelitian pun mulai berdatangan dari hasil menjalin lobi sana sini. Mengajar, mengawasi praktikum, sesekali siaran program kesehatan di radio, pulang, belanja, sesekali ke &lt;i&gt;gym&lt;/i&gt; dan berenang, santai dirumah, sepertinya menjadi rutinitas yang terpola dengan rapi. Perawatan ke salon, pijat dan spa, kongkow dengan teman-teman, mencoba tempat makan baru, shopping, sesekali travelling ke negara tetangga, menjadi bagian kenyamanan yang kadang terasa berat untuk ditinggalkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu apa yang saya cari dengan sekolah lagi? &lt;i&gt;Well,&lt;/i&gt; saya sendiri sering tidak konsisten untuk menjawabnya. Saat saya sedang sadar dan menjadi pribadi yang baik, saya akan menjawab bahwa tujuan saya sekolah adalah untuk meningkatkan pengetahuan, menjawab rasa ingin tahu, menambah pengalaman, berjuang untuk ummat dijalan pendidikan dan sejuta alasan ideal lainnya. Saat sedang bosan dan capek dengan sekolah, saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini, dan kembali berpikir," Iya ya, ngapain capek-capek sekolah lagi?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya yakin seyakin-yakinnya, pada waktu saya &lt;i&gt;apply&lt;/i&gt; beasiswa untuk program PhD saat ini, saya sedang menjadi pribadi yang baik. Maka dari itu saya akhirnya memutuskan mendaftar program beasiswa. Tapi tidak pada saat saya dinyatakan diterima dan berhak atas beasiswa ini. Senang, tapi sedikit sekali rasa itu. Saat dinyatakan diterima beasiswa ini, saya justru menangis. Menangis dibalik senyuman, karena saya tidak mungkin menangis di depan orang-orang yang memberikan ucapan selamat pada saya. Sewaktu dinyatakan diterima beasiswa, yang saya rasakan adalah beban yang sangat berat. Beban untuk bersiap meninggalkan zona nyaman yang saya miliki menuju zona tidak nyaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pernah merasakan bagaimana tidak enaknya berpindah dari zona nyaman ke zona tidak nyaman ketika saya memutuskan kuliah lagi untuk mengambil program master. Beban kuliah yang sangat tinggi, berada di lingkungan baru, dosen yang gaya mengajarnya berbeda dengan dosen-dosen saya waktu S1, menjadi beban berat bagi saya. &lt;i&gt;Alhamdulillah,&lt;/i&gt; Allah selalu sayang dengan hambanya. Dibulan ketiga sejak saya menginjak zona tidak nyaman saat mengambil program S2, saya mulai merasa nyaman dengan teman-teman yang sangat baik, sehingga zona tidak nyaman itu berubah menjadi zona nyaman hingga saya menyelesaikan program master saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menerima beasiswa untuk program PhD ini membuat saya kembali harus bersiap untuk mengeluarkan langkah saya dari zona nyaman. Saya ingat dengan kata-kata teman baik saya, bahwa semakin dewasa usia seseorang, semakin sulit rasanya untuk melangkahkan kaki keluar dari zona nyaman. Hal itu juga saya rasakan. Alhasil 6 bulan sejak dinyatakan diterima beasiswa, saya tidak melakukan &lt;i&gt;progress&lt;/i&gt; apapun. Padahal beasiswa saya akan &lt;i&gt;expired&lt;/i&gt; dalam tempo 1 tahun jika dalam 1 tahun saya tidak mengambil jatah beasiswa itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan sekali lagi, Allah memang maha pembolak-balik hati. Dialog kecil dengan diri sendiri akhirnya meyakinkan saya untuk menempuh segala usaha agar jatah beasiswa itu tidak hilang karena &lt;i&gt;expired&lt;/i&gt;. Betapa ratusan kandidat dari berbagai negara berusaha mendapatkan beasiswa itu, sedangkan saya yang sudah mendapatkannya, malah berkeinginan untuk melepaskannya. Akhir 2008, saya memantapkan hati menerima beasiswa ini. Segala usaha juga saya lakukan untuk berburu universitas yang sesuai dengan bidang minat saya. Saya juga mengajukan pengunduran diri dari jabatan struktural untuk lebih berkonsentrasi mencari sekolah. Bulan Juni 2009, segala sesuatunya telah siap, dan tinggal mempersiapkan keberangkatan. Akhir September 2009 akhirnya saya menginjakkan kaki di UK, dan juga melangkahkan kaki keluar dari zona nyaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kenyataan yang saya alami, saya berpendapat bahwa sebenarnya zona tidak nyaman itu tidak pernah ada. Kenyamanan dan ketidak-nyamanan semua itu ada dibawah kendali diri kita sendiri. Tentu saya juga merasa tidak nyaman ketika menginjakkan kaki di UK. Bahasa yang berbeda, budaya yang berbeda, makanan yang berbeda, membuat segalanya jadi tidak nyaman. Tapi setidaknya saat ini saya sudah merasakan bahwa zona itu sedikit demi sedikit sudah berubah menjadi nyaman bagi saya. Teman-teman yang baik dan siap menolong disekeliling saya, jalan-jalan ke tempat-tempat terkenal di UK, bertemu dengan orang-orang baru dengan berbagai karakter, bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara, membuat saya merasa mulai nyaman dengan semua ini. Dan ini berarti bahwa saya sudah mulai memperluas zona nyaman saya dan menyulap zona tidak nyaman menjadi zona nyaman...&lt;i&gt;yayy......&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;To summarize&lt;/i&gt;, untuk memperluas zona nyaman, tentunya kita harus berani bergerak keluar dari zona nyaman itu sendiri dan merubah zona tidak nyaman menjadi zona nyaman. Bukankah jika zona nyaman yang kita miliki semakin luas, maka kita akan semakin leluasa untuk bergerak? Dan jangan lupa untuk selalu menempatkan ikhlas, yaitu melakukan segala sesuatunya hanya karena Allah, dan sabar dihati kita.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/TU3EY4Ha-FI/AAAAAAAAAIQ/D-bATXoqukI/s1600/StepOutComfortZone.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 193px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/TU3EY4Ha-FI/AAAAAAAAAIQ/D-bATXoqukI/s320/StepOutComfortZone.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570324245786589266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Nottingham, 5 February 2011&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Renungan Sabtu malam&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-2708723239052904444?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/2708723239052904444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=2708723239052904444' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/2708723239052904444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/2708723239052904444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2011/02/antara-zona-nyaman-dan-tidak-nyaman.html' title='Antara Zona Nyaman dan Tidak Nyaman'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/TU3EY4Ha-FI/AAAAAAAAAIQ/D-bATXoqukI/s72-c/StepOutComfortZone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-4271464439230927587</id><published>2011-01-10T02:51:00.006+07:00</published><updated>2011-01-10T04:17:24.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life Style'/><title type='text'>Jebakan Wasabi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium; " &gt;Sudah pernah mencicipi kacang wasabi? Snack seperti kacang telur dengan lapisan penyalut yang berwarna hijau, dan rasa yang "spesifik". Wasabi adalah nama bumbu berwarna kehijauan yang menyalut kacang telur itu. Kacang ini begitu menarik bagi saya, karena pengalaman baru yang saya dapat dengan snack ini. Batuk dan pilek yang saya rasakan sejak libur Christmas lalu, jadi hilang akibat efek dari mengkonsumsi kacang ini. Tertarik.....? Bisa dicoba.........&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Snack sejenis kacang telur ini saya temukan di supermarket dekat rumah. Saat itu, sebenarnya saya ingin membeli pistachio, snack kacang-kacangan kegemaran saya. Sayangnya stock pistachio sedang kosong. Pilih punya piilih, saya tertarik dengan "&lt;i&gt;wasabi peanut"&lt;/i&gt;, dengan gambar kemasan seperti kacang telur berwarna kehijauan. Membayangkan kacang shanghai, snack favorit saya di Indonesia, akhirnya saya memutuskan membeli kacang wasabi itu, sebagai ganti pistachio. Lagipula pada kemasannya mencantumkan kata "&lt;i&gt;crispy and hot&lt;/i&gt;". Woww....pasti gurih dan enak, karena ada sedikit rasa pedasnya. Sudah beberapa kali saya membeli kacang pedas di Inggris raya ini, tapi belum ada yang pedasnya pas, dan rasa kacangnya kadang malah seperti rasa kacang melempem. Semoga kacang yang ini enak dan cocok di lidah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sampai dirumah, sambil santai &lt;i&gt;browsing &lt;/i&gt;internet dan minum teh hijau hangat, saya buka kacang washabi itu. Pertama menempel di lidah, kekagetan tampaknya terjadi pada lidah saya. Ya......kaget yang luar biasa......Mungkin kalo lidah ini bisa berteriak, maka lidah saya akan berteriak. Sayang, lidah memang tidak bertulang, oleh karena itu tidak bisa berteriak (*&lt;i&gt;memang tidak ada hubungan antara tulang dan produksi suara*&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Rasa yang benar-benar aneh untuk diterjemahkan dalam tulisan, telah dirasakan oleh indera pengecap saya. Antara pahit, getir, pedas, dan...mmmm.....rasa yang aneh, saya sulit sekali menerjemahkan rasa itu dalam kata-kata. Lambat saya mulai mengunyah kacang telur itu. Lapisan kulitnya akhirnya hancur diantara gigi-gigi dan memunculkan rasa kacang yang selama ini sudah akrab dengan saya. Eh...benar ternyata tulisan pada kemasan itu, memang rasanya "&lt;i&gt;crispy and hot"&lt;/i&gt;. Lapisan penyalut kacang tersebut, gurih juga ternyata. Kacang di dalamnya juga enak, sama dengan kacang atom garuda atau dua kelinci, merek yang sering saya beli waktu di Indonesia. Enak juga ternyata, jadi kacang wasabi pun terus berlanjut masuk dalam mulut saya. Tapi sepertinya lidah saya trauma untuk merasakan wasabi, sehingga saat masuk mulut, gigi geligi saya langsung melumat kacang wasabi itu, sehingga yang tersisa dilidah adalah rasa gurih tepung lapisan penyalut dan kacang, bukan bumbu hijau di lapisan penyalut yang rasanya "aneh" itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Supaya tidak penasaran dengan kacang wasabi, ini gambar kacang wasabi, seperti yang saya beli:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/TSoZPFpx3mI/AAAAAAAAAH8/QCYeRwu0-9A/s320/Wasabi%2Bpeanut.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(picture was taken from &lt;a href="http://www.trymynuts.com/index.cfm?fuseaction=product.display&amp;amp;Product_ID=19"&gt;http://www.trymynuts.com/index.cfm?fuseaction=product.display&amp;amp;Product_ID=19&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bentuknya seperti kacang atom biasa, hanya lapisan penyalutnya yang berwarna hijau, dengan bumbu yang tersebar pada lapisan penyalut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untungnya, saya merasakan efek lain dari mengkonsumsi kacang ini. Rongga hidung yang mampet akibat pilek, tiba-tiba terasa longgar dan mudah untuk bernafas. Batuk berdahak saya juga berkurang  akibat makan kacang ini. Ajaib ya.....Jadi penasaran untuk lebih mencari tahu, apa sih yang terkandung pada kacang wasabi ini. &lt;i&gt;Lets do goggling.......&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Wasabi, adalah sejenis bumbu dari tanaman &lt;i&gt;Wasabia japonica&lt;/i&gt;, yang sering digunakan di Jepang untuk memberi rasa pada makanan. Rasa yang dihasilkan adalah rasa pedas, tapi lebih kuat dari rasa yang dihasilkan dari cabe atau merica. Bagian yang digunakan untuk menghasilkan rasa ini adalah bagian daun dan akar dari tanaman &lt;i&gt;Wasabia Japonica&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/TSodEHhILpI/AAAAAAAAAIE/mOvJ_WPMOP8/s320/WasabiaJaponica.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;(picture was taken from &lt;a href="http://www.miahalf.com/garden/garden0810.html"&gt;http://www.miahalf.com/garden/garden0810.html&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tanaman Wasabi ini banyak tumbuh di daerah pegunungan di Jepang dan memang digunakan sebagai bumbu masak pada kebanyakan masakan Jepang. Rasa yang dihasilkan khas sekali dan warna hijau pada Wasabi juga berfungsi sebagai pewarna alami pada makanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Rasa yang khas yang dihasilkan oleh Wasabi dikarenakan adanya kandungan isothiocyanate pada tamanan ini yaitu &lt;a href="http://http//www.herbalwiseguy.com/files/pdf/wasabia.pdf"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px; "&gt;6-methylthiohexyl isothiocyanate, &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px; "&gt;7-methylthioheptyl isothiocyanate &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px; "&gt;8-methylthiooctyl isothiocyanate&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Efek farmakologi dari senyawa isothiocyanate ini adalah sebagai anti inflamasi, anti mikroba, anti platelet dan anti cancer.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Efek anti mikroba dari kacang wasabi inilah yang mungkin berkhasiat menyembuhkan batuk dan pilek saya. Bukti-bukti ilmiah mengenai efek farmakologi tanaman ini, memang kebanyakan menunjukkan adanya efek anti mikroba, baik terhadap fungi dan bakteri. Bahkan, ada satu artikel juga yang menyebutkan bahwa wasabi juga bisa digunakan sebagai anti virus, khususnya virus &lt;a href="http://http//globalresearchonline.net/journalcontents/Volume3issue2/Article%20011.pdf"&gt;swine influensa (H1N1)&lt;/a&gt;. Penyakit flu yang cukup merepotkan pemerintah Inggris pada winter kali ini (&lt;a href="http://www.nhs.uk/conditions/pandemic-flu/Pages/Introduction.aspx"&gt;http://www.nhs.uk/conditions/pandemic-flu/Pages/Introduction.aspx&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kacang Wasabi, meskipun rasa yang kau hasilkan "aneh" eh "unik", tapi kau telah berjasa menyembuhkan batuk dan pilek. Dan terlebih lagi, kacang wasabi ini mendorong saya untuk sekali-sekali menulis yang 'agak" ilmiah pada blog yang "tidak mutu" ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(31, 30, 29); line-height: 15px; "&gt;&lt;h1 style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 4px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; color: rgb(51, 102, 102); font-weight: normal; line-height: 28px; "&gt;arigato gozaimasu wasabi peanuts.......&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Bibliography:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12668776"&gt;http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12668776&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.herbalwiseguy.com/files/pdf/wasabia.pdf"&gt;http://www.herbalwiseguy.com/files/pdf/wasabia.pdf&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.nhs.uk/conditions/pandemic-flu/Pages/Introduction.aspx"&gt;http://www.nhs.uk/conditions/pandemic-flu/Pages/Introduction.aspx&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://globalresearchonline.net/journalcontents/Volume3issue2/Article%20011.pdf"&gt;http://globalresearchonline.net/journalcontents/Volume3issue2/Article%20011.pdf&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.cityfarmer.org/wasabi.html"&gt;http://www.cityfarmer.org/wasabi.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.raysahelian.com/wasabi.html"&gt;http://www.raysahelian.com/wasabi.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-4271464439230927587?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/4271464439230927587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=4271464439230927587' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4271464439230927587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4271464439230927587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2011/01/jebakan-wasabi.html' title='Jebakan Wasabi'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/TSoZPFpx3mI/AAAAAAAAAH8/QCYeRwu0-9A/s72-c/Wasabi%2Bpeanut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-8408956500942330435</id><published>2010-12-12T04:38:00.014+07:00</published><updated>2010-12-12T06:42:12.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life Style'/><title type='text'>Engagement</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/TQP1AsNuuKI/AAAAAAAAAHw/tyRJ1-zHjio/s1600/Engagement_card_001.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 315px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/TQP1AsNuuKI/AAAAAAAAAHw/tyRJ1-zHjio/s320/Engagement_card_001.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549548558068136098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sedang mengencerkan larutan gelatin dengan perbandingan 1: 20 ketika Vanessa datang. "&lt;i&gt;Morning"&lt;/i&gt;, sapaan ramahnya muncul. Vanessa, gadis Jerman, first year student di lab saya, memulai PhD nya September 2010 ini. Ahh...kebetulan Vanessa sudah datang. Hari ini saya memerlukan &lt;i&gt;feeder layer&lt;/i&gt; untuk mengkultur &lt;i&gt;mouse embryonic stem cells&lt;/i&gt;, tapi saya kehabisan &lt;i&gt;feeder layer &lt;/i&gt;untuk minggu ini karena saya tidak punya lagi sel fibroblast untuk membuat feeder layer. "&lt;i&gt;Morning&lt;/i&gt; Vanessa", saya membalas salamnya. "Vanessa, &lt;i&gt;would you give me two flasks of your feeder cells&lt;/i&gt;?" saya memberanikan diri bertanya. "&lt;i&gt;It would be fine, Anita. I only need two flasks to keep my cells growth"&lt;/i&gt;, jawab Vanessa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sembari saya memfilter larutan gelatin kedalam T25 flask dan Vanessa membersihkan &lt;i&gt;cell culture hood&lt;/i&gt;, kami saling bercerita tentang perkembangan lab work kami, dan semakin pendeknya waktu yang tersedia karena semakin mendekati liburan Christmas. Vanessa juga bercerita bahwa supervisornya sudah menagih report untuk mini project yang dia kerjakan sekarang. Tiba-tiba dia bertanya pada saya,  "&lt;i&gt;Can I tell a secret to you?"&lt;/i&gt;. Waduh....apa lagi nih, apakah dia merasa tertekan jadi PhD student yang selalu merasa kekurangan waktu?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Anita, I am engaged now&lt;/i&gt;," dia berkata dengan mata berbinar. &lt;i&gt;"Sorry?" &lt;/i&gt;saya kurang jelas mendengar apa yang dia maksud. &lt;i&gt;"Yes, I am engaged with my boyfriend. He proposed me to marry yesterday"&lt;/i&gt;. jelasnya. &lt;i&gt;Wowww,&lt;/i&gt; &lt;i&gt;congratulations&lt;/i&gt; Vanessa......!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                     *************************&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari definisi kamus Cambridge Advanced Dictionary yang saya miliki, kata "&lt;i&gt;Engaged"&lt;/i&gt; memiliki arti &lt;i&gt;"having formally agreed to marry"&lt;/i&gt;. Pasangan yang menyatakan statusnya sebagai "&lt;i&gt;engaged&lt;/i&gt;" berarti sudah dipastikan akan menikah. Pada kasus Vanessa ini, dia dan &lt;i&gt;boyfriend&lt;/i&gt;-nya berjanji untuk menjadi pasangan yang menikah. Saya pun menanyakan pada Vanessa kapan mereka akan menikah, apakah tahun depan? &lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, Vanessa bilang tidak mungkin tahun depan. Masih banyak kendala yang dia hadapi untuk segera menikah. Vanessa berkebangsaan Jerman, sedangkan si &lt;i&gt;boyfriend&lt;/i&gt; adalah orang British. Untuk menikah, mereka harus melakukannya di Jerman sedangkan saat ini mereka berdua masih sama-sama berstatus &lt;i&gt;PhD student&lt;/i&gt; di UK, sehingga tentunya akan merepotkan untuk mengurus pernikahan mereka. Itu alasan Vanessa kenapa mereka tidak bisa segera menikah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu, apa bedanya ya dengan status mereka yang selama ini sudah hidup bersama? Saya tahu bahwa Vanessa sudah tinggal satu rumah bersama dengan boyfriend-nya sejak 2 tahun terakhir ini. Ya, mereka tinggal bersama semenjak Vanessa masih berstatus karyawan sebuah perusahaan farmasi terkenal di Inggris. Tanpa &lt;i&gt;engaged&lt;/i&gt; pun mereka juga bisa hidup bersama dan tinggal satu rumah, tanpa menikah juga, tentunya. Hmmm....analisa saya adalah, status &lt;i&gt;engaged&lt;/i&gt; dimata mereka setidaknya lebih menjanjikan dibandingkan hanya "hidup bersama", &lt;i&gt;isn't it&lt;/i&gt;? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau bisa disejajarkan dengan keadaan di Indonesia, status engaged ini mungkin hampir sama dengan status tunangan. Dalam keluarga besar saya, status tunangan ini baru akan muncul jika sudah ada "tembung" antara keluarga calon pengantin pria kepada keluarga  calon pengantin wanita, dalam bentuk lamaran. Masa setelah lamaran hingga menikah ini yang disebut sebagai tunangan. Biasanya, jeda waktu antara lamaran hingga menikah, juga tidak terlalu lama, hanya sekitar 3-6 bulan, sembari mempersiapkan pernikahan, bahkan kadang bisa kurang dari 3 bulan. Dalam masa tunangan, tentunya belum bisa hidup bersama, karena belum ada ikatan pernikahan. Hidup bersama tentunya dimulai setelah adanya ijab dan qabul.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya bukan ahli sosiologi, sehingga tidak tahu apakah perbedaan ini dipengaruhi oleh budaya, agama, agama yang mempengaruhi budaya atau apa penyebabnya. Disini, di negara tempat saya belajar saat ini,memang banyak sekali pasangan yang hidup bersama tanpa menikah, bahkan tanpa engagement juga. Salah seorang teman lab saya jugapernah bercerita bahwa ayah dan ibunya tidak pernah menikah. Dan dia dengan bangganya bercerita bahwa meskipun ayah-ibunya tidak menikah, mereka tetap rukun hingga saat ini, 30 tahun hidup bersama. Yang ada dalam pikiran saya, kalo tetap rukun selama 30 tahun hidup bersama, kenapa mereka tidak menikah sekalian? Saya kira itu bukan urusan yang penting untuk dibahas karena saya juga menghormati hak mereka untuk hidup bersama tanpa menikah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah....memang manusia diciptakan berbeda-beda, termasuk dalam cara berpikir, berbudaya dan gaya hidup. Itulah yang membuat saya merasa bersyukur bahwa saya diberi kesempatan untuk melihat semua perbedaan ini. Hal seperti ini mungkin akan sangat jarang saya temui di Indonesia. Eh....tapi katanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung bahkan Jogja, gaya hidup seperti Vanessa dan &lt;i&gt;boyfriend&lt;/i&gt;-nya sudah mulai marak. Entahlah, saya tidak tahu pasti, tapi saya berharap berita itu tidak benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Anyway&lt;/i&gt;, saya tetap merasakan kebahagiaan yang saat ini sedang dirasakan oleh Vanessa. &lt;i&gt;Engagement&lt;/i&gt; setidaknya lebih menjanjikan kepastian dibandingkan hanya hidup bersama. Saya harus menambahkan ucapan selamat atas &lt;i&gt;engagement&lt;/i&gt;-nya dalam &lt;i&gt;Christmas Card&lt;/i&gt; yang akan saya berikan pada Vanessa minggu depan. Christmas Card yang saya tulis sebagai balasan atas Christmas Card yang sudah Vanessa letakkan di meja saya beberapa hari yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nottingham, 11 Dec 2010&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*W&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;arm Saturday night in winter season&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-8408956500942330435?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/8408956500942330435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=8408956500942330435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/8408956500942330435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/8408956500942330435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/12/engagement.html' title='Engagement'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/TQP1AsNuuKI/AAAAAAAAAHw/tyRJ1-zHjio/s72-c/Engagement_card_001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-486950092681419801</id><published>2010-11-10T03:09:00.009+07:00</published><updated>2010-11-15T03:44:50.320+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Si Mbah itu.......</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai saat ini saya juga tidak  tahu siapa nama kakek tua itu. Cukuplah saya menyebut dia dengan "Simbah", panggilan untuk orang yang dituakan dalam bahasa jawa. Simbah ini adalah penduduk asli negara United Kingdom, alias British asli. Tercermin sekali dari penampilan fisknya yang jelas "bule" dan dandanan klasiknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkenalan saya dengan Simbah ini berawal sejak Oktober tahun 2009, saat saya baru menjadi bagian dari penduduk kota Nottingham. Perkenalan yang berawal dari tempat pemberhentian bis kota atau bus stop. Ya, hampir setiap pagi saya selalu menunggu bus bernomer 13 atau Maroon line di Dennis Avenue, siap membawa saya ke kampus University of Nottingham di area University Park.  Disini tepatnya lokasi bus stop itu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe width="425" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://maps.google.co.uk/maps?q=dennis+avenue+beeston&amp;amp;ie=UTF8&amp;amp;hq=&amp;amp;hnear=Dennis+Ave,+Beeston,+Nottingham+NG9,+United+Kingdom&amp;amp;gl=uk&amp;amp;ei=7qfZTInVC9GEhQeG-OXPAg&amp;amp;ved=0CBUQ8gEwAA&amp;amp;ll=52.936196,-1.2191&amp;amp;spn=0,0.013797&amp;amp;z=14&amp;amp;layer=c&amp;amp;cbll=52.936101,-1.221463&amp;amp;panoid=ZmEz5wXOEN3oaZLSeKArBg&amp;amp;cbp=12,122.91,,1,5.81&amp;amp;source=embed&amp;amp;output=svembed"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;small&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://maps.google.co.uk/maps?q=dennis+avenue+beeston&amp;amp;ie=UTF8&amp;amp;hq=&amp;amp;hnear=Dennis+Ave,+Beeston,+Nottingham+NG9,+United+Kingdom&amp;amp;gl=uk&amp;amp;ei=7qfZTInVC9GEhQeG-OXPAg&amp;amp;ved=0CBUQ8gEwAA&amp;amp;ll=52.936196,-1.2191&amp;amp;spn=0,0.013797&amp;amp;z=14&amp;amp;layer=c&amp;amp;cbll=52.936101,-1.221463&amp;amp;panoid=ZmEz5wXOEN3oaZLSeKArBg&amp;amp;cbp=12,122.91,,1,5.81&amp;amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left"&gt;View Larger Map&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/small&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilihat dari keadaannnya, tempat pemberhentian bus ini memang bukan tempat yang nyaman untuk mengobrol. Pertama kali bertemu dengan Simbah, sepertinya tidak ada yang istimewa dari Simbah ini. Perawakannya termasuk kecil untuk ukuran bule pada umumnya.Mungkin juga dikarenakan beliau sudah tua, sehingga kemungkinan tulang-tulang dan otot-otot pada tubuhnya sudah mengalami penyusutan volume. Usianya kira-kira 70 tahun, atau bahkan lebih. Saya yakin pasti lebih dari 70 tahun, tapi entahlah, saya selalu gagal menebak usia penduduk asli Inggris. Kadang yang saya perkirakan sudah diatas 30 tahun ternyata masih berusia dibawah 25 tahun. Tapi bisa juga sebaliknya, saya kira masih 50 tahun, ternyata sudah 60 tahun. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang menarik dari pertemuan pertama saya dengan Simbah ini adalah sapaan dia dan pertanyaannya kepada saya yang agak bikin saya "gelagapan" menjawabnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;Morning&lt;/i&gt;", itu sapaan pertama Simbah kepada saya dan itu sapaan lazim bagi penduduk UK jika bertemu orang, baik yang dikenal maupun tidak dikenal. Saya pun menjawab, "&lt;i&gt;morning&lt;/i&gt;", disertai dengan senyum. Sembari menunggu bus 13 yang memang selalu telat, Simbah pun mengajak saya ngobrol, sekedar mengisi waktu. Mungkin karena melihat saya memakai jilbab, pertanyaan pertamanya adalah ," &lt;i&gt;Are you from Saudi Arabia?". "No, I am from Indonesia"&lt;/i&gt;, jawab saya. "&lt;i&gt;Ooh, from Indonesia, nice country", puji Simbah. "Do you study in the university?"&lt;/i&gt;, tanya Simbah lebih lanjut. "Y&lt;i&gt;es, I am first-year student in pharmacy, PhD program"&lt;/i&gt;, saya menjelaskan. &lt;i&gt;"Can you speak Arabic?" &lt;/i&gt;pertanyaan lanjutan Simbah, yang mungkin dia ajukan karena melihat saya memakai jilbab dan pasti saya seorang muslim. Dengan menyesal saya menjawab,"&lt;i&gt;Sorry, I can't. But I know some words in Arabic, because I read Qur'an".  "So, do you know about Al Fatihah?", &lt;/i&gt;tanya Simbah lebih lanjut. "&lt;i&gt;Of course, I know about it. This is the opening Surah in Qur'an", &lt;/i&gt;saya menjawab sembari mati-matian berfikir keras untuk mentranslate dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Saat itu saya kira-kira baru 3 minggu tinggal di negara eropa ini, sehingga bisa dibayangkan betapa kacaunya English saya, meskipun sudah dinyatakan lolos tes IELTS. "&lt;i&gt;What the meaning of Surah Al Fatihah? Can you explain to me?"&lt;/i&gt;, tanya Simbah lagi. Gubraakkk......itu reaksi saya jika dikartunisasi. Saya tahu arti Surat Al Fatihah dalam bahasa Indonesia, tetapi jika diminta mentranslate dalam English, terus terang level saya belum sampai disitu. Saya pun berusaha menjelaskan sebisanya, &lt;i&gt;"The Surah explains about the Merciful of our god, Allah".&lt;/i&gt; Jawaban yang pendek, dan sepertinya kurang menjelaskan bagi Simbah. Tapi jujur, saya tidak punya kosakata yang cukup untuk menjelaskan Ar rahman dan Ar Rahim. Untunglah, bus 13 yang kami tunggu akhirnya tiba, sehingga saya bisa menyembunyikan kebingungan saya. Tapi terus terang saya menyesal sekali tidak bisa menjelaskan dengan baik kepada Simbah. Pulang kampus, akhirnya saya bertanya ke paman "google" untuk terjemahan Al Fatihah dalam bahasa Inggris, siapa tahu lain waktu Simbah akan bertanya lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertemuan saya dengan Simbah di bus stop itu terus berlangsung, meskipun tdk setiap hari. Kadang memang saya tidak mengambil rute bus 13, kadang juga saya berangkat lebih pagi dari jadwal biasanya. Jadwal Simbah naik bis adalah jam 8.18 pagi atau jam 8.44 pagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi pagi itu, saat saya bareng lagi dengan Simbah, saya dikejutkan lagi dengan sesuatu dari Simbah. Saat melihat saya tiba di bus stop itu, dia tersenyum senang melihat saya. Sambil merogoh sesuatu dibalik jaketnya, dia berjalan mendekati saya. Wah, ada apa  lagi nih, dalam hati saya berkata. Ternyata Simbah mengeluarkan secarik kertas catatan yang disimpan di balik jaketnya. Setelah mendekati saya, dia berkata, "Selamat pagi", menyapa saya. Ha...ha...ha...sempat kaget juga, ternyata kertas yang dikeluarkan Simbah adalah kertas contekan untuk menghafalkan kata "Selamat pagi". Saya pun menjawab salamnya dengan mengucap selamat pagi juga. Simbah senang sekali karena saya bisa mengerti kata dalam Bahasa Indonesia yang diucapkannya. Salut buat Simbah yang tertarik untuk mempelajari kata dalam Bahasa Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Simbah pernah bercerita pada saya, bahwa dia banyak mempelajari keadaan negara-negara lain dari banyak menonton acara di BBC. Jadi Simbah banyak tahu tentang- tsunami di Aceh, letak Indonesia, bahwa Indonesia terbagi atas tiga zona waktu,- didapatnya dari rajin menonton siaran BBC. Sepertinya Simbah juga rajin membaca dan tertarik dengan negara Indonesia. Atau mungkin dia tentara veteran yang pernah berdinas di Indonesia pada jaman perang kemerdekaan? Entahlah.....lain waktu akan saya tanyakan pada Simbah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya beranggapan bahwa Simbah sangat tertarik dengan negara Indonesia. Terbukti ketika Merapi bergejolak, Simbah bertanya tentang bagaimana kabar keluarga saya di Indonesia akibat ada gunung meletus tersebut. Ini menunjukkan bahwa Simbah mengikuti terus perkembangan berita tentang Indonesia. Saya menjelaskan pada Simbah bahwa memang letusan Merapi kali ini luar biasa hebatnya, tapi semoga keluarga saya aman karena keluarga saya tidak tinggal di daerah Jogjakarta. Tapi, ada kemungkinan bahwa abu gunung merapi akan menutupi seluruh pulau Jawa, dan saya berharap bahwa ini tidak akan terjadi karena jika terjadi maka keluarga saya juga akan terkena efek gunung Merapi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lain waktu dia bertanya pada saya, apakah saya pernah ke Australia. Saya menjawab bahwa saya belum pernah ke Australia. Simbah agak heran, karena dia tahu bahwa Australia terletak dekat dari Indonesia. Hmmm...berarti simbah juga paham letak geografis Indonesia. Jarang sekali orang British yang tahu pasti dimana Indonesia itu. Yah, mungkin ini juga dari hasil menonton BBC. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persahabatan saya dengan Simbah di Bus Stop terus berlangsung hingga sekarang, meskipun tidak setiap hari kami bertemu. Kadang, ketika pulang kampus di sore hari, saya juga berjumpa Simbah di Bus 13. Tentunya saya akan menyapa Simbah dengan ramah, dan Simbah pasti membalas sapaan saya dengan senyumnya. Kadang obrolan kami sambil menunggu bis juga hanya seputar cuaca hari ini. Kadang juga Simbah menanyakan berapa jumlah koleksi buku di perpustakaan University saya. Obrolan ringan sembari menunggu Bus 13 yang selalu tidak tepat waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Anyway&lt;/i&gt;, perkenalan dan persahabatan saya dengan Simbah yang terjadi di Bus Stop ini akan saya simpan sebagai kenangan saat bersekolah di Negeri Ratu Elizabeth ini. Mungkin nanti juga akan saya ceritakan pada anak atau cucu saya. Satu hal yang belum sempat saya laksanakan adalah mengambil foto Simbah. Ya.....suatu kali nanti pasti saya ambil foto Simbah sebagai kenang-kenangan dan cerita nanti setelah pulang ke Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(&lt;i&gt;Tulisan dimalam Senin, sembari mendengar radio Swaragama, bukan BBC&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-486950092681419801?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/486950092681419801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=486950092681419801' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/486950092681419801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/486950092681419801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/11/si-mbah-itu.html' title='Si Mbah itu.......'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-8784419424414165876</id><published>2010-08-25T14:51:00.001+07:00</published><updated>2010-08-25T14:55:02.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia; font-size: 13px; line-height: 15px; "&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; text-align: center; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:180%;color:#4F4F4F;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 18px; line-height: 21px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); "&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); font-size: 13.5pt; "&gt;Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?" "Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; "&gt;&lt;i style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); font-size: 13.5pt; "&gt;Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; "&gt;&lt;i style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); font-size: 13.5pt; "&gt;Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; "&gt;&lt;i style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); font-size: 13.5pt; "&gt;Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah itu Tuhan?" "O, itu," kata Tuhan, "itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; "&gt;&lt;i style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); font-size: 13.5pt; "&gt;Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? "&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; "&gt;&lt;i style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); font-size: 13.5pt; "&gt;Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I put in the government." (tunggu sampai Saya menaruh 'idiot2' di pemerintahannya)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; "&gt;&lt;i style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); font-size: 13.5pt; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; display: block; "&gt;&lt;i style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); font-size: 13.5pt; "&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000066;"&gt;Copy paste dari milis tetangga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 1.22em; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; color: rgb(79, 79, 79); font-size: 13.5pt; "&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-8784419424414165876?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/8784419424414165876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=8784419424414165876' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/8784419424414165876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/8784419424414165876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/08/ketika-tuhan-menciptakan-indonesia.html' title='Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-4790349037418707345</id><published>2010-07-23T01:48:00.003+07:00</published><updated>2010-07-23T02:12:21.826+07:00</updated><title type='text'>Flowers are Red</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/TEiS5iuJ67I/AAAAAAAAAHY/fkoG2YXVnno/s1600/multi%2Bcolor%2Bflowers.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/TEiS5iuJ67I/AAAAAAAAAHY/fkoG2YXVnno/s400/multi%2Bcolor%2Bflowers.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496804862476282802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif;font-size:medium;"&gt;The little boy went first day of school&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif;font-size:medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif;font-size:medium;"&gt;He got some crayons and started to draw &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif;font-size:medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif;font-size:medium;"&gt;He put colors all over the paper &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif;font-size:medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif;font-size:medium;"&gt;For colors was what he saw &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif;font-size:medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif;font-size:medium;"&gt;And the teacher said…What you doin’, young man &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif;font-size:medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif;font-size:medium;"&gt;I’m paintin’ flowers he said&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;She said…It’s not the time for art young man&lt;br /&gt;And anyway flowers are green and red&lt;br /&gt;There’s time for everything young man&lt;br /&gt;And a way it should be done&lt;br /&gt;You’ve got to show concern for everyone else&lt;br /&gt;For you’re not the only one&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;And she said……..&lt;br /&gt;Flowers are red young man&lt;br /&gt;And green leaves are green&lt;br /&gt;There’s no need to see flowers any other way&lt;br /&gt;Than the way the always have been seen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;But the little boy said……&lt;br /&gt;There are so many colors in the rainbow&lt;br /&gt;So many colors in the mornin’ sun&lt;br /&gt;So many colors in a flower and I see every one&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Well the teacher said…You’re sassy&lt;br /&gt;There’s ways that things should be&lt;br /&gt;And you’ll paint flowers the way they are&lt;br /&gt;So repeat after me…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;And she said….&lt;br /&gt;Flowers are red young man&lt;br /&gt;And green leaves are green&lt;br /&gt;There’s no need to see flowers any other way&lt;br /&gt;Than the way they always have been seen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;But the little boy said….&lt;br /&gt;There are so many colors in the rainbow&lt;br /&gt;So many colors in a flower&lt;br /&gt;And I see every one&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;The teacher put him in a corner&lt;br /&gt;She said….It’s for your own good&lt;br /&gt;And you won’t come out ’till you get it right&lt;br /&gt;And all responding like you should&lt;br /&gt;Well finally he lonely&lt;br /&gt;Frightened thoughts filled his bead&lt;br /&gt;And he went up to the teacher&lt;br /&gt;And this is what he said…and he said&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Flowers are red, green leaves are green&lt;br /&gt;There’s no need to see flowers any other way&lt;br /&gt;Than the way they always have been seen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Time went by like it always does&lt;br /&gt;And they moved to another town&lt;br /&gt;And the little boy went to another school&lt;br /&gt;And this is what he found&lt;br /&gt;The teacher there was smilin’&lt;br /&gt;She said…Painting should be fun&lt;br /&gt;and there are so many colors in a flower&lt;br /&gt;So let’s use every one&lt;br /&gt;But that little boy painted flowers&lt;br /&gt;In neat rows of green and red&lt;br /&gt;And when the teacher asked him why&lt;br /&gt;This is what he said,..and he said&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Flowers are red, green leaves are green&lt;br /&gt;There’s no need to see flowers any other way&lt;br /&gt;Than the way they always have been seen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;*&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=qeJJOjb7fj4"&gt;Lirik lagu favorit&lt;/a&gt; tentang kebebasan berpikir dan berkarya. Semoga bisa menjadi cermin bagi para pendidik, termasuk saya. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:medium;"&gt;&lt;i&gt;Flowers is not only in red colors, we can found several different colors on them. Like science as well, we could find many colors in sciences...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:medium;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CC33CC;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Selamat Hari Anak Nasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-4790349037418707345?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/4790349037418707345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=4790349037418707345' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4790349037418707345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4790349037418707345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/07/flowers-are-red.html' title='Flowers are Red'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/TEiS5iuJ67I/AAAAAAAAAHY/fkoG2YXVnno/s72-c/multi%2Bcolor%2Bflowers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-9114595015280611569</id><published>2010-05-21T02:50:00.001+07:00</published><updated>2010-05-21T02:50:25.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>SONG IN YOUR BRAIN</title><content type='html'>&lt;a href="http://nitasukma.blog.friendster.com/2007/07/song-in-your-brain/?sms_ss=blogger"&gt;SONG IN YOUR BRAIN&lt;/a&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-9114595015280611569?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://nitasukma.blog.friendster.com/2007/07/song-in-your-brain/?sms_ss=blogger' title='SONG IN YOUR BRAIN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/9114595015280611569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=9114595015280611569' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/9114595015280611569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/9114595015280611569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/05/song-in-your-brain.html' title='SONG IN YOUR BRAIN'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-2188977127897485010</id><published>2010-05-08T14:22:00.023+07:00</published><updated>2010-05-09T04:22:21.325+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Travelling'/><title type='text'>Edensor Village</title><content type='html'>Rasa penasaran dengan cerita dalam novel Andrea Hirata, mendorong saya untuk mengunjungi Edensor. Hasil browsing lokasi Edensor (baca: EnZer) ternyata menunjukkan letaknya yang tidak jauh dari Nottingham. Ternyata desa Edensor itu terletak di Derby, dan saya relatif sering berkunjung ke Derby untuk gathering dengan teman-teman dari Indonesia. Dan saat yang dinanti itu akhirnya tiba juga. Sehari setelah acara KIBAR (Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya) Spring Gathering, saya bersama dengan teman-teman dari Nottingham dan Leeds akhirnya berangkat mengunjungi Edensor. Kebetulan juga libur easter masih tersisa 2 hari lagi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Malam hari sebelum berangkat, kami mencari rute angkutan umum menuju kesana. Ternyata informasinya relatif terbatas karena Edensor hanyalah sebuah desa kecil di Derby. Ada beberapa alternatif untukmenuju kesana. Alternatif pertama adalah menggunakan kereta, kemudian turun di Matlock dan disambung dengan bus dalam kota. Alternatif kedua menggunakan bus yang menuju ke arah Sheffield, turun di Bakewell, kemudian ganti bus dalam kota. Setelah melihat dan membandingkan jadwal kereta dan bus, kami memutuskan untuk naik bus National Exprees yang jadwalnya lebih pagi dibandingkan jadwal kereta dengan pertimbangan agar teman saya tidak terlalu sore nantinya untuk kembali ke Leeds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wokey deh....pagi harinya, setelah menyiapkan bekal makanan kami berangkat menuju Broadmarsh bus station, station bus di Nottingham. Kekacauan planning mulai terjadi disini. Untuk menuju Broadmarsh, biasanya saya masuk dari Broadmarsh Shopping Centre, tapi karena hari itu adalah Easter holiday, pintu masuk Broadmarsh Shopping Centre ditutup. Ya, untuk public holiday (atau bank holiday), tempat-tempat umum juga ikut tutup. Panik jelaslah, karena jadwal bus yang kami tuju tinggal 15 menit lagi, sedangkan karena pintu Broadmarsh Shopping Centre ditutup sehingga kami harus ambil jalan memutar untuk bisa sampai ke Broadmarsh bus station.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semi-berlari,  itulah yang kami lakukan agar bisa mengejar jadwal bus. Jam 8.40am akhirnya kami menginjakkan kaki di terminal Broadmarsh. Masih ada 5 menit lagi dari jadwal bus yang kami tuju. Platform 13 jadi tujuan kami, tapi setelah menunggu 15 menit, kok bus National Express yang kami tuju tidak ada. Saya berusaha bertanya ke informasi dan tempat penjualan tiket yang ada di station itu, tapi semua loket tiket dan informasi juga tutup karena public holiday. Ya sudahlah, memang belum rejekinya untuk berkunjung ke Edensor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil beristirahat, saya mengamati informasi jadwal bus yang tertempel di Platform 13 itu. Ternyata ada bus Trent Barton yang menuju ke Manchester. Membaca rute yang akan ditempuh bus itu, ternyata bus itu juga lewat Bakewell. Yup...ini bisa jadi alternatif. Kalaupun tidak sampai Edensor, setidaknya nanti sudah sampai Bakewell. Saat bus Trent Barton tiba, saya bertanya ke supir bus tersebut apakah bus ini akan lewat Bakewell. Dan dugaan saya benar, bus itu transit di Bakewell.  Tiket Nottingham-Bakewell hanya 8 GBP untuk pulang-pergi (return ticket), dan kami membeli zig-zag ticket. Zig zag ticket ini bisa digunakan untuk naik bus yang termasuk dalam grup company Trent Barton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu setengah jam perjalanan membawa kami ke Bakewell. Supir bus tersebut menurunkan kami di Bakewell market. Sampai Bakewell, celingak-celinguk lagi, tidak tahu harus naik bus apa dari Bakewell. Tapi untunglah, saya menemukan tourist information (yang tidak tutup) di Bakewell market tersebut. Dari situlah kami dapat info tentang bus yang bisa membawa kami ke Edensor. Bus nya hanya lewat 1 jam sekali. Pas sekali, ada jadwal jam 11.45, berarti kami masih punya waktu 15 menit untuk jalan menuju bus stop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih menguntungkan lagi, ternyata bus dalam kota tersebut termasuk dalam grup company Bus Trent Barton, sehingga kami masih bisa menggunakan ticket bus yang pertama tadi. Sesuai dengan petunjuk dari petugas tourist centre, saya bilang ke supir bus tersebut bahwa kami akan berhenti di Edensor Gate. Bus yang kami tumpangi ini relatif penuh juga, mungkin karena hari libur. Apakah mereka juga akan menuju Edensor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan bus dari Bakewell menuju Edensor selama 30 menit itu sepertinya sudah menunjukkan hasilnya. Bus sudah memasuki area pedesaan dengan padang rumput yang terhampar indah. Perjalanan bus itu berakhir pada sebuah bangunan seperti istana dengan taman yang indah. Inikah Edensor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh penumpang bus turun ditempat itu. Kami juga akan turun di tempat itu. Tapi tunggu, supir bus itu bertanya,apakah kami jadi untukberhenti di Edensor gate? O tentu Pak, karena itu tujuan utama kami. Dan ternyata, istana dengan taman yang indah itu bukan Edensor. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I will drop you at Edensor Gate",&lt;/span&gt; kata supir bus tersebut. Bus lalu berbalik arah dan kami diturunkan di pinggir jalan besar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"This is the Edensor Gate",&lt;/span&gt; begitu penjelasan supir bus. Hai.....inikah Edensor? Kok sepertinya bukan suatu object wisata? Mungkin supir bus itu juga menyimpan keheranan kenapa kami minta diturunkan di Edensor, padahal object wisata didaerah itu adalah istana dengan taman yang indah tadi. Atau mungkin juga dia sudah maklum, karena mungkin kami bukan orang pertama, yang berwajah Asia, yang minta diturunkan di Edensor he...he..he....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Edensor Gate, kami berjalan masuk. Apakah ini Edensor? Wah...kok tidak ada petunjuk apapun yang menyatakan kalo daerah itu adalah Edensor. Berjalanlah terus kami menyusuri jalan besar yang berbukit dengan hamparan rumput di pinggir jalan. Sampai akhirnya, ada bus stop yang menunjukkan bahwa tempat itu adalah EDENSOR........Ini buktinya:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XTiaMximI/AAAAAAAAAHQ/opAeKV5PW84/s1600/P4010657.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XTiaMximI/AAAAAAAAAHQ/opAeKV5PW84/s320/P4010657.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469009910613248610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bus stop di Edensor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(saya ada di bawah plang bus stop ini, sedang mengambil gambar bus stop )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yap......ternyata benar ini Edensor.Whaaa...senang sekali akhirnya bisa menemukannya. Untuk memenuhi janji dengan teman-teman saya di Solo, yang memang jadi fans berat novel Edensor, satu lagi gambar Edensor yang saya kirimkan untuk mereka, yang jelas harus ada tulisan Edensornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XKY1TeWGI/AAAAAAAAAGY/o_inGdp5c1E/s1600/P4010641.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 210px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XKY1TeWGI/AAAAAAAAAGY/o_inGdp5c1E/s320/P4010641.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468999850485766242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sertifikat Edensor, akhirnya ditemukan juga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diceritakan Andrea di novelnya, Edensor adalah sebuah desa yang tenang dengan rumah-rumah yang terbuat dari batu. Yang mengesankan bagi saya selama berjalan di Desa Edensor ini adalah orang-orang yang ramah. Edensor adalah desa yang sepi, jadi saat kami berjalan menyusuri desa itu, jelas sekali terlihat bahwa kami adalah orang asing. Tapi mereka tetap menyapa dengan ramah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"are you all right?"&lt;/span&gt; sapaan khas orang-orang midlands. Penduduk yang menyenangkan, seperti gambaran desanya, ramah dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XMh33jhgI/AAAAAAAAAGg/BqLUIsqriEw/s1600/P4010645.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 302px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XMh33jhgI/AAAAAAAAAGg/BqLUIsqriEw/s320/P4010645.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469002204816049666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XM0DHJjsI/AAAAAAAAAGo/7I1DHLtC4NI/s1600/P4010649.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 305px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XM0DHJjsI/AAAAAAAAAGo/7I1DHLtC4NI/s320/P4010649.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469002517071892162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perkampungan di Edensor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edensor hanyalah sebuah desa kecil, dalam waktu satu jam, kami sudah selesai mengeksplorasi wilayah Edensor. Setelah istirahat makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke Istana dengan taman yang indah, dimana tadi banyak wisatawan yang berhenti disana. Berjalanlah kembali kami kesana. Ternyata, tempat wisata itu bernama Peak District, dan Istana indah itu adalah Chatsworth House, tempat tinggal dinasty Dukes of Devonshire, penguasa wilayah tersebut. Dan Edensor termasuk dalam wilayah milik Duke of Devonshire juga. Oohhh...itu sebabnya kenapa Chatsworth house ini lebih terkenal di UK dibandingkan Edensor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XPy5NPWxI/AAAAAAAAAHA/Ww80JOfaESU/s1600/P4010660.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XPy5NPWxI/AAAAAAAAAHA/Ww80JOfaESU/s320/P4010660.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469005795768097554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XP-xdqURI/AAAAAAAAAHI/WTGqJYao7BU/s1600/P4010666.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 300px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XP-xdqURI/AAAAAAAAAHI/WTGqJYao7BU/s320/P4010666.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469005999847919890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chatsworth House dengan tamannya yang indah&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas mengelilingi Peak District, kami memutuskan untuk pulang karena hari semakin sore. Saya berpisah arah dengan teman saya dari Leeds karena mereka kembali ke Leeds melalui Sheffield, sedangkan saya kembali lagi ke Bakewell untuk kemudian meneruskan perjalanan ke Nottingham. Bus yang ditunggu akhirnya datang juga. O lala....ternyata supir bus nya sama dengan yang membawa kami ketika berangkat tadi. Dia tersenyum ramah pada kami. Thanks pak, berkat Bapak kami akhirnya sampai Edensor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran untuk mengambil rute pulang yang berbeda, saat bus melewati Matlock, akhirnya saya dan teman berhenti di Matlock.  Gadis yang duduk di depan saya memberi info bahwa akan ada bus Trans Peak dari Matlock menuju Nottingham, tapi kadang memang sedikit terlambat dari jadwal. Ya tidak apa-apalah, hitung-hitung sekalian menikmati Matlock. Bus Trans Peak inilah yang akhirnya membawa kami kembali ke Nottingham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edensor....oh Edensor.....akhirnya kami bisa mengunjungimu. Ayo temans, kalo ada yang mau berkunjung ke Edensor, saya siap mengantar. Saya siap mengantar keliling Eropa....sampai Afrika...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(posting sembari menunggu waktu Isya' yang semakin larut&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-2188977127897485010?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/2188977127897485010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=2188977127897485010' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/2188977127897485010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/2188977127897485010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/05/edensor-village.html' title='Edensor Village'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S-XTiaMximI/AAAAAAAAAHQ/opAeKV5PW84/s72-c/P4010657.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-4132539985730167233</id><published>2010-04-11T21:38:00.003+07:00</published><updated>2010-04-11T23:40:32.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>High-Trust Society</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arti "trust" yang saya ambil dari Cambridge Advance dictionary adalah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;to have belief or confidence in the honesty, goodness, skill or safety of a person, organization or thing&lt;/span&gt;" yang kalo dalam istilah bahasa Indonesianya adalah "kepercayaan terhadap kejujuran seseorang, organisasi, atau sesuatu hal". Biasanya istilah ini digunakan dalam bidang ekonomi, dimana biasanya dikaitkan dengan tingkat korupsi yang terjadi pada suatu negara. Dari sebuah tulisan yang pernah saya baca (&lt;a href="http://www.free-eco.org/articleDisplay.php?id=566"&gt;http://www.free-eco.org/articleDisplay.php?id=566&lt;/a&gt;), negara-negara maju dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik cenderung memiliki level kepercayaan yang lebih tinggi terhadap sesuatu, dan dikenal sebagai "high-trust society". Sedangkan untuk komunitas yang memiliki level kepercayaan yang rendah terhadap sesuatu, dikenal sebagai "low-trust society" dan biasanya komunitas ini tingkat kesejahteraannya lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori yang saya baca itu sepertinya memang ada benarnya. Berdasarkan pengalaman selama tinggal di UK, memang saya mengakui bahwa level kepercayaan masyarakat disini lebih tinggi, dan memang UK termasuk dalam negara dengan tingkat kesejahteraan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu yang lalu, student card saya mengalami masalah. Student card itu biasa saya gunakan untuk akses masuk ke dalam gedung dan laboratorium, dan sekaligus bus pass saya juga tergabung dalam student card tersebut. Untuk alasan kepraktisan, saya biasa mengisi bus pass dalam student card itu untuk periode 3 bulan atau sekitar 93 hari. Akhir Maret lalu saya baru saja top-up bus pass untuk 3 bulan kedepan. Masalah pada student card itu juga saya rasakan juga sejak akhir Maret yang lalu. Untuk akses dalam gedung, kadang card itu bekerja dengan baik, kadang juga tidak. Untunglah saya biasa datang pada saat jam orang-orang mulai ramai berdatangan, jadi kalau kartu saya tidak bekerja, saya tinggal menunggu orang lain datang, dan saya mengikuti dibelakangnya. Jadi selamat deh bisa masuk gedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru menganggap problem student card saya itu serius saat saya naik tram di city centre bersama teman. Karena saya berlangganan bus dan tram, pada waktu kondektur memeriksa karcis, saya tinggal menyerahkan kartu saya ke kondektur. Kondektur lalu akan mengecek kartu saya dengan alat khusus untuk kartu langganan. Nhaaa...masalah muncul saat di cek menggunakan mesin pengecek kartu, sensor mesin itu menyala merah, yang berarti kartu saya tidak diterima. Kalo kartu saya expired, jelas tidak mungkin, karena waktu itu saya baru mengisinya 3 hari yang lalu untuk bus pass nya.  Saya agak panik, karena saat itu saya tidak membawa koin untuk membayar tram. Tapi penjelasan dari Ibu Kondektur tram, bikin saya lega. Dia bilang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Look at this...baby, the file in your card is corrupt, so it didn't work. But you don't need to pay for this tram, let check your card as soon as possible, and save for your money"&lt;/span&gt; sambil tetap tersenyum kepada saya. Oohhh..baiknya Ibu itu, dan dia percaya kalo kartu saya itu memang ada bus pass-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak mau bermasalah lagi dengan akses gedung dan bus pass, segera setelah libur easter berakhir, saya segera mengurus masalah kartu saya ke security office. Ternyata peyebab masalah itu adalah adanya retakan kecil pada kartu saya, sehingga data elektronik yang tersimpan dalam kartu tidak bisa terbaca. Saya juga baru tahu setelah security officer itu memperlihatkan belahan kecil pada pojok kanan atas kartu saya. Menurut analisa security officer, retakan itu terjadi karena saya meletakkan kartu itu di saku celana, sehingga kalo saya duduk, ada kemungkinan kartu itu patah akibat terlipat. He...he..he...kok dia tahu ya kalo saya sering menyimpan kartu itu disaku. Memang untuk alasan kemudahan, karena saya sering berpindah-pindah gedung, kartu itu saya masukkan ke saku samping celana. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keep your card in wallet or purse," &lt;/span&gt;begitu pesan security officer setelah selesai mencetak ulang kartu saya. Okey deh.....tapi bagaimana dengan bus pass saya? Menurut penjelasan security officer, kartu itu dicetak dengan barcode yang sama dengan kartu sebelumnya sehingga semua data yang ada pada kartu lama otomatis juga akan ada di kartu baru. Oh...begitu ya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses gedung lebih lancar setelah dapat kartu baru. Tapi, ketika pulang dari kampus, saat menempelkan kartu saya di mesin pembaca kartu dalam bis.  Kartu saya tidak bekerja....!!! Mana saya nggak ada uang receh lagi, karena bus tersebut tidak menyediakan kembalian........panik sekali. Untungnya supir bis itu baik hati, dia bertanya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Did you use it before?". "Yes, but I had changed the card today and have new card with me," &lt;/span&gt;saya berusaha menjelaskan. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oke darling, check your card again on the bus tomorrow morning, and explain to the driver that you had a new card. And activate your card in your university card office tomorrow,"&lt;/span&gt; katanya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;and please get in the bus".&lt;/span&gt; Oooohhh.....baiknya si Bapak driver. Esok paginya, saat akan berangkat kampus, saya menjelaskan kepada driver-nya tentang masalah kartu saya sehingga saya bisa naik bus tanpa membayar. Dan masalah kartu dan bus pass itu akhirnya selesai setelah saya melakukan aktivasi ulang ke kantor pusat perusahaan bus tersebut di City Centre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dalam hal ini adalah betapa mereka begitu percaya terhadap seseorang. Mereka, para bus driver dan kondektur tram itu, percaya saja bahwa memang saya punya bus pass yang menempel di kartu dan kartu saya sedang dalam masalah. Padahal ada kemungkinan juga bahwa saya adalah seseorang yang tidak punya bus pass tapi hanya mengaku bahwa kartu saya sedang dalam masalah. Pada saat saya menyerahkan kartu dan kartu saya tidak bekerja, mereka juga tidak minta bukti lain seperti kuitansi pembelian bus pass atau yang lainnya. Padahal, kalo di Indonesia.......hmmm....kemungkinan saya bisa dimintai surat keterangan dari sekolah kalo kartu saya rusak, kuitansi pembelian bus pass, plus diwawancarai oleh petugas dengan wajah curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan saja kejadian diatas dengan kejadian yang saya alami di kampus tempat saya bekerja di Indonesia. Dulu, sekitar tahun 2002, institusi tempat saya bekerja belum mencetak ID-card untuk dosen maupun karyawan, sehingga memang tidak ada tanda pengenal yang jelas apakah ini dosen, karyawan, atau tamu. Untuk mahasiwa, malah sudah ada tanda pengenal yang jelas yaitu Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Saat itu, sistem parkir motornya adalah dengan menggunakan karcis parkir dimana nomor kendaraan ditulis pada karcis parkir oleh petugas parkir. Karena saya sering teledor, karcis parkir itu hilang, mungkin tidak sengaja terlipat dan terbuang, karena karcis parkir itu seperti potongan kertas kecil dari kertas buram. Pada waktu akan pulang, karena menyadari keteledoran saya, saya menyerahkan STNK motor saya kepada petugas parkir sebagai bukti bahwa saya mengambil kendaraan saya (bukan kendaraan orang lain). Saya kira ini sudah cukup sebagai bukti, tapi ternyata tidak. Petugas parkir memandang saya dengan curiga, mungkin karena saya orang baru juga di kampus itu sehingga beliau belum mengenali wajah saya. Petugas parkir itu berkata," Wah.....kok karcis parkir e iso ilang mbak....mana KTM nya, supaya bisa saya catat dibuku". Karena tidak punya KTM, saya bilang ke petugas parkir bahwa saya tidak punya KTM karena saya adalah Dosen. Eh...si Bapak malah tambah curiga. " Dosen....? Dosen mana....", walah....kok nggak dipercaya ya kalo saya dosen, padahal menurut saya, saat itu saya sudah berpenampilan "dosen banget" githu loh.....Bingung juga, wong memang saya tidak punya tanda pengenal sebagai dosen dan SK pengangkatan sebagai dosen saya tinggal di rumah (karena saya kira tidak akan berguna untuk mengurus parkir). Untungnya ada serombongan mahasiswa saya yang akan parkir karena mereka ada kegiatan di kampus sore itu. Mahasiswa saya menegur saya "baru pulang Bu?". Teguran yang menyelamatkan saya, karena petugas parkir itu jadi percaya kalo saya dosen di institusi itu akibat teguran mahasiswa terhadap saya tadi. Tapi tetap saja pak petugas parkir itu bilang lain kali karcis parkirnya jangan hilang lagi ya, atau nanti kalo hilang lagi, saya boleh pulang kalo sudah tidak ada motor lain selain motor saya di tempat parkir itu. Gubrakkk......apa bukti STNK motor belum cukup ya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah....bagaimanapun, memang harus diakui, bahwa negara kita mungkin termasuk yang kurang sejahtera sehingga memiliki kepercayaan yang rendah terhadap sesuatu hal, seperti teori yang saya sebutkan diatas tadi. Lihat saja, kalo berurusan dengan birokrasi dan dokumen penting, selain dokumen harus dilegalisir, yang asli juga harus dibawa, karena ditakutkan yang hasil legalisiran itu adalah palsu. Ha...ha..ha...repot banget ya. Waktu saya menghadiri konfrensi di Malaysia, panitia dibuat geger karena saya minta cap asli pada SPPD saya, karena kalo tidak cap asli, SPPD saya tidak diterima di institusi saya. Padahal, mereka, di Malaysia jarang menggunakan cap-cap an seperti itu untuk mengecek keaslian dokumen. Ini juga contoh high-trust society dan Malaysia juga termasuk negara dengan tingkat kesejahteraan yang baik, iya 'kan...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagaimana membangun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;high-trust society &lt;/span&gt;di negara kita, Indonesia? Ditingkatkan kesejahteraannya dulu, atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;high-trust society&lt;/span&gt; yang membuat negara bisa sejahtera? Mungkin menjawab pertanyaan ini seperti menjawab "lebih dulu mana....telur atau ayam.....??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S8H6qkvXizI/AAAAAAAAAGA/FtOBDgYvkQk/s1600/trust.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S8H6qkvXizI/AAAAAAAAAGA/FtOBDgYvkQk/s200/trust.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458919832673553202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-4132539985730167233?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/4132539985730167233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=4132539985730167233' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4132539985730167233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4132539985730167233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/04/high-trust-society.html' title='High-Trust Society'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S8H6qkvXizI/AAAAAAAAAGA/FtOBDgYvkQk/s72-c/trust.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-6903088428429329221</id><published>2010-03-28T16:18:00.006+07:00</published><updated>2010-03-28T17:55:52.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life Style'/><title type='text'>Party</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Minggu kemarin, saya menghadiri birthday party labmate saya di chemistry lab. Meskipun judulnya "party", jangan dibayangkan adanya ruangan penuh lampu, musik yang berdentum dan orang-orang yang berdisko dalam ruangan. Pada prinsipnya, birthday party disini ya seperti kalo kita syukuran atau tasyakuran di hari ulang tahun, jadi hanya makan dan minum saja. Cuma memang istilah yang tepat untuk event ini adalah "party"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kali ketiga saya menghadiri party disini. Pengalaman pertama saya adalah menghadiri christmas lunch party. Christmas memang sepertinya sudah menjadi budaya bagi orang-orang eropa, jadi sepertinya malah tidak terkait dengan "religious". Sejak bulan November, biasanya sudah ada edaran-edaran untuk christmas dinner atau christmas lunch di group-group research. Tiap research grup mengadakan acara christmas meal ini dengan versinya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup research saya, tissue engineering group, mengadakan dua macam acara christmas meal, christmas lunch dan christmas dinner. Karena saat itu sudah masuk winter, dan siang hari begitu pendek, saya ikut dalam acara christmas lunch saja. Lagipula saya penasaran christmas party di UK itu seperti apa. Dipilihlah Restaurant Petit Paris di City Centre untuk acara ini. Ini adalah restaurant yang menyediakan makanan perancis. Whaaa....jadi tambah penasaran pengin ikut mencoba masakan perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at siang, kami meninggalkan kampus menuju lokasi acara. Bersama-sama tentunya. Sampai disana, meja yang kami pesan sudah disiapkan. Pada tiap meja, sudah ada kado kecil yang diikat pita pada kedua ujungnya. Apa ya isinya??? saya juga penasaran, kado christmas-kah? saya coba mengguncang kado itu....bunyinya seperti ada barang kecil didalamnya. Crackers...??? mungkin juga. Kita lihat saja nanti. Trus, kami juga diberi topi dari kertas warna warni, untuk dipakai. Jadi seperti pesta ultah waktu kecil dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar menu pun diedarkan. Wah bingung, mau pesan apa, karena semua berbahasa perancis. Saya berkata dalam hati, ya kalo terpaksa ya pesan menu vegetarian, karena alternatif ini lah yang paling aman untuk muslim seperti saya yang tidak bisa makan daging atau ayam sembarangan. Mau pesan seafood, nggak tau seafood itu bahasa perancisnya apa. Untunglah ada Asma, third year student yang duduk kebetulan berhadapan dengan saya. Dia sepertinya membaca kebingungan saya. Asma juga seorang muslim. Dia langsung menjelaskan tiap menu itu isinya apa saja. Kebetulan ada menu ikan salmon dengan saus. Siiippp, saya akhirnya pesan itu dan cheese cake dengan winter fruit untuk dessert-nya. Untuk minum, saya pilih coke saya, untuk mengantisipasi kalo-kalo nanti makanan yang saya pesan bikin eneg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu pesanan disiapkan, saatnya membuka kado-kado yang ada didepan kita. Cara membukanya juga unik sekali. Kita harus saling menarik ujung pita kado yang dimiliki oleh teman kita. Untukmembuka kado itu, saya berpasangan dengan Toby. Bingung cara membuka, tapi untungnya Toby memberi petunjuk, "pull it", Oke deh, tarik, ternyata ada suara petasan saat pita ditarik. Saya penasaran melihatt isinya. O...o.., ternyata mainan kecil dari plastik, yang kalo di Indonesia biasa dijual di penjual balon untuk anak-anak. Saya dapat gasing kecil, Toby dapat butterfly. Dan didalam kado itu ada selembar kertas kecil yang isinya tebak-tebakan yang kita baca didepan teman-teman, trus teman yang lain menebak jawabannya dengan jawaban yang lucu-lucu. Seperti plesetan lah, kalo di Indonesia. karena nggak begitu mengerti bahasa gaul orang UK, kadang jawaban yang dianggap lucu, saya nggak bisa ngerti lucunya dimana. Tapi ya sudahlah...ikutan tertawa saja. Yang penting suasana jadi "fun". Acara ini lumayan berguna sambil menunggu pesanan datang. Dan disinilah saya jadi bisa mengambil kesimpulan bahwa christmas meal ini hanya bagian dari budaya, bukan sesuatu yang religious, karena sepanjang acara ya isinya hanya ngobrol-ngobrol dan tebak-tebakan saja, tidak ada acara berdo'a bersama menyambut christmas. Dan tidak ada seorang pun yang berbicara kalo nanti Christmas tiba mau berdoa di gereja mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara party yang kedua adalah Birthday Party dari Andrea, teman dari portugis. Andrea tidak satu lab dengan saya, tapi kami masuk pada tahun yang sama, saya mengenal dia sewaktu induction program untuk new students di kampus. Karena dia Portugis, acara diselenggarakan di Restoran Portugis di daerah Hyson Green,Nottingham. Sebelum acara, saya bertanya ke Andrea apakah restoran itu menyediakan makanan untuk vegetarian atau tidak. Dan ternyata, info dari Andrea, masakan portugis itu terkenal dengan seafoodnya, jadi amanlah untuk saya yang tidak bisa makan daging dan ayam sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Andrea's Birthday Party ini diselenggarakan jam 7 malam. Padahal saat itu sudah winter, Whaaa....dingin sekali rasanya harus keluar rumah malam-malam. Tapi ada perasaan nggak enak kalo tidak datang, karena saya kenal cukup baik dengan Andrea. Format birthday party Andrea ini beda lagi. kami disuguhi berbagai snack, seperti gorengan atau bala-bala menurut saya, dari bahan ikan. Macamnya banyak sekali. Gorengan ini terus mengalir selama kita ngobrol. Kemudian dilanjutkan dengan "drink". Karena saya tidak minum wine, jadi saya juga ikutan "drink" dengan air mineral sajah...he..he...he..... Satu lagi pengetahuan yang saya dapat dari ikutan party seperti ini. Ternyata untuk teman minum wine, biasanya snacknya adalah kacang atau buah zaitun (olive) yang (kelihatannya) direbus. Dan memang acara party ini fokus ke bertukar cerita, jadi makanan utama baru keluar setelah jam 10 malam. Tiwas saya membayangkan kalo birthday party itu nanti ada suara musik berdentum he...he...he.... Acara birthday party ini selesai jam 11 malam, dan saya pulang ke rumah dalam keadaan setengah beku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S68qH0p1JVI/AAAAAAAAAF4/dYpmh2mQxAU/s1600/AndreaBirthday.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S68qH0p1JVI/AAAAAAAAAF4/dYpmh2mQxAU/s200/AndreaBirthday.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453623987650504018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Birthday Party di Restaurant Portugis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Itu tuh....saya yang di pojok belakang tengah......:-) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Party yang ketiga adalah birthday party yang saya hadiri hari minggu kemarin. Sewaktu diundang, karena tidak mau pulang dalam keadaan beku lagi, saya bertanya dulu tentang jam acara. Ternyata jam 1 siang, waktu lunch. Okie...dokie...kalo begitu, saya langsung meng-iya-kan untuk join. Dan tempat yang dipilih adalah Corner House, satu tempat dengan cineworld, tempat saya &lt;a href="http://nita-sukma.blogspot.com/2010/02/nonton-ke-bioskop-nyookk.html"&gt;menonton bioskop&lt;/a&gt;. Yihaaa....akhirnya dapat kesempatan juga makan-makan ditempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari minggu siang saya berangkat dari rumah. Kami berjanji ketemuan di lantai 1 Corner House. Ternyata waktu saya tiba, baru Fadi, yang berulang tahun, yang datang. Sembari mengunggu, kami membicarakan tujuan makan siang nanti. Ada banyak alternatif di Corner House, ada restoran italia, Restoran China, restoran Mexico....wah...jadi bingung. Saya bilang ke Fadi, pada prinsipnya saya tidak masalah mau pilih restoran mana saja, tapi kalo bisa yang menyediakan menu untuk vegetarian atau ada seafoodnya. Fadi cukup mengerti, karena meskipun dia seorang christian, tapi dia berasal dari Syiria, negara yang juga mayoritas muslim, jadi dia tahu alasan saya tanpa saya harus menjelaskan panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua teman datang, kami melihat-lihat restoran di Corner House. Chinesse food juga kelihatannya enak, dan ada menu untuk vegetariannya. Tapi karena salah satu teman saya, Shaun berasal dari Taiwan, dan tentunya dia merasakan masakan chinesse di menu makanan dia sehari-hari, jadi kami memutuskan untuk ke restoran Italia, Bella Italia. Kasihan Shaun kalo harus merasakan masakan cina lagi he..he...sama aja bukan party bagi dia.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memesan pasta dengan topping prawn dan smoked salmon dan raspeberry juice. Bayangan saya tentang oregano yang menyengat dimasakan italia, ternyata hilang, saya tetap doyan aja tuh. Padahal, kalo di Indonesia, saya kurang bisa mentolerir aroma oregano di Pizza (dengan merek Pizza Hut), sehingga kalo makan pizza harus didampingi dengan minum coke yang banyak...he..he..he...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ndeso&lt;/span&gt; ya..... Tapi pasta prawn dan salmon yang kemarin saya pesan, enak banget lho, tidak bikin eneg, atau mungkin nggak pake oregano...??? tidak taulah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Fadi's birthday ini, tidak ada acara "drink" karena acara siang hari. Satu lagi pengetahuan yang saya dapat, ternyata acara drink wine itu hanya untuk acara malam hari. Mungkin kalo minum wine siang hari jadi panas banget kali yee....... Lagipula nanti mereka pulang dari party jadi nggak bisa menyetir mobil, karena aturan di UK, orang yang sedang dalam keadaan mabuk dilarang mengemudikan kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara utama Fadi's birthday party ini adalah ngobrol-ngobrol, dan tentunya "cheers" untuk birthday party ini. Dan topiknya mulai dari masalah umur sampai ngerasani supervisor (suatu hal yang dilakukan oleh mahasiswa thd supervisornya, baik di Indonesia atau di UK). Dan tebak-tebakan masalah umur lagi, ternyata birthday party ini adalah ultah Fadi yang ke 26. Lho...saya kira malah dia seumur dengan saya. Dan waktu tebak-tebakan umur, saya lah yang paling tepat menebak umur mereka. Bagi saya itu mudah, karena mereka pasti berusia antara 23-27 tahun. Sedangkan waktu mereka menebak umur saya, salah besar tentunya, dan bikin mereka kaget waktu saya bilang umur saya 31 tahun he..he..he... Shaun sampai bilang, " I thought that you are at the same age with Veeren". Duh.....untungnya Veeren nggak datang birthday party ini, kalo tidak dia bisa marah disamakan dengan yang berusia 30an. Veeren masih berusia 23 tahun, dan baru lulus master degree setahun yang lalu. &lt;a href="http://nita-sukma.blogspot.com/2010/02/how-old-are-you.html"&gt;Teori tentang usia&lt;/a&gt; dari saya ternyata terbukti lagi ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya soroti dari setiap party yang diadakan ini, tiap orang selalu membayar sendiri apa yang mereka makan. Jadi jangan dibayangkan kalo yangg berulang tahun yang mentraktir teman-temannya seperti kalo di Indonesia. Pun saat christmas meal, kami membayar makanan masing masing, bukan menggunakan uang kas dari lab. Satu pelajaran lagi yang saya ambil, bahwa dengan membayar sendiri makanannya, menunjukkan perhatian yang besar pada temannya yang mengadakan acara dengan cara bersedia datang dan membayar makanannya sendiri. Padahal sering kalo di Indonesia, acara syukuran atau buka puasa bersama terlihat sepi karena tidak ada yang datang dengan berbagai alasan, padahal hanya tinggal datang, makanan sudah disediakan oleh yang punya hajat. Apalagi kalo diminta bayar sendiri ya......mungkin sama sekali tidak ada yang datang. Kesediaan menunjukkan perhatian ke orang lain ini yang patut kita contoh. Nanti, kalo pulang ke Indonesia, saya mau mengadakan tasyakuran untuk PhD saya nanti di restoran dengan meminta para tamu membayar sendiri makanannya, kira-kira bagaimana ya reaksinya???? Kayaknya stempel "PELIT" akan melekat pada saya seumur hidup.....:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Lain ladang lain belalang, lain lubuk ikannya.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.....................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(jangan bingung, saya cuma mau mengingat peribahasa yang diajarkan waktu eSDe)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-6903088428429329221?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/6903088428429329221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=6903088428429329221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/6903088428429329221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/6903088428429329221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/03/party.html' title='Party'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S68qH0p1JVI/AAAAAAAAAF4/dYpmh2mQxAU/s72-c/AndreaBirthday.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-3070176885811406096</id><published>2010-02-28T20:19:00.013+07:00</published><updated>2010-03-01T02:03:46.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Nonton (ke) Bioskop Nyookk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malam minggu, aye pergi ke bioskop....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memang malam minggu paling cocok digunakan untuk pergi nonton ke bioskop seperti lagu dari alm. Benyamin S. Lagipula, selama di Nottingham, saya belum pernah pergi nonton ke bioskop, atau kalo orang bule bilang "cinema". Sebenarnya niat nonton ini sudah ada waktu tahun baru lalu, tapi pada waktu tahun baru kemarin, bus kota tidak ada yang beroperasi. Kalo bus kota libur, tentunya sulit bagi saya yang memang hanya punya "mobil besar" itu untuk mengantar jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Booming film Bollywood "My name is Khan" juga sampai di Nottingham. Itu sebenarnya gara-gara saya membaca status teman-teman Indonesia di Facebook yang katanya sampai antri beli tiket untuk nonton film ini. Setelah saya lihat trailer nya di Youtube, dan kayaknya bagus, akhirnya saya dan teman memutuskan untuk menonton film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioskop mana ya yang dipilih? Setelah browsing, pilihan kami jatuh pada Cineworld, karena hari dan waktunya sesuai dengan kebutuhan. He..he..he...ini pertama kali saya nonton bioskop diluar negara RI tercinta. Saya pergi nonton ke Cinema bersama seorang teman yang juga dari Indonesia, dan sama-sama belum pernah pergi nonton bioskop selain di Indonesia. Akhirnya kami memutuskan untuk menontin pertunjukan jam 4.30pm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hari itu adalah malam minggu, timbul juga kekhawatiran kalo nanti tidak kebagian tiket. Kan sayang rasanya kalo acara nonton yang sudah dinantikan jadi batal gara-gara kehabisan tiket. Akhirnya saya melalukan "booking" tiket online. Untuk student, harga tiketnya adalah 5.20 GBP, dan booking fee 0.70 GBP karena saya booking online. Booking fee ini hanya dikenakan untuk pemesanan tiket online. Jadi kalo beli langsung di  loket, tidak ada booking fee. Cukup murah kan untuk ukuran student, dibandingkan dengan harga tiket untuk umum yang 7.5 GBP. Memang student card di UK sangat berguna sekali, seperti saat saya berkunjung ke &lt;a href="http://nita-sukma.blogspot.com/2010/01/visit-liverpool.html"&gt;Liverpool&lt;/a&gt;. Sisa sekitar 1.5 GBP kan bisa dipakai untuk beli cappucino dan sepotong flapjack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfirmasi pembelian tiket online, dilakukan melalui e-mail dan sms ke no HP saya. Instruksi untuk penukaran tiket hanya meminta untuk memasukkan kartu debit yang saya gunakan untuk pembayaran ke mesin ticket collection yang ada di foyer gedung bioskop.  Meskipun agak belum bisa membayangkan mesinnya itu seperti apa dan bagaimana proses penukarannya, ya sudahlah, saya simpan baik-baik konfirmasi lewat sms itu, karena disana menyebutkan no referensi tiket yang saya pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 3.45pm, saya dan teman berangkat ke gedung bioskop. Tentunya tidak bergandengan tangan seperti pada lagu Nonton Bioskop. Teman saya nonton sesama wanita, nanti malah aneh 'kan kalo bergandengan tangan. Lokasi Cineworld terletak di The Corner House, Nottingham, dekat dengan city centre. Untuk menuju kesana, kami menggunakan tram. Meski sudah beberapa bulan di Nottingham, baru kali ini saya masuk ke Corner House. Ternyata bukan hanya bioskop, Corner house juga menawarkan banyak restoran didalamnya. Boleh juga lah dicoba lain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S4q9IhnmZ5I/AAAAAAAAAFw/Il_akjJRf1I/s1600-h/CornerHouse+%28polymorp%27s+photostream%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 133px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S4q9IhnmZ5I/AAAAAAAAAFw/Il_akjJRf1I/s200/CornerHouse+%28polymorp%27s+photostream%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443371053791733650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Didalam gedung ini ada Cineworld, tempat kami nonton bioskop&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(taken from Polymorp's Photostream)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Celingak-celinguk masuk gedung bioskop, saya dan teman mencari mesin ticket collection disekitar foyer. Oohh......ternyata mesin itu lagi dikerubuti beberapa orang yang sedang menggambil tiket. OK...Let's try how to collect tickets from the machine. Sesuai instruksi, saya masukkan debit card saya, dan sesaat setelahnya mesin meminta nomer PIN. Setelah PIN saya masukkan, pada mesin bertuliskan "find the order".....kira-kira 30 detik kemudian, keluar 2 tiket beserta receipt. Hmmm....benar-benar mesin yang cerdas (ya iya lah....namanya juga mesin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai petunjuk di tiket, kami segera menuju screen 14, dimana film "My name is Khan" diputar. Masuk ruangan.....ternyata ruangannya kecil, tidak seperti di Indonesia, kira-kira hanya setengah dari rungan bioskop 21 di Indonesia. Kursinya juga sekitar 10 baris dan tiap baris kira-kira berisi 12 kursi yang dipisahkan dengan jalan (aisle) tepat dibagian tengah. Bingung juga untuk mencari tempat duduknya. Tidak ada petugas yang berjaga di depan pintu ruang. Tiket yang saya pegang hanya bertuliskan "Screen 14, seat GA, Row GA". Saya dan teman berusaha mencari Row yang bertuliskan GA, tapi kok  nggak ada ya. Akhirnya kami duduk sesuai pilihan kami saja, toh nanti kalo ada penonton lain yang baru datang dan ternyata empunya kursi, kami akan pindah. Hingga film akan dimulai, dan ruangan hampir penuh, tidak ada yang komplain mengenai tempat duduk yang kami duduki. Saya jadi mengambil kesimpulan, berarti duduknya bisa milih sendiri, cepet-cepetan datang aja. Sssstt, sampai saat ini saya juga nggak tau arti "GA" yang ada di tiket itu apa.&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;br /&gt;Mengamati orang-orang yang nonton dalam ruangan itu, ternyata rata-rata berwajah India, dan Timur tengah, hanya ada 2 orang yang berwajah melayu (ya hanya saya dan teman.......) dan 2 bule. Mungkin karena film Bollywood kali yeee.....jadi nggak banyak bule yang tertarik menonton. Rata-rata penonton membawa sekotak popcorn ukuran sangat besar, seperti di film "Mr Bean" yang pernah saya lihat. Jadi kesimpulan saya, popcorn memang identik dengan acara nonton bioskop. Dan karena jam 4.30pm di UK saat ini sudah mulai gelap, sebagian dari penonton membawa dinner. Jadi heboh banget bawaannya. Saya malah berfikir, kenapa didalam bioskop tidak diberi meja bundar sekalian ya, supaya para penonton bisa santap malam dengan nyaman dengan duduk mengelilingi meja bundar itu (feel like home he....he..he...). Dan saya terbayang nasi rawon dan sambal terasi (masakan teman hari itu) yang tidak saya bawa. Kan lumayan, sambil nonton, sambil makan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 4.30 tepat layar dibuka. Tapi alamak....iklannya hampir 30 menit sendiri. Film baru mulai sekitar jam 5. Saat sedang menonton, layar tiba-tiba jadi gelap. Oh...sudah selesaikah filmnya? Durasi film (dari info yang saya lihat) sekitar 2 jam. Saya melihat jam tangan saya, masih jam 6, berarti film belum selesai. Tapi kenapa layar jadi gelap dan lampu ruangan menjadi terang? Melihat sekeliling saya, para penonton itu sebagian ada yang keluar. Ooooo....ternyata untuk memberi kesempatan para penonton jeda sejenak untuk pergi ke toilet atau membeli makanan-minuman. Kira-kira 15 menit kemudian, film kembali diputar. Untunglah, saya tidak pulang saat layar padam dan lampu ruang terang, berarti itu hanya dapat separuh film kan. Tapi bagus juga ya ide memberi jeda ditengah-tengah film diputar itu. Jadi para penonton tidak terganggu dengan penonton lain yang sering kali lalu lalang di depan layar untu keluar sekedar membeli minuman atau ke toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang saya tonton kemarin cukup menarik juga. Bisa membikin tertawa dan kemudian menangis. Jam sudah menunjukkan pukul 7.30 pm saat film selesai diputar. Keluar dari Corner House, sudah ramai dengan orang-orang yang bersiap untuk dugem di malam minggu. Karena sudah terlalu malam untuk pulang ke rumah, saya memutuskan untuk menginap di rumah teman saja. Benar-benar pengalaman yang menyenangkan sekali, pertama kali nonton bioskop di negeri orang. Sampai di rumah teman, nasi rawon plus sambal terasi sudah menanti untuk disantap. Kayaknya boleh juga tuh, kalo lain kali nonton lagi, saya mau sangu makan malam: nasi rawon, sambel terasi, kerupuk udang......hmmmmm.....pasti nikmat nonton bioskop sambil makan malam. Kira-kira, penonton yang lain akan komplain nggak ya dengan aroma sambel terasi yang saya bawa......???&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-3070176885811406096?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/3070176885811406096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=3070176885811406096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/3070176885811406096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/3070176885811406096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/02/nonton-ke-bioskop-nyookk.html' title='Nonton (ke) Bioskop Nyookk'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S4q9IhnmZ5I/AAAAAAAAAFw/Il_akjJRf1I/s72-c/CornerHouse+%28polymorp%27s+photostream%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-4236156390940133418</id><published>2010-02-21T03:43:00.004+07:00</published><updated>2010-02-21T05:13:51.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>How old are you?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata ini digunakan untuk menanyakan usia atau umur seseorang. Di negara-negara Eropa, pertanyaan ini cenderung dianggap kurang sopan dan tidak patut ditanyakan kepada seseorang kecuali jika kita telah mengenal seseorang dengan baik. Memang, bagi sebagian orang, menanyakan masalah umur itu rasanya kurang etis, mungkin ada rasa takut dianggap terlalu tua ya. Terbukti, dari hasil pantauan saya terhadap "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;profile info&lt;/span&gt;" beberapa teman yang tergabung dalam situs pertemanan Facebook, sebagian besar dari teman-teman saya rata-rata tidak mencantumkan tahun kelahirannya, hanya tanggal lahirnya. Hmm...memang kecenderungan orang adalah ingin terlihat lebih muda dan tidak mau dikatakan tua. Tapi, saya tetap memasang lho informasi mengenai tahun kelahiran saya pada bagian profile di halaman facebook. Lha  memang usia saya sudah memasuki kepala 3.....jadi apa yang perlu disembunyikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S4BM7ctBBcI/AAAAAAAAAFg/Mh2Bkoizp-c/s1600-h/YoungToOld.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S4BM7ctBBcI/AAAAAAAAAFg/Mh2Bkoizp-c/s200/YoungToOld.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440432934064555458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bicara masalah usia, ternyata ada 2 kategori usia. Ini dari beberapa artikel populer yang saya baca. Ada yang disebut "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;biological age&lt;/span&gt;" atau usia biologis dan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;real age&lt;/span&gt;" atau usia sebenarnya. Usia biologis merupakan status fisik dari umur seseorang dan dihitung berdasarkan tanggal lahir. Sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"real age&lt;/span&gt;", dihitung berdasarkan status kesehatan dan vitalitas seseorang. Biasanya, seseorang dengan gaya hidup yang sehat akan memiliki real-age yang lebih muda dibandingkan dengan biological-age nya. Mau coba menghitung real-age anda? Silahkan berkunjung kesini:&lt;br /&gt;http://www.sonnyradio.com/realage.html&lt;br /&gt;Kalo menurut perhitungan dari situs diatas, ternyata real-age saya sekitar 20an...he..he...lumayan lah...lebih muda 10 tahun dari  saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur seseorang ternyata juga ditentukan dari status psikologis dan status sosialnya juga. Ini mungkin ada benarnya juga ya. Berdasarkan pengalaman saya, saya merasa lebih muda 5 tahun saat sedang sekolah, dalam arti tugas belajar, dibandingkan saat bekerja. Dan saat lulus dan kembali bertugas lagi, dalam tempo 6 bulan, saya sudah merasa lebih tua 5 tahun lagi. Jadi rasa lebih muda 5 tahun itu akhirnya lenyap dalam tempo 6 bulan......hu..hu..hu...sedihnya. Supaya terlihat muda lagi, saya memutuskan cepat-cepat sekolah lagi, lanjut program PhD, siapa tahu bisa jadi lebih muda 10 tahun ya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu menurut saya lho. Teman saya satu lab di PhD program, justru mengatakan sebaliknya. Dia berasal dari India dan saat ini sudah memasuki tahun ke 4 untuk PhD program. Saat dia tanya kenapa saya mau ambil PhD,dengan bercanda saya bilang kalo saya mau terlihat lebih muda dengan ambil PhD program. Dia langsung terkejut," really...?". Karena menurut teman saya itu, dia justru merasa lebih tua 5 tahun saat jadi PhD student. Dan memang usia-biologis teman saya itu 6 tahun lebih muda dari saya dan dia sekolah terus tanpa terputus sejak lulus undergraduate. He..he...he...dia memang belum pernah merasakan bekerja, padahal kalo bekerja kan malah jadi merasa lebih tua 10 tahun.......Betul tidak.....???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori saya kayaknya sudah mulai agak terbukti. Setiap hari, setiap berangkat kampus, saya selalu satu bis dengan Ibu muda yang juga berkerudung, yang saya kira usianya kurang lebih hampir sama dengan saya. Suatu hari, sembari menunggu bus datang, Ibu muda itu mengajak ngobrol, ternyata dia berasal dari Saudi arabia dan sedang mengambil Pre-sessional English di University of Nottingham untuk persiapan program Master, rencananya akan dia ambil September tahun ini. Setelah bertanya asal dan basa-basi, dia bertanya pada saya," Are you foundation student?". waduh.....GeEr juga sih sebenarnya dibilang foundation student, karena itu berarti saya masih terlihat seperti baru lulus SMA kan (eh sekarang SMU ya...). Foundation program itu merupakan program yang diperuntukkan untuk program persiapan calon mahasiswa undergraduate yang akan kuliah di university, dan biasanya untuk yang berasal dari luar UK. Padahal dalam hati saya pengin ngomong ke dia,"Bukankah kayaknya kita seumur?". Mungkin dia agak kurang percaya lihat PhD student masih pake sepatu boot bertali kali yee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi pengalaman saya tentang umur. Di kelas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social conversation&lt;/span&gt; yang saya ikuti, untuk memancing topik pembicaraan, peserta diberikan bahan-bahan pertanyaan yang nanti bisa didiskusikan bersama partner masing-masing di kelas. Partner saya hari itu adalah third-year undergraduate student dari China, usianya berkisar 21-22 tahun. Topik yang jadi pembahasan kali ini adalah mengenai usia yang ideal untuk menikah. Kami masing-masing menulis pendapat kami pada kertas kosong, dan selanjutnya mendiskusikannya. Saya menulis angka 27 sebagai usia yang ideal untuk menikah, partner saya menulis 28 tahun. Karena ini adalah kelas social conversation, dia menanyakan kenapa 27 tahun adalah usia yang ideal untuk menikah. Saya bilang ke dia, bahwa di usia 27 tahun, biasanya sudah selesai sekolah, sudah punya pekerjaan tetap dan mulai menata hidup untuk lebih mapan, jadi menurut saya 27 tahun adalah usia yang tepat. Dia juga membenarkan, karena memang pendapat dia mengenai usia ideal untuk menikah, juga hampir sama dengan saya. Tapi, kata-kata dia yang terakhir yang bikin saya mau ketawa ngakak.....Dia bilang begini: That's good, jadi memang sebaiknya setelah kamu selesai PhD, kamu bekerja dulu beberapa tahun, baru menikah....Gubrakkk.....Dia kira umur saya berapa ya? Kalo 27 tahun bagi saya sudah lewat 4 tahun yang lalu....'kan pertanyaannya pendapat kita mengenai berapa usia yang ideal untuk menikah, bukan umur berapa saya mau menikah. Tapi nggak apa-apa lah.....mungkin dia mengira saya masih berusia 23-25an, seperti rata-rata PhD students di tempat saya kuliah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya, yang juga berasal dari Indonesia, juga sering bikin teman-teman kami asli UK tidak percaya kalo dia sudah punya anak yang berusia 9 tahun. Mereka sampai bertanya, umur berapa waktu menikah dulu? 18 tahun kah? padahal teman saya itu menikah umur 26 tahun dan melahirkan anak pertamanya umur 27 tahun. Mungkin tipikal orang Indonesia yang memang awet muda ya. Makanya, kalo kami membicarakan masalah umur dengan teman-teman dari UK, mereka sering nggak percaya kalo saya bilang umur saya sudah 30an. Tapi jelas nggak mungkin kan kalo saya bohong masalah umur kepada mereka. Dan akhirnya bule-bule itu bilang, mungkin kamu terlihat lebih muda dan segar karena di negaramu kaya akan sinar matahari yang cerah, yang tidak selalu akan didapatkan di negara-negara Eropa. Iya..iya...mungkin juga itu penyebabnya.....kok malah saya nggak kepikir sampai kesitu ya.....Yang jelas, saya bangga jadi orang Indonesia, bisa bertemu sinar matahari cerah setiap hari dan sehingga jadi terlihat lebih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Sehabis mengingat soal usia karena ada seorang teman yang baru merayakan ulang tahun ke 36)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-4236156390940133418?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/4236156390940133418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=4236156390940133418' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4236156390940133418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4236156390940133418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/02/how-old-are-you.html' title='How old are you?'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S4BM7ctBBcI/AAAAAAAAAFg/Mh2Bkoizp-c/s72-c/YoungToOld.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-3090452363643459828</id><published>2010-01-31T03:14:00.004+07:00</published><updated>2010-01-31T03:41:38.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S2STXe10_DI/AAAAAAAAAFY/0d6K0O6V_Sk/s1600-h/heart06.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S2STXe10_DI/AAAAAAAAAFY/0d6K0O6V_Sk/s200/heart06.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432629082140769330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 51, 255);"&gt;Men are from Mars and Women are from Venus".&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Anda pasti sudah sering dengar kata-kata ini ‘kan? Menurut anda, antarawanita dan pria, mana yang lebih setia pada pasangannya? Dari surveykecil-kecilan yang saya lakukan (n = 9, usia responden ≥25 tahun)ternyata wanita lebih setia pada pasangannya. Parameter yang saya&lt;span&gt;gunakan dalam survey ini adalah &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Siapa orang pertama yang selalu diingat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; dan selalu ada dalam pikiran para responden”&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;.&lt;/span&gt; Mungkin parameter inibelum cukup lengkap untuk mengukur kadar kesetiaan seseorang terhadap pasangannya, tapi parameter ini cukup menggambarkan apakah seseorangakan selalu ingat pada pasangannya.  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;Dari sebuah kuisioner yang saya peroleh, terdapat 11 pertanyaan yang harus diisi secara spontan. Salah satu perintah pada kuisioner tersebut adalah kita diminta untuk menulis nama lawan jenis yang kita kenal pada urutan no.3 dan no. 7. Dari pembahasan kuisioner yang saya&lt;br /&gt;peroleh, biasanya seseorang akan menuliskan nama orang yang paling dicintainya atau pasangannya pada urutan no.3 dan menuliskan nama orang lain yang juga dicintainya tetapi bukan pasangannya ( TTM ?) pada urutan no. 7.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;Hasil survey yang telah saya lakukan, ternyata antara wanita dan pria memberikan hasil yang sangat berbeda bermakna. Pada responden &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;wanita,&lt;/span&gt; mereka akan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;selalu&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;menulis nama suaminya (responden yang sudah menikah) atau pacarnya (responden yang belum menikah), sedangkan pada no. 7 ada beberapa yang menulis nama saudara kandung, sahabat, bahkan&lt;br /&gt;ada yang &lt;span style="color: rgb(153, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;tidak mengisi sama sekali&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; urutan no. 7 ini. Alasan mereka tidak mengisi urutan no.7 ini karena tidak ada nama pria lain yang diingat (mereka harus mengisi kuisioner ini secara spontan dan cepat).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;Survey pada responden &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;pria&lt;/span&gt;, hasilnya sangat mengejutkan. Pada responden pria, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;tidak ada&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; responden pria yang menulis nama istri (responden yang sudah menikah) atau pacar (responden yang belum menikah) pada urutan no.3. Dari beberapa responden pria, paling banter mereka menulis nama anak mereka pada urutan no. 3. Bahkan yang lebih mengejutkan ada responden pria yang sudah menikah justrumenulis nama teman wanitanya, bukan nama istrinya. Untungnya tidak ada diantara responden pria yang menulis nama saya diurutan no.3 itu, &lt;img src="http://nitasukma.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":-D" class="wp-smiley" /&gt; (paling banter nama saya ada diurutan no.4, no.5, no.6 atau no.7, setidaknya mereka selalu ingat saya………:-)).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Nah lo…….terbukti ‘kan wanita lebih setia terhadap pasangannya dengan indikator bahwa mereka secara spontan akan selalu ingat pada pasangannya dimanapun mereka&lt;br /&gt;berada. &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;Wah………., hasil yang sangat berbeda bermakna sekali ‘kan antara pria dan wanita. Jadi jika banyak pria yang pada akhirnya melakukan poligami, itu sudah merupakan “naluri lelaki” yang memang cenderung tidak setia pada pasangannya. Pada wanita cenderung untuk selalu setia pada pasangannya, sehingga kadang mereka pasrah menerima tindakan yang dilakukan suami terhadap dirinya, termasuk jika harus “di-poligami”. Sepertinya “naluri wanita” untuk selalu setia pada pasangannya ini yang akan selalu dimanfaatkan para pria (Untuk para wanita: berhati-hatilah!!!!………….).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;(Sebuah survey kecil-kecilan sambil menunggu waktu &lt;em&gt;sampling&lt;/em&gt;, sekaligus menguji validitas kuisioner ini. Thanks to Ika yang sudah mem”&lt;em&gt;forward&lt;/em&gt;” kuisioner ini ke milis)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;Re-posting dari Friendster blog....ternyata tulisan ini saya buat 3 tahun yang lalu..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Oohh...how old I am........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-3090452363643459828?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/3090452363643459828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=3090452363643459828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/3090452363643459828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/3090452363643459828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/01/men-are-from-mars-and-women-are-from.html' title=''/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S2STXe10_DI/AAAAAAAAAFY/0d6K0O6V_Sk/s72-c/heart06.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-8270882001292536583</id><published>2010-01-31T00:56:00.008+07:00</published><updated>2010-01-31T03:03:09.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Travelling'/><title type='text'>Visit Liverpool</title><content type='html'>Weekend memang paling oke untuk diisi dengan jalan-jalan, daripada kedinginan di rumah. Bersama rombongan dari Postgraduate student association, saya bersama seorang teman berkunjung ke Liverpool. Ada apa saja di Liverpool? Stadion...? Hmmm...sebelum berangkat, saya browsing informasi tentang tempat-tempat apa saja yang wajib dikunjungi di Liverpool. Kelihatannya cukup menarik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu jam 7.20am, saat hari masih gelap, saya sudah berangkat dari rumah. Kami berkumpul di kampus jam 8. Jam 8 tepat, bis yang akan membawa kami sudah datang. Ternyata cukup banyak juga yang ikut ke Liverpool. Total ada 5 bis yang membawa rombongan dari University of Nottingham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dari Nottingham ke Liverpool  menghabiskan waktu sekitar 3 jam. Tiba di Liverpool, akhirnya rombongan berpencar. Dari hasil browsing sebelum berangkat, ternyata Liverpool terkenal sebagai kota pelabuhan. Ada beberapa dermaga yang terkenal di Liverpool. Albert Dock merupakan salah satunya, dan menawarkan beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi. Seperti kota-kota di Inggris yang lain, Liverpool kelihatannya juga tidak terlalu luas. Untuk menuju ke Albert Dock, kami hanya berjalan kaki, tidak terlalu jauh dari tempat bis berhenti, didaerah City Centre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert Dock menawarkan beberapa tempat menarik untuk dikunjungi antara lain The Beatles Story, Merseyside maritime museum, International Slavery museum, Tate Liverpool dan Piermaster's house. Sepertinya The Beatles story paling menarik untuk dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S2R5zHczXYI/AAAAAAAAAE4/wOe4B8Gspqo/s1600-h/P1230330.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 122px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S2R5zHczXYI/AAAAAAAAAE4/wOe4B8Gspqo/s200/P1230330.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432600969595805058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kemana dulu ya.....??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;The Beatles, grup band yang paling mendunia tahun 1950-1970 memang berasal dari kota Liverpool. The Beatles Story mengemas ini dalam sebuah bangunan yang menceritakan lahirnya grup band terkenal ini. Untuk biaya masuknya, karena saya student, hanya membayar 8.5 GBP,diskon 30% dari bea masuk untuk umum (sekitar 11 GBP). Lumayan juga diskonnya, jadi bisa untuk beli jajan kopi dan makan siang. Memang di UK, tempat wisata selalu memberikan harga khusus untuk student,dan diskonnya lumayan. Jadi kalo anda student, jangan lupa bawa student card ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Beatles Story memang sangat menarik. Saya yang tidak begitu tahu sejarah tentang band ini, jadi tau lebih banyak. Mulai dari awal merekrut anggota band, kemudian mereka mulai terkenal dan akhirnya bubar. Lagipula, selama menikmati The Beatles Story, kuping selalu dimanjakan dengan lagu-lagu The Beatles yang ternyata asik-asik juga. Mulai dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let it be, Imagine, please please me, My Bonnie, Hei Jude&lt;/span&gt;...wah...benar benar menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S2R8Ze6qJ4I/AAAAAAAAAFA/p8tb-OWKbYc/s1600-h/P1230299.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 166px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S2R8Ze6qJ4I/AAAAAAAAAFA/p8tb-OWKbYc/s200/P1230299.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432603827753330562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pintu masuk The Beatles Story&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ternyata histeria fans terhadap idolanya juga sudah ada sejak tahun 1950an. Terlihat dari foto-foto dan video saat The Beatles show ke beberapa tempat. Bagaimana histerisnya fans itu melihat idolanya pentas, sampai pingsan segala he..he...he....Trus ada juga iklan jaket jaman tahun 1950an yang katanya seperti model The Beatles. Bisa dicicil juga belinya. Ini nih foto jaketnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S2SFO6fCHuI/AAAAAAAAAFI/Hz8_keFDuU8/s1600-h/P1230321.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 161px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S2SFO6fCHuI/AAAAAAAAAFI/Hz8_keFDuU8/s200/P1230321.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432613541779742434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jaket paling keren......&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari The Beatles, saya pindah ke Tate Liverpool. Tate Liverpool ternyata art gallery berisi patung-patung yang unik. Karena saya bukan penggemar seni patung, jadi tempat ini tidak begitu menarik bagi saya. Keluar dari Tate, tujuan berpindah ke Piermaster's house. Piermaster's house ini menggambarkan suasana rumah penduduk dimasa perang dunia kedua. Suasananya Inggris banget lah....ada mesin jahit kuno, living room lengkap dengan perapiannya, kamar tidur anak-anak lengkap dengan mainan anak-anak. Suasananya juga mendukung sekali, ruangannya juga berbau spesifik (yang menurut istilah saya "bau kuno"). Tapi asli lho...karena bau itu saya jadi merinding sendiri. Jadi cepat-cepat pengin meninggalkan Piermaster's House itu. Ditambah lagi, waktu saya dan teman berfoto di depan pintu masuk, penjaga tempat itu yang juga terlihat "dingin" tiba-tiba menghilang....nggak tau kemana...hi..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan selanjutnya adalah berkunjung ke Merseyside Museum dan International Slavery Museum. Merseyside Museum adalah museum maritime sehingga menggambarkan segala sesuatu tentang laut. Ada juga sejarah Kapal Titanic dan Lusitania. Yang menarik bagi saya justru saat berkunjung ke International Slavery Museum. Ya...museum perbudakan. Ternyata Liverpool merupakan pelabuhan utama tempat masuknya pendatang dari Afrika yang akhirnya menjadi budak, selama tahun 1500-1800. Museum ini memang bertujuan mengajak dunia untuk memblokir segala bentuk perbudakan yang sampai saat ini masih terjadi dalam bentuk trafficking (perdagangan manusia). Karena Liverpool adalah kota pelabuhan, Liverpool jadi tempat masuknya korban trafficking dari seluruh dunia. Membaca testimoni dari para korban trafficking dan keluarga korban trafficking, jadi terharu. Itu semua bukan kehendak mereka, tapi mereka adalah korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari wilayah Albert Dock, kami memutuskan untuk mengunjungi World Museum Liverpool. World museum Liverpool ini berisi kekayaan budaya dari seluruh dunia. Mulai dari Amerika, Afrika sampai Asia. Disini juga ada Wayang kulit, atau disebut Java Shadow Puppet yang masuk sebagai kekayaan buadaya dari wilayah Asia. Sayangnya, negara Indonesia sebagai pemilik budaya ini tidak disebut. Padahal disebelah wayang kulit ini, ada patung-patung dari Burma, disebut nama negaranya. Wah...salah-salah nanti justru wayang kulit ini dikira dari Burma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S2SOl7KdXHI/AAAAAAAAAFQ/oCm0JMiGrwQ/s1600-h/P1230327.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S2SOl7KdXHI/AAAAAAAAAFQ/oCm0JMiGrwQ/s200/P1230327.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432623832703523954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto dulu sebelum meninggalkan Albert Dock&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggak ke Stadion Liverpool yang terkenal itu? Penginnya sih, tapi sayang waktu tidak memungkinkan. Keluar dari World museum, jam sudah menunjukkan pukul 4.15pm. Padahal kami harus berkumpul dengan rombongan dari Uni of Nottingham jam 5pm, untuk kemudian bertolak kembali ke Nottingham. Mungkin lain waktu saya tetap ingin berkunjung ke stadion Liverpool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam sudah menunjukkan pukul 7.50pm saat kami tiba di East Drive, University Park. Liverpool ternyata kota yang cukup menyenangkan karena banyak objek yang bisa dikunjungi. Dari semua tempat yang di Liverpool, The Beatles Story adalah tempat favorit saya. Ini adalah pertama kalinya saya "jatuh cinta" dengan tempat seperti "museum" itu, karena menarik pengunjung dengan sejarah yang disampaikan simple dan jelas, ditambah lagi ada musik sepanjang kunjungan di dalam bangunan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh menit dari jam tiba di East Drive, saya sudah sampai di kamar saya yang sudah menjadi hangat (karena pemanas sudah hidup). Tinggal kaki nih yang rasanya pegeelll...Oh...jadi rindu tukang pijet....he..he...he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Posting di malam minggu sambil mikir bulan depan mau jalan kemana lagi ya??&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-8270882001292536583?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/8270882001292536583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=8270882001292536583' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/8270882001292536583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/8270882001292536583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/01/visit-liverpool.html' title='Visit Liverpool'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S2R5zHczXYI/AAAAAAAAAE4/wOe4B8Gspqo/s72-c/P1230330.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-186461461610146333</id><published>2010-01-24T23:43:00.006+07:00</published><updated>2010-01-25T01:02:03.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Salju: Dulu Didamba Sekarang Dibenci</title><content type='html'>Dulu, salah satu alasan saya untuk memilih studi di UK adalah ingin melihat salju. Dan akhirnya cita-cita itu terwujud sudah. Memasuki awal Desember, suhu di Nottingham mulai turun secara teratur. Mulai dari 9 derajat celcius, menurun perlahan hingga mendekati minus 4 derajat celcius. Dan akhirnya, sekitar 10 hari dari awal December, salju turun di Nottingham. Saya sedang bersiap untuk menyeberang footbridge ke arah Medical School untuk sholat dzuhur pada saat salju itu turun. Wah...amazing, akhirnya saya bisa merasakan butiran putih halus itu mengenai wajah saya. Semua orang di kampus juga berbuat hal yang sama, sejenak meninggalkan aktivitas mereka untuk menikmati salju. "Merry christmas.....merry christmas"...mereka saling berucap, karena menurut tradisi di England, christmas ditandai dengan turunnya salju. Sayang, salju pertama itu tidak bertahan lama, karena setelah itu turun hujan dan matahari muncul lagi. Pada waktu saya pulang dari kampus, salju sudah menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya membenci salju? There are several reasons. First of all, I have bad experience with snow (eh...serasa writing test di IELTS nih, balik lagi ke bahasa Indonesia ya). Benar-benar "bad experience". Sabtu pagi, salju turun lagi. Sabtu pagi itu pula saya ada rencana untuk datang ke pengajian Indonesia Community di Nottingham. Acara dimulai jam 12 di daerah Beeston. Saya dan teman memutuskan untuk naik bus. Menyusuri jalan perumahan yang mulai dipenuhi salju tipis-tipis, saya hampir terpleset. Masih "hampir" karena masih bisa mengendalikan diri. Mendekati daerah taman di perumahan, tiba-tiba ..."buuukkk", saya jatuh terduduk....Hwa..hwa...sakit sekali, karena posisi jatuh saya terduduk, tepat di tengah..... Ya sudahlah, sudah jatuh, mau apa lagi. Tapi, efek jatuh itu masih saya rasakan hingga 4 hari kedepan. Setiap sholat, dari posisi duduk ke posisi berdiri...wha...sakitnya bukan main. Mungkin kalo di Indonesia, saya sudah ke tukang pijat kali ya. Saya sampai mencoba cari informasi tentang chiropatic, yang dulu saya analogikan dengan "ahli masalah tulang belakang dan syaraf". Tetapi, setelah browsing tentang apa saja yang bisa diobati oleh chiropatic, kayaknya kalo saya bawa penyakit saya itu ke ahli chiropatic,kok terlalu "lebay" ya....Alhamdulillah, hari keempat dari peristiwa buruk itu, saya sudah bisa sholat dengan gerakan normal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...tapi pikir punya pikir, saya jadi tau siapa penyebab semua ini. Yap...sepatu saya tertuduh utamanya. Saya amati bagian bawah alas sepatu, memang kurang "batik-annya". Mulailah saya browsing tentang sepatu yang aman untuk kondisi jalan licin. Hore...ketemu....Tepat satu hari sebelum Christmas, saya membeli sepatu itu di Old Market Square. Pas ada diskon lagi. Cocok kan...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S1yBQL5aqdI/AAAAAAAAAEg/U4STT9QxAWU/s1600-h/timberland.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S1yBQL5aqdI/AAAAAAAAAEg/U4STT9QxAWU/s200/timberland.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430357365773478354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bukan iklan: ini sepatu saya, gagah sekali ya...Sebenarnya bukan "gue banget" gitu loh...tapi hasil browsing menunjukkan bahwa ini sepatu yang aman untuk kondisi jalan licin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan, pulang dari Old market square, salju turun lagi. Jadi ya sekalian test drive sepatu baru, sepatu lama saya masukkan kardus, dan berganti dengan sepatu boot coklat muda. Dan saya berusaha confident dengan sepatu baru itu. Tapi...sret...sret...beberapa kali saya hampir terpleset lagi....untung masih bisa mengendalikan diri. Ternyata problem belum selesai...sepatu yang ini masih licin.....Jadilah pulangnya saya masih harus berjalan seperti Putri Solo, pelan dan menunduk karena takut jatuh. Masih terbayang sakitnya pasca jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalaman saya browsing dengan berbagai kata kunci di uncle google. Non slippery shoes...., crew shoes, grips shoes.....voila....ketemu juga. Ada tawaran alas sepatu dari karet dengan beberapa paku &lt;leo_highlight style="border-bottom: 2px solid rgb(255, 255, 150); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; display: inline; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" id="leoHighlights_Underline_0" onclick="leoHighlightsHandleClick('leoHighlights_Underline_0')" onmouseover="leoHighlightsHandleMouseOver('leoHighlights_Underline_0')" onmouseout="leoHighlightsHandleMouseOut('leoHighlights_Underline_0')" leohighlights_keywords="tungsten" leohighlights_url="http%3A//thebrowserhighlighter.com/leonardo/highlights/keywords?keywords%3Dtungsten"&gt;tungsten&lt;/leo_highlight&gt; dibawahnya, yang iklannya berbunyi:&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;get confident to walk on ice and snow&lt;/span&gt;" he..he..he...coba deh...karena saya sudah putus asa bagaimana harus berangkat ke kampus waktu salju turun. masa' gara-gara salju turun terus nggak masuk kampus? Harganya ya lumayan...sekitar 20 GBP.&lt;br /&gt;Barang datang, dan saya coba. Ehh....ternyata benar loh...nggak licin sama sekali. Benar...saya juga jadi PeDe berjalan di salju yang tipis, kayak lapisan es batu itu.  Saya rekomend sekali produk ini, coba lihat-lihat aja di www.skiweb.uk.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh iya, kembali lagi ke alasan kenapa saya "benci salju", adalah kalo salju pasti udaranya dibawah 0 derajat. Kulit saya protes kalo udara dingin sekali. Memang kulit saya rewel sekali, dulu di Solo juga kemerahan karena kepanasan, sekarang di UK, juga kemerahan karena kedinginan. Repot kan...Memang yang baik itu ya "yang sedang-sedang aja". Lagipula, tahun ini di UK juga sedang mengalami "global freezing" alias dingin yang 'banget". Biasanya untuk Nottingham, suhu paling rendah hanya berkisar -1 derajat C,tapi tahun ini mencapai -7 derajat C...benar-benar freeze. Tapi untunglah,sekarang semua sudah berlalu. Winter di Nottingham sepertinya sudah mau berakhir, terbukti bahwa hari ini suhu sudah mencapai 4 derajat C, serasa hangat.....Winter berakhir lebih cepat dari biasanya. Winter biasa berakhir sekitar februari, tapi ini baru akhir Januari, salju sudah berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa alasan kenapa saya "benci salju". Tapi saya juga punya foto kenangan saat salju loh...Waktu itu salju sudah tebal, jadi tidak licin. Salju yang tebal terasa seperti es serut, sehingga saya percaya diri untuk jalan diatasnya. Tapi untuk salju tipis, "say no" to salju tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S1yHyghW4GI/AAAAAAAAAEw/qs_-7aGTMCk/s1600-h/SnowMan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S1yHyghW4GI/AAAAAAAAAEw/qs_-7aGTMCk/s200/SnowMan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430364552495030370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;foto kenangan bersama snowman, yang dibuat pake cetakan baskom plastik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inginnya,kalo bisa nggak ketemu salju lagi deh...Tapi bagaimana mungkin...., saya masih harus melewatkan tiga kali winter di Nottingham. Hmmm...sudah kangen rasanya menikmati sinar matahari yang bikin keringat menetes di wajah...sensasi berbeda dengan yang saya dapatkan ketika "benda putih-halus" itu turun dari langit dan mengenai wajah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(posting sambil menikmati sore hari yang cukup hangat di kamar).&lt;br /&gt;Nottingham, current condition:&lt;br /&gt;&lt;div id="current_box_cond"&gt;light rain, 4°C,&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Feels Like        1°C&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;div style="text-align: center; padding-top: 5px;"&gt;                              &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;                                     &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="leoHighlights_iframe_modal_span_container"&gt;&lt;div id="leoHighlights_iframe_modal_div_container" style="border: 1px solid black; position: absolute; visibility: hidden; display: none; width: 394px; height: 40px; z-index: 32768; background-color: white;" onmouseover="leoHighlightsHandleIFrameMouseOver();" onmouseout="leoHighlightsHandleIFrameMouseOut();"&gt;                                                     &lt;div id="leo_iFrame_closebar" style="position: absolute; top: 0px; left: 0px; width: 394px; height: 40px; z-index: 32768; background-image: url(chrome://shim/content/highlightsFilter-1/header.gif);"&gt;       &lt;a href="javascript: leoHighlightsIFrameClose();"&gt;          &lt;div id="leo_iFrame_close" style="position: absolute; top: 10px; left: 360px; width: 20px; height: 20px;"&gt;          &lt;/div&gt;       &lt;/a&gt;    &lt;/div&gt;        &lt;iframe id="leoHighlights_iframe" name="leoHighlights_iframe" title="leoHighlights_iframe" src="about:blank" vspace="0" hspace="0" marginwidth="0" marginheight="0" style="position: absolute; top: 40px; left: 0px;" width="250" frameborder="0" height="100" scrolling="no"&gt;    &lt;/iframe&gt;     &lt;/div&gt;  &lt;script defer="defer" type="text/javascript"&gt;    createInlineScriptElement("var%20LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG%20%3D%20true%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG_POS%20%3D%20false%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_INFINITE_LOOP_COUNT%20%3D%20300%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_MAX_HIGHLIGHTS%20%3D%20200%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_ID%20%3D%20%22leoHighlights_iframe%22%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_DIV_ID%20%3D%20%22leoHighlights_iframe_modal_div_container%22%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_SHOW_DELAY_MS%20%3D%20300%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_HIDE_DELAY_MS%20%3D%20750%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_BACKGROUND_STYLE_DEFAULT%20%3D%20%22transparent%20none%20repeat%20scroll%200%25%200%25%22%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_BACKGROUND_STYLE_HOVER%20%3D%20%20%20%22rgb%28245%2C245%2C0%29%20none%20repeat%20scroll%200%25%200%25%22%3B%0Avar%20_leoHighlightsPrevElem%20%3D%20null%3B%0A%0A/**%0A%20*%20General%20method%20used%20to%20debug%20exceptions%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20location%0A%20*%20@param%20e%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsReportExeception%28location%2Ce%29%0A%7B%0A%20%20%20if%28LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20alert%28%22EXCEPTION%3A%20%22+location+%22%3A%20%22+e+%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%22%5Cn%5Ct%22+e.name+%22%5Cn%5Ct%22+%28e.number%260xFFFF%29+%22%5Cn%5Ct%22+e.description%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20a%20dimensions%20object%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20width%0A%20*%20@param%20height%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20LeoHighlightsDimension%28width%2Cheight%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09this.width%3Dwidth%3B%0A%20%20%20%09this.height%3Dheight%3B%0A%20%20%20%09this.toString%3Dfunction%28%29%20%7B%20return%20%28%22%28%22+this.width+%22%2C%22+this.height+%22%29%22%29%3B%7D%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22new%20LeoHighlightsDimension%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20a%20Position%20object%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20x%0A%20*%20@param%20y%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20LeoHighlightsPosition%28x%2Cy%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09this.x%3Dx%3B%0A%20%20%20%09this.y%3Dy%3B%0A%20%20%20%09this.toString%3Dfunction%28%29%20%7B%20return%20%28%22%28%22+this.x+%22%2C%22+this.y+%22%29%22%29%3B%7D%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22new%20LeoHighlightsPosition%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_ADJUSTMENT%20%3D%20new%20LeoHighlightsPosition%283%2C3%29%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_HOVER_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28394%2C236%29%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_CLICK_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28394%2C512%29%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_CLOSE_BAR_HEIGHT%20%3D%2040%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_DIV_HOVER_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_HOVER_SIZE.width%2C%0A%09%09%09LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_HOVER_SIZE.height+LEO_HIGHLIGHTS_CLOSE_BAR_HEIGHT%29%3B%0Avar%20LEO_HIGHLIGHTS_DIV_CLICK_SIZE%20%3D%20new%20LeoHighlightsDimension%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_CLICK_SIZE.width%2C%0A%09%09LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_CLICK_SIZE.height+LEO_HIGHLIGHTS_CLOSE_BAR_HEIGHT%29%3B%0A%0A%0A/**%0A%20*%20Sets%20the%20size%20of%20the%20passed%20in%20element%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20elem%0A%20*%20@param%20dim%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsSetSize%28elem%2Cdim%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09//%20Set%20the%20popup%20location%0A%20%20%20%09elem.style.width%20%3D%20dim.width%20+%20%22px%22%3B%0A%20%20%20%09if%28elem.width%29%0A%20%20%20%09%09elem.width%3Ddim.width%3B%0A%20%20%20%09elem.style.height%20%20%3D%20dim.height%20+%20%22px%22%3B%0A%20%20%20%09if%28elem.height%29%0A%20%20%20%09%09elem.height%3Ddim.height%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsSetSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20can%20be%20used%20for%20a%20simple%20one%20argument%20callback%0A%20*%0A%20*%20@param%20callName%0A%20*%20@param%20argName%0A%20*%20@param%20argVal%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsSimpleGwCallBack%28callName%2CargName%2C%20argVal%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28argName%29%0A%20%20%20%20%20%20%09gwObj.addParam%28argName%2CargVal%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28callName%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsSimpleGwCallBack%28%29%20%22+callName%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20gets%20a%20url%20argument%20from%20the%20current%20document.%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsGetUrlArg%28url%2C%20name%20%29%0A%7B%0A%09%20%20name%20%3D%20name.replace%28/[%5C[]/%2C%22%5C%5C%5C[%22%29.replace%28/[%5C]]/%2C%22%5C%5C%5C]%22%29%3B%0A%09%20%20var%20regexS%20%3D%20%22[%5C%5C?%26]%22+name+%22%3D%28[^%26%23]*%29%22%3B%0A%09%20%20var%20regex%20%3D%20new%20RegExp%28%20regexS%20%29%3B%0A%09%20%20var%20results%20%3D%20regex.exec%28url%29%3B%0A%09%20%20if%28%20results%20%3D%3D%20null%20%29%0A%09%20%20%20%20return%20%22%22%3B%0A%09%20%20else%0A%09%20%20%20%20return%20results[1]%3B%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20allows%20to%20redirect%20the%20top%20window%20to%20the%20passed%20in%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsRedirectTop%28url%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%20%20%20%09%0A%20%20%20%09top.location%3Durl%3B%09%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsRedirectTop%28%29%22%2Ce%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20used%20to%20report%20events%20to%20the%20plugin%0A%20*%20@param%20key%0A%20*%20@param%20sub%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsEvent%28key%2C%20sub%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22key%22%2C%20key%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22sub%22%2C%20sub%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28%22leoHighlightsEvent%22%29%3B%09%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsEvent%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20find%20an%20element%20by%20Id%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20elemId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsFindElementById%28elemId%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09var%20elem%3Ddocument.getElementById%28elemId%29%3B%0A%09%09if%28elem%29%0A%09%09%09return%20elem%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20This%20is%20the%20handling%20for%20IE%20*/%0A%09%09if%28document.all%29%0A%09%09%7B%0A%09%09%09elem%3Ddocument.all[elemId]%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%28elem%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09return%20elem%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20for%20%28%20var%20i%20%3D%20%28document.all.length-1%29%3B%20i%20%3E%3D%200%3B%20i--%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09elem%3Ddocument.all[i]%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09if%28elem.id%3D%3DelemId%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20return%20elem%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%0A%09%09%7D%0A%09%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsFindElementById%28%29%22%2Ce%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%09return%20null%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Get%20the%20location%20of%20one%20element%20relative%20to%20a%20parent%20reference%0A%20*%0A%20*%20@param%20ref%0A%20*%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20the%20reference%20element%2C%20this%20must%20be%20a%20parent%20of%20the%20passed%20in%0A%20*%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20element%0A%20*%20@param%20elem%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsGetLocation%28ref%2C%20elem%29%20%7B%0A%20%20%20var%20count%20%3D%200%3B%0A%20%20%20var%20location%20%3D%20new%20LeoHighlightsPosition%280%2C0%29%3B%0A%20%20%20var%20walk%20%3D%20elem%3B%0A%20%20%20while%20%28walk%20%21%3D%20null%20%26%26%20walk%20%21%3D%20ref%20%26%26%20count%20%3C%20LEO_HIGHLIGHTS_INFINITE_LOOP_COUNT%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20location.x%20+%3D%20walk.offsetLeft%3B%0A%20%20%20%20%20%20location.y%20+%3D%20walk.offsetTop%3B%0A%20%20%20%20%20%20walk%20%3D%20walk.offsetParent%3B%0A%20%20%20%20%20%20count++%3B%0A%20%20%20%7D%0A%0A%20%20%20return%20location%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20used%20to%20update%20the%20position%20of%20an%20element%20as%20a%20popup%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20IFrame%0A%20*%20@param%20anchor%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsUpdatePopupPos%28iFrame%2Canchor%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20//%20Gets%20the%20scrolled%20location%20for%20x%20and%20y%0A%20%20%20%20%20%20var%20scrolledPos%3Dnew%20LeoHighlightsPosition%280%2C0%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28%20self.pageYOffset%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.x%20%3D%20self.pageXOffset%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.y%20%3D%20self.pageYOffset%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%28%20document.documentElement%20%26%26%20document.documentElement.scrollTop%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.x%20%3D%20document.documentElement.scrollLeft%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.y%20%3D%20document.documentElement.scrollTop%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%28%20document.body%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.x%20%3D%20document.body.scrollLeft%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20scrolledPos.y%20%3D%20document.body.scrollTop%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Get%20the%20total%20dimensions%20to%20see%20what%20scroll%20bars%20might%20be%20active%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20totalDim%3Dnew%20LeoHighlightsDimension%280%2C0%29%0A%20%20%20%20%20%20if%20%28document.all%20%26%26%20document.documentElement%20%26%26%20%0A%20%20%20%20%20%20%09document.documentElement.clientHeight%26%26document.documentElement.clientWidth%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%09totalDim.width%20%3D%20document.documentElement.scrollWidth%3B%0A%20%20%20%20%20%20%09totalDim.height%20%3D%20document.documentElement.scrollHeight%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20else%20if%20%28document.all%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%20/*%20This%20is%20in%20IE%20*/%0A%20%20%20%20%20%09%20%09totalDim.width%20%3D%20document.body.scrollWidth%3B%0A%20%20%20%20%20%20%09totalDim.height%20%3D%20document.body.scrollHeight%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20else%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%09%20totalDim.width%20%3D%20document.width%3B%0A%20%20%20%20%20%20%09%20totalDim.height%20%3D%20document.height%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%0A%20%20%20%20%20%20//%20Gets%20the%20location%20of%20the%20available%20screen%20space%0A%20%20%20%20%20%20var%20centerDim%3Dnew%20LeoHighlightsDimension%280%2C0%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28self.innerWidth%20%26%26%20self.innerHeight%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.width%20%3D%20self.innerWidth-%28totalDim.height%3Eself.innerHeight?16%3A0%29%3B%20//%20subtracting%20scroll%20bar%20offsets%20for%20firefox%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.height%20%3D%20self.innerHeight-%28totalDim.width%3Eself.innerWidth?16%3A0%29%3B%20%20//%20subtracting%20scroll%20bar%20offsets%20for%20firefox%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%28%20document.documentElement%20%26%26%20document.documentElement.clientHeight%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.width%20%3D%20document.documentElement.clientWidth%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.height%20%3D%20document.documentElement.clientHeight%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%28%20document.body%20%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.width%20%3D%20document.body.clientWidth%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20centerDim.height%20%3D%20document.body.clientHeight%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20//%20Get%20the%20current%20dimension%20of%20the%20popup%20element%0A%20%20%20%20%20%20var%20iFrameDim%3Dnew%20LeoHighlightsDimension%28iFrame.offsetWidth%2CiFrame.offsetHeight%29%0A%20%20%20%20%20%20if%20%28iFrameDim.width%20%3C%3D%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%09iFrameDim.width%20%3D%20iFrame.style.width.substring%280%2C%20iFrame.style.width.indexOf%28%27px%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%20%28iFrameDim.height%20%3C%3D%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%09iFrameDim.height%20%3D%20iFrame.style.height.substring%280%2C%20iFrame.style.height.indexOf%28%27px%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Calculate%20the%20position%2C%20lower%20right%20hand%20corner%20by%20default%20*/%0A%20%20%20%20%20%20var%20position%3Dnew%20LeoHighlightsPosition%280%2C0%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20position.x%3DscrolledPos.x+centerDim.width-iFrameDim.width-LEO_HIGHLIGHTS_ADJUSTMENT.x%3B%0A%20%20%20%20%20%20position.y%3DscrolledPos.y+centerDim.height-iFrameDim.height-LEO_HIGHLIGHTS_ADJUSTMENT.y%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20if%28anchor%21%3Dnull%29%0A%20%20%20%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20//centerDim%20in%20relation%20to%20the%20anchor%20element%20if%20available%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20topOrBottom%20%3D%20false%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20anchorPos%3D_leoHighlightsGetLocation%28document.body%2C%20anchor%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20anchorScreenPos%20%3D%20new%20LeoHighlightsPosition%28anchorPos.x-scrolledPos.x%2CanchorPos.y-scrolledPos.y%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20var%20anchorDim%3Dnew%20LeoHighlightsDimension%28anchor.offsetWidth%2Canchor.offsetHeight%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28anchorDim.width%20%3C%3D%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09anchorDim.width%20%3D%20anchor.style.width.substring%280%2C%20anchor.style.width.indexOf%28%27px%27%29%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28anchorDim.height%20%3C%3D%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09anchorDim.height%20%3D%20anchor.style.height.substring%280%2C%20anchor.style.height.indexOf%28%27px%27%29%29%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20//%20Check%20if%20the%20popup%20can%20be%20shown%20above%20or%20below%20the%20element%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28centerDim.height%20-%20anchorDim.height%20-%20iFrameDim.height%20-%20anchorScreenPos.y%20%3E%200%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09//%20Show%20below%2C%20formula%20above%20calculates%20space%20below%20open%20iFrame%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20position.y%20%3D%20anchorPos.y%20+%20anchorDim.height%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20topOrBottom%20%3D%20true%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20if%20%28anchorScreenPos.y%20-%20anchorDim.height%20-%20iFrameDim.height%20%3E%200%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09//%20Show%20above%2C%20formula%20above%20calculates%20space%20above%20open%20iFrame%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.y%20%3D%20anchorPos.y%20-%20iFrameDim.height%20-%20anchorDim.height%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20topOrBottom%20%3D%20true%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28topOrBottom%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20//%20We%20attempt%20top%20attach%20the%20window%20to%20the%20element%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.x%20%3D%20anchorPos.x%20-%20iFrameDim.width%20/%202%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28position.x%20%3C%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.x%20%3D%200%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20else%20if%20%28position.x%20+%20iFrameDim.width%20%3E%20scrolledPos.x%20+%20centerDim.width%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.x%20%3D%20scrolledPos.x%20+%20centerDim.width%20-%20iFrameDim.width%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%20else%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20//%20Attempt%20to%20align%20on%20the%20right%20or%20left%20hand%20side%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20if%20%28centerDim.width%20-%20anchorDim.Width%20-%20iFrameDim.width%20-%20anchorScreenPos.x%20%3E%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20position.x%20%3D%20anchorPos.x%20+%20anchorDim.width%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20else%20if%20%28anchorScreenPos.x%20-%20anchorDim.width%20-%20iFrameDim.width%20%3E%200%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%09position.x%20%3D%20anchorPos.x%20-%20anchorDim.width%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20else%20%20//%20default%20to%20below%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20position.y%20%3D%20anchorPos.y%20+%20anchorDim.height%3B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20%0A%20%20%20%20%20%20/*%20Make%20sure%20that%20we%20don%27t%20go%20passed%20the%20right%20hand%20border%20*/%0A%20%20%20%20%20%20if%28position.x+iFrameDim.width%3EcenterDim.width-20%29%0A%20%20%20%20%20%20%09position.x%3DcenterDim.width-%28iFrameDim.width+20%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%09%09%0A%20%20%20%20%20%20//%20Make%20sure%20that%20we%20didn%27t%20go%20passed%20the%20start%0A%20%20%20%20%20%20if%28position.x%3C0%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20position.x%3D0%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28position.y%3C0%29%0A%20%20%20%20%20%20%09position.y%3D0%3B%0A%0A%20%20%20%20%20%20if%20%28LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG_POS%26%26LEO_HIGHLIGHTS_DEBUG%29%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20alert%28%22%20Popup%20info%20id%3A%20%20%20%20%20%20%20%22%20+iFrame.id+%22%20-%20%22+anchor.id%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5Cnscrolled%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%22%20+%20scrolledPos%20%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5Cncenter/visible%20%20%20%20%22%20+%20centerDim%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5Cnanchor%20%28absolute%29%20%22%20+%20anchorPos%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5Cnanchor%20%28screen%29%20%20%20%22%20+%20anchorScreenPos%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5CnSize%20%28anchor%29%20%20%20%20%20%22%20+%20anchorDim%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5CnSize%20%28popup%29%20%20%20%20%20%20%22%20+%20iFrameDim%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20+%20%22%5CnResult%20pos%20%20%20%20%20%20%20%20%22%20+%20position%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20%7D%0A%0A%20%20%20%20%20%20//%20Set%20the%20popup%20location%0A%20%20%20%20%20%20iFrame.style.left%20%3D%20position.x%20+%20%22px%22%3B%0A%20%20%20%20%20%20iFrame.style.top%20%20%3D%20position.y%20+%20%22px%22%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsUpdatePopupPos%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20show%20the%20passed%20in%20element%20as%20a%20popup%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsShowPopup%28anchorId%2Csize%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09var%20popup%3Dnew%20LeoHighlightsPopup%28anchorId%2Csize%29%3B%0A%20%20%20%09popup.show%28%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22_leoHighlightsShowPopup%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20transform%20the%20passed%20in%20url%20to%20a%20rover%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20_leoHighlightsGetRoverUrl%28url%29%0A%7B%0A%09var%20rover%3D%22711-36858-13496-14%22%3B%0A%09var%20roverUrl%3D%22http%3A//rover.ebay.com/rover/1/%22+rover+%22/4?%26mpre%3D%22+encodeURI%28url%29%3B%0A%09%0A%09return%20roverUrl%3B%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Class%20for%20a%20Popup%20%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20LeoHighlightsPopup%28anchorId%2Csize%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09this.anchorId%3DanchorId%3B%0A%20%20%20%09this.anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28this.anchorId%29%3B%0A%20%20%20%09this.iFrame%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_ID%29%3B%0A%20%20%20%09this.iFrameDiv%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_DIV_ID%29%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%09var%20url%3Dunescape%28this.anchor.getAttribute%28%27leoHighlights_url%27%29%29%3B%0A%0A%20%20%20%09this.iFrame.src%3Durl%3B%0A%0A%20%20%20%09leoHighlightsSetSize%28size%29%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%09this.updatePos%3Dfunction%28%29%20%7B%20_leoHighlightsUpdatePopupPos%28this.iFrameDiv%2Cthis.anchor%29%7D%3B%0A%20%20%20%09this.show%3Dfunction%28%29%20%7Bthis.updatePos%28%29%3B%20this.iFrameDiv.style.visibility%20%3D%20%22visible%22%3B%20this.iFrameDiv.style.display%20%3D%20%22block%22%3B%20this.updatePos%28%29%3B%7D%20%20%20%09%09%0A%20%20%20%09this.scroll%3Dfunction%28%29%20%7B%20this.updatePos%28%29%3B%7D%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22new%20LeoHighlightsPopup%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A*%0A*%20This%20can%20be%20used%20to%20close%20an%20iframe%0A*%0A*%20@param%20id%0A*%20@return%0A*/%0Afunction%20leoHighlightsSetSize%28size%2CclickId%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09/*%20Get%20the%20appropriate%20sizes%20*/%0A%20%20%09%09var%20iFrame%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_ID%29%3B%0A%20%20%09%09var%20iFrameDiv%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_DIV_ID%29%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09/*%20Figure%20out%20the%20correct%20sizes%20*/%0A%20%20%09%09var%20iFrameSize%3D%28size%3D%3D1%29?LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_CLICK_SIZE%3ALEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_HOVER_SIZE%3B%0A%20%20%09%09var%20divSize%3D%28size%3D%3D1%29?LEO_HIGHLIGHTS_DIV_CLICK_SIZE%3ALEO_HIGHLIGHTS_DIV_HOVER_SIZE%3B%0A%0A%20%20%09%09/*%20Refresh%20the%20iFrame%27s%20url%2C%20by%20removing%20the%20size%20arg%20and%20adding%20it%20again%20*/%0A%20%20%09%09var%20url%3DiFrame.src%3B%0A%20%20%09%09var%20idx%3Durl.indexOf%28%22%26size%3D%22%29%3B%0A%20%20%09%09if%28idx%3E%3D0%29%0A%20%20%09%09%09url%3Durl.substring%280%2Cidx%29%3B%0A%09%09url+%3D%28%22%26size%3D%22+size%29%3B%0A%09%09if%28clickId%29%0A%09%09%09url+%3D%28%22%26clickId%3D%22+clickId%29%3B%0A%09%09%0A%20%20%09%09iFrame.src%3Durl%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09/*%20Clear%20the%20hover%20flag%2C%20if%20the%20user%20shows%20this%20at%20full%20size%20*/%0A%20%20%09%09if%28size%3D%3D1%26%26_leoHighlightsPrevElem%29%0A%20%20%09%09%09_leoHighlightsPrevElem.hover%3Dfalse%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09_leoHighlightsSetSize%28iFrame%2CiFrameSize%29%3B%0A%20%20%09%09_leoHighlightsSetSize%28iFrameDiv%2CdivSize%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsSetSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20Start%20the%20popup%20a%20little%20bit%20delayed.%0A%20*%20Somehow%20IE%20needs%20some%20time%20to%20find%20the%20element%20by%20id.%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@param%20size%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsShowPopup%28anchorId%2Csize%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%09%09var%20elem%3D_leoHighlightsFindElementById%28anchorId%29%3B%0A%20%20%09%09if%28_leoHighlightsPrevElem%26%26%28_leoHighlightsPrevElem%21%3Delem%29%29%0A%20%20%09%09%09_leoHighlightsPrevElem.shown%3Dfalse%3B%0A%20%20%09%09elem.shown%3Dtrue%3B%0A%09%09_leoHighlightsPrevElem%3Delem%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%09/*%20FF%20needs%20to%20find%20the%20element%20first%20*/%0A%20%20%20%09_leoHighlightsFindElementById%28anchorId%29%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%09setTimeout%28%22_leoHighlightsShowPopup%28%5C%27%22+anchorId+%22%5C%27%2C%5C%27%22+size+%22%5C%27%29%3B%22%2C10%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsShowPopup%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A*%0A*%20This%20can%20be%20used%20to%20close%20an%20iframe%0A*%0A*%20@param%20id%0A*%20@return%0A*/%0Afunction%20leoHighlightsHideElem%28id%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09/*%20Get%20the%20appropriate%20sizes%20*/%0A%20%20%09%09var%20elem%3D_leoHighlightsFindElementById%28id%29%3B%0A%20%20%09%09if%28elem%29%0A%20%20%09%09%09elem.style.visibility%3D%22hidden%22%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09/*%20Clear%20the%20page%20for%20the%20next%20run%20through%20*/%0A%20%20%09%09var%20iFrame%3D_leoHighlightsFindElementById%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_ID%29%3B%0A%20%20%09%09if%28iFrame%29%0A%20%20%09%09%09iFrame.src%3D%22about%3Ablank%22%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09if%28_leoHighlightsPrevElem%29%0A%20%20%09%09%7B%0A%20%20%09%09%09_leoHighlightsPrevElem.shown%3Dfalse%3B%0A%20%20%09%09%09_leoHighlightsPrevElem%3Dnull%3B%0A%20%20%09%09%7D%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHideElem%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A*%0A*%20This%20can%20be%20used%20to%20close%20an%20iframe.%0A*%20Since%20the%20iFrame%20is%20reused%20the%20frame%20only%20gets%20hidden%0A*%0A*%20@return%0A*/%0Afunction%20leoHighlightsIFrameClose%28%29%0A%7B%0A%20%20try%0A%20%20%7B%0A%09%20%20_leoHighlightsSimpleGwCallBack%28%22LeoHighlightsHideIFrame%22%29%3B%0A%20%20%7D%0A%20%20catch%28e%29%0A%20%20%7B%0A%09%20%20_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsIFrameClose%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20should%20handle%20the%20click%20events%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleClick%28anchorId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%09%09var%20anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28anchorId%29%3B%0A%20%20%09%09anchor.hover%3Dfalse%3B%0A%20%20%09%09if%28anchor.startTimer%29%0A%20%20%09%09%09clearTimeout%28anchor.startTimer%29%3B%0A%20%20%20%09%0A%20%20%09%09leoHighlightsEvent%28%22clicked%22%29%3B%0A%20%20%20%09leoHighlightsShowPopup%28anchorId%2C1%29%3B%0A%20%20%20%09return%20false%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleClick%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20should%20handle%20the%20hover%20events%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20anchorId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleHover%28anchorId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%09%09var%20anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28anchorId%29%3B%0A%20%20%09%09anchor.hover%3Dtrue%3B%0A%20%20%09%09%0A%20%20%09%09leoHighlightsEvent%28%22hovered%22%29%3B%0A%20%20%20%09leoHighlightsShowPopup%28anchorId%2C0%29%3B%0A%20%20%20%09return%20false%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleHover%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%09%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20handle%20the%20mouse%20over%20setup%20timers%20for%20the%20appropriate%20timers%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20id%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleMouseOver%28id%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09var%20anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28id%29%3B%09%09%0A%0A%09%09/*%20Clear%20the%20end%20timer%20if%20required%20*/%0A%09%09if%28anchor.endTimer%29%0A%09%09%09clearTimeout%28anchor.endTimer%29%3B%0A%09%09anchor.endTimer%3Dnull%3B%0A%09%09%0A%09%09anchor.style.background%3DLEO_HIGHLIGHTS_BACKGROUND_STYLE_HOVER%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20The%20element%20is%20already%20showing%20we%20are%20done%20*/%0A%09%09if%28anchor.shown%29%0A%09%09%09return%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20Setup%20the%20start%20timer%20if%20required%20*/%0A%09%09anchor.startTimer%3DsetTimeout%28function%28%29%7B%0A%09%09%09leoHighlightsHandleHover%28anchor.id%29%3B%0A%09%09%09anchor.hover%3Dtrue%3B%0A%09%09%09%7D%2C%0A%09%09%09LEO_HIGHLIGHTS_SHOW_DELAY_MS%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleMouseOver%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20handle%20the%20mouse%20over%20setup%20timers%20for%20the%20appropriate%20timers%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20id%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleMouseOut%28id%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%09%0A%09%09var%20anchor%3D_leoHighlightsFindElementById%28id%29%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20Clear%20the%20start%20timer%20if%20required%20*/%0A%09%09if%28anchor.startTimer%29%0A%09%09%09clearTimeout%28anchor.startTimer%29%3B%0A%09%09anchor.startTimer%3Dnull%3B%0A%09%09%0A%09%09anchor.style.background%3DLEO_HIGHLIGHTS_BACKGROUND_STYLE_DEFAULT%3B%0A%09%09if%28%21anchor.shown||%21anchor.hover%29%0A%09%09%09return%3B%0A%09%09%0A%09%09/*%20Setup%20the%20start%20timer%20if%20required%20*/%0A%09%09anchor.endTimer%3DsetTimeout%28function%28%29%7B%0A%09%09%09leoHighlightsHideElem%28LEO_HIGHLIGHTS_IFRAME_DIV_ID%29%3B%0A%09%09%09anchor.shown%3Dfalse%3B%0A%09%09%09_leoHighlightsPrevElem%3Dnull%3B%0A%09%09%09%7D%2CLEO_HIGHLIGHTS_HIDE_DELAY_MS%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleMouseOut%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20handles%20the%20mouse%20movement%20into%20the%20currently%20opened%20window.%0A%20*%20Just%20clear%20the%20close%20timer%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleIFrameMouseOver%28%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09if%28_leoHighlightsPrevElem%26%26_leoHighlightsPrevElem.endTimer%29%0A%09%09%09clearTimeout%28_leoHighlightsPrevElem.endTimer%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleIFrameMouseOver%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20handles%20the%20mouse%20movement%20into%20the%20currently%20opened%20window.%0A%20*%20Just%20clear%20the%20close%20timer%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20id%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsHandleIFrameMouseOut%28%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09if%28_leoHighlightsPrevElem%29%0A%09%09%09leoHighlightsHandleMouseOut%28_leoHighlightsPrevElem.id%29%3B%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsHandleIFrameMouseOut%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A/**%0A%20*%20This%20is%20a%20method%20is%20used%20to%20make%20the%20javascript%20within%20IE%20runnable%0A%20*/%0Avar%20leoHighlightsRanUpdateDivs%3Dfalse%3B%0Afunction%20leoHighlightsUpdateDivs%28%29%0A%7B%0A%09try%0A%09%7B%0A%09%09/*%20Check%20if%20this%20is%20an%20IE%20browser%20and%20if%20divs%20have%20been%20updated%20already%20*/%0A%09%09if%28document.all%26%26%21leoHighlightsRanUpdateDivs%29%0A%09%09%7B%0A%09%09%09leoHighlightsRanUpdateDivs%3Dtrue%3B%20//%20Set%20early%20to%20prevent%20running%20twice%0A%09%09%09for%28var%20i%3D0%3Bi%3CLEO_HIGHLIGHTS_MAX_HIGHLIGHTS%3Bi++%29%0A%09%09%09%7B%0A%09%09%09%09var%20id%3D%22leoHighlights_Underline_%22+i%3B%0A%09%09%09%09var%20elem%3D_leoHighlightsFindElementById%28id%29%3B%0A%09%09%09%09if%28elem%3D%3Dnull%29%0A%09%09%09%09%09break%3B%0A%09%09%09%09%0A%09%09%09%09if%28%21elem.leoChanged%29%0A%09%09%09%09%7B%0A%09%09%09%09%09elem.leoChanged%3Dtrue%3B%0A%09%09%09%09%0A%09%09%09%09%09/*%20This%20will%20make%20javaScript%20runnable%20*/%09%09%09%09%0A%09%09%09%09%09elem.outerHTML%3Delem.outerHTML%3B%0A%09%09%09%09%7D%0A%09%09%09%7D%0A%09%09%7D%0A%09%7D%0A%09catch%28e%29%0A%09%7B%0A%09%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlightsUpdateDivs%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%09%7D%0A%7D%0A%0Aif%28document.all%29%0A%09setTimeout%28leoHighlightsUpdateDivs%2C200%29%3B%0A%0A/**%0A%20*%20This%20is%20used%20to%20report%20events%20to%20the%20plugin%0A%20*%20@param%20key%0A%20*%20@param%20sub%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHighlightsEvent%28key%2C%20sub%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22key%22%2C%20key%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22sub%22%2C%20sub%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28%22LeoHighlightsEvent%22%29%3B%09%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHighlights%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/*----------------------------------------------------------------------*/%0A/*%20Methods%20provided%20to%20the%20highlight%20providers...%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20*/%0A/*----------------------------------------------------------------------*/%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20redirect%20the%20top%20window%20to%20the%20passed%20in%20url%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@param%20parentId%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHL_RedirectTop%28url%2CparentId%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%09%09leoHighlightsEvent%28%22clicked.2eBay%22%29%3B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsRedirectTop%28url%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHL_RedirectTop%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A%0A/**%0A%20*%20This%20will%20set%20the%20size%20of%20the%20iframe%0A%20*%20%0A%20*%20@param%20url%0A%20*%20@param%20parentId%0A%20*%20%0A%20*%20@return%0A%20*/%0Afunction%20leoHl_setSize%28size%2Curl%29%0A%7B%0A%20%20%20try%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09/*%20Get%20the%20clickId%20*/%0A%20%20%20%09var%20clickId%3D_leoHighlightsGetUrlArg%28%20url%2C%22clickId%22%29%0A%20%20%20%09%0A%20%20%20%20%20%20var%20gwObj%20%3D%20new%20Gateway%28%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22size%22%2Csize%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20if%28clickId%29%0A%20%20%20%20%20%20%20%20%20gwObj.addParam%28%22clickId%22%2CclickId+%22_blah%22%29%3B%0A%20%20%20%20%20%20gwObj.callName%28%22LeoHighlightsSetSize%22%29%3B%0A%20%20%20%7D%0A%20%20%20catch%28e%29%0A%20%20%20%7B%0A%20%20%20%09_leoHighlightsReportExeception%28%22leoHl_setSize%28%29%22%2Ce%29%3B%20%20%20%09%0A%20%20%20%7D%0A%7D%0A"); &lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-186461461610146333?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/186461461610146333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=186461461610146333' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/186461461610146333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/186461461610146333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2010/01/salju-dulu-didamba-sekarang-dibenci.html' title='Salju: Dulu Didamba Sekarang Dibenci'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/S1yBQL5aqdI/AAAAAAAAAEg/U4STT9QxAWU/s72-c/timberland.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-1581360193077804785</id><published>2009-09-29T02:57:00.007+07:00</published><updated>2010-01-24T19:05:32.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Travelling'/><title type='text'>Bangkok City Tour</title><content type='html'>Perjalanan 16 jam menuju London, UK, mengharuskan saya untuk mampir transit di Bangkok.&lt;br /&gt;Transit yang cukup lama sekali, pesawat mendarat di bandara Svarnabhumi jam 3.30 pm, sedangkan pesawat Thai airlines yang akan membawa saya ke London baru akan berangkat jam 01.10 am, dinihari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikir punya pikir, daripada bosan menunggu di bandara, akhirnya saya dan teman mencari-cari info mengenai city tour. Voila...ternyata ada paket city tour untuk penumpang transit di bandara swarnabhumi. Kami mengambil paket city tour 4 jam dengan biaya 1100 bath per orang.&lt;br /&gt;Oke...meluncurlah kami keluar bandara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Bangkok terkenal dengan kota seribu temples, maka berkunjunglah kami dari temple ke temple ditemani seorang guide yang ramah dan heboh. Memang temple merupakan tujuan wisata yang utama di Bangkok. Karena kami berjalan di malam hari (jam 6-10 pm), jadi kami merasakan susana malam di Bangkok, termasuk melihat tempat-tempat hiburan malam di Bangkok. Wisata di Bangkok menawarkan kapal wisata untuk hiburan malam yang melintasi sungai terbesar di Bangkok. Kapal yang terlihat indah saat berlayar melintasi sungai di malam hari.              &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SsEXOtb0jBI/AAAAAAAAAEI/Hvp32-ACM10/s1600-h/P9140049.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SsEXOtb0jBI/AAAAAAAAAEI/Hvp32-ACM10/s200/P9140049.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386612170793716754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Temple terbesar di Bangkok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, kota Bangkok hampir tidak beda jauh dengan kota Jakarta. Hanya mungkin lebih banyak temple-nya. Bahkan, stasiun  kereta api di Bangkok sama dengan stasiun kereta Jabotabek. Kesamaan yang lain adalah saat guide yang menemani saya yang bercerita bahwa Thailand tidak bisa maju karena banyak kasus korupsi. Dia memberi contoh salah satu kasus korupsi adalah polisi yang menilang pelanggar lalu lintas di jalan. Polisi di Thailand juga sering meminta "sidang di tempat" dengan bayaran tertentu. Sama kan dengan di Indonesia....he...he....he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SsEYaoDS4wI/AAAAAAAAAEQ/Y0yINPgVUuc/s1600-h/P9140045.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SsEYaoDS4wI/AAAAAAAAAEQ/Y0yINPgVUuc/s200/P9140045.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386613475018728194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kapal wisata di Bangkok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wisata di Bangkok tentu tidak akan lengkap tanpa wisata kuliner. Tom yam Soup......jadi tujuan utama saya. Karena waktu yang semakin malam dan takut terjebak macetnya Bangkok (yang katanya sama dengan macetnya Jakarta) kami memutuskan untuk kembali ke Bandara dan mencari Tom Yam di lingkungan bandara.  Setelah mencari-cari tempat makan yang pas dan memastikan bahwa Tom yam nya tidak mengandung babi, akhirnya kami menemukan tempat makan yang pas. Di bandara, rata-rata menu ditulis dalam bahasa thailand, jadi agak sulit memastikan itu mengandung babi atau tidak. Saya sendiri memilih Tom Yam dengan isi udang (ditulis dalam bahasa thailand), setelah memastikan gambar pada menu adalah gambar udang, tidak ada babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SsEb_7z1GDI/AAAAAAAAAEY/kSSWjdm7Qn8/s1600-h/P9100164.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SsEb_7z1GDI/AAAAAAAAAEY/kSSWjdm7Qn8/s200/P9100164.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386617414512613426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;naik t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ug-tug di Bangkok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan, kami bersiap-siap masuk ke ruang tunggu bandara kembali. Yang agak menyebalkan di Bandara Svarnabhumi mungkin adalah pemeriksaan imigrasinya. Kalo biasanya yang dilewatkan scanner di bandara hanya tas dan bawaan, ini semua bahan logam yang melekat di badan kita harus ikut dilewatkan di scanner. Mulai dari sepatu, ikat pinggang, bahkan bagi saya yang berjilbab, bros yang menempel di jilbab juga harus dilepas dan lewat scanner di bandara. wah benar2 merepotkan. Jadi kalo sudah lewat pemeriksaan imigrasi, saya malas untuk keluar lagi, malas karena harus copot ikat pinggang, copot bros, copot sepatu dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu jam 01.10 am, saya dan teman memanfaatkannya untuk sholat di mushola yang tersedia di Bandara. Mushola-nya lumayan bersih dan lebar. Karena badan yang capek, mata pun jadi mengantuk. Saya dan teman, yang tidak berniat tidur, malah ketiduran di mushola hingga menjelang jam 12 malam. Padahal kami harus boarding jam 12.30, sedangkan jarak dari mushola ke Gate tempat pesawat yang membawa kami ke London lumayan jauh juga. Hwa..hwa...dengan terkaget-kaget akibat bangun tidur, kami segera berlari ke gate 8, tempat pesawat Thai airlines, alhamdulillah, masih terkejar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 01.10, pesawat depart dari svarnabhumi menuju London-Heathrow. Kantuk saya semakin tidak tertahankan. Begitu pesawat berada di udara, saya langsung tertidur. Saat kru pesawat menawarkan makan malam, ambang kesadaran saya sudah berada pada titik nol. Mungkin itu kali pertama saya melewatkan makan malam yang menunya sebenarnya cukup menarik: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rice with Chicken Curry, salad, cheese cake with yoghourt&lt;/span&gt;......he...he....(menu itu juga baru saya ketahui setelah saya terbangun dari tidur dan membaca list menu dihadapan saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah catatan awal memulai perjalanan hidup di Nottingham.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-1581360193077804785?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/1581360193077804785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=1581360193077804785' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/1581360193077804785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/1581360193077804785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2009/09/bangkok-city-tour.html' title='Bangkok City Tour'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SsEXOtb0jBI/AAAAAAAAAEI/Hvp32-ACM10/s72-c/P9140049.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-3313729853939706620</id><published>2009-04-16T16:53:00.003+07:00</published><updated>2009-04-16T16:59:59.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Surat untuk Tuhan</title><content type='html'>Anak-anak selalu polos....&lt;br /&gt;Pun kalo mereka mengirim surat untuk Tuhan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/hapsari/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/hapsari/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;img alt="" src="http://i455.photobucket.com/albums/qq277/romexxx/910dbd02.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sambil menunggu hujan reda, sudah terjebak sejak 1 jam yang lalu&lt;/span&gt;*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-3313729853939706620?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/3313729853939706620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=3313729853939706620' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/3313729853939706620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/3313729853939706620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2009/04/surat-untuk-tuhan.html' title='Surat untuk Tuhan'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-11460208592030561</id><published>2009-03-23T11:31:00.003+07:00</published><updated>2009-03-23T11:40:35.612+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life Style'/><title type='text'>Jam Piket Organ Tubuh</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;LAMBUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam 07.00 - 09.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;LIMPA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam 09.00 - 11.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kurangi konsumsi gula, lemak,minyak dan protein hewani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;JANTUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam 11.00 - 13.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;HATI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam 13.00 - 15.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;PARU-PARU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam 15.00 - 17.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;GINJAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam 17.00 - 19.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam piket organ ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;LAMBUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam 19.00 - 21.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang sulit dicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;LIMPA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam 21.00 - 23.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;JANTUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam 23.00 - 01.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;HATI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam 01.00 - 03.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;PARU-PARU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam 03.00 - 05.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ paru-paru, apabila terjadi batuk, bersin-bersin dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;USUS BESAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam 05.00 - 07.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;buat temen-temen semua sayangilah tubuh anda perhatikanlah yang tersebut diatas...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;"Mari hidup sehat karena sehat adalah gaya hidup"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-11460208592030561?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/11460208592030561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=11460208592030561' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/11460208592030561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/11460208592030561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2009/03/jam-piket-organ-tubuh.html' title='Jam Piket Organ Tubuh'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-742283170090878580</id><published>2009-03-05T16:17:00.006+07:00</published><updated>2009-03-13T18:29:08.694+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Hari yang Aneh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;He...he...ini bukan reality show seperti yang ada di TV. Terus terang saya juga bingung mau kasih judul apa untuk posting ini, hari yang aneh, hari yang lucu atau hari yang serba kebetulan? Jadi ya sudah, kasih judul "hari yang aneh" saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pernah tidah anda ketemu dengan seseorang di suatu tempat, dan kemudian kemana pun anda pergi akan ketemu lagi...? Saya pernah mengalaminya. Kira-kira dua minggu yang lalu, hari minggu pula, saya ingin pergi ke Pusat Grosir Solo (PGS) di wilayah Gladak, Solo. Waktu itu sih sebenarnya tujuan saya hanya cari celana panjang warna hitam, Sayangnya yang saya cari modelnya sudah gak ada, yang ada sekarang adalah model celana pensil alias celana ketat yang membungkus kaki. Gak kebayang kan kalo saya sampai pake celana pensil. Yang ada kalo saya yang pakai,  jadinya celana spidol..............bukan celana pensil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena tanggung sudah sampai PGS, ya sudah, lihat2 ke toko lain. Kebetulan ada kaos-kaos big size yang berwarna cerah, Nah...pas saya sedang memilih-milih modelnya......saya pegang kaos yang warna orange...karena menurut saya warnanya paling bagus, Saat itu ada seorang ibu yang juga memegang kaos itu. Yah...bareng deh...Tapi gak masalah, kan stok-nya masih banyak. Dan si Ibu lalu mencoba kaos itu. Ibu itu bilang ke saya, "susah ya mbak kalo badan gede, jadi gak bisa milih model". Saya mau ikut mencoba, tapi saya kira Ibu tersebut cukup mewakili, kalo Ibu itu muat, mungkin saya juga muat. Ternyata kaos-nya hanya kelihatan besar saja, tapi potongannya gak bagus, jadi nempel banget di badan si Ibu itu. Saya jadi mengurungkan niat untuk membeli kaos itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya lalu pindah ke kios2 batik yang banyak di PGS, lihat2 aja sih...tidak ada target untuk membeli. Di salah satu toko, ada yang menjual kaos lengan panjang dengan model yang lucu2. Saya pun mendekat dan mulai memilih-milih. Waktu saya sedang memilih-milih...si Ibu yang tadi ketemu di toko sebelumnya juga datang ke toko itu. Ketemu lagi deh...., waktu saya pegang kaos yang warna pink, si Ibu bilang, "bagus ya mbak, modelnya,", saya hanya tersenyum. Wah kayaknya selera saya dengan si Ibu memang sama. Karena memang tidak berniat membeli dan hari sudah sore, saya memutuskan untuk pulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada waktu pulang, saya lewat swalayan Atria dan tiba2 muncul keinginan untuk beli lotek di warung tenda yang ada di swalayan Atria. Hari sudah sore...jadi tidak terlalu ramai diwarung tersebut. Saya memutuskan untuk makan lotek di warung itu, bukan di bungkus. Pada saat saya sedang menikmati lotek, tiba-tiba ada pengunjung yang memesan makanan, "Lotek 1, gado-gado1, gak pedes,". Saya melihat ke arah orang yang memesan tersebut, wah.......saya benar-benar terkejut, ternyata itu Ibu yang ketemu saya di PGS tadi dengan putrinya....!!!! Ibu itu juga sepertinya kaget melihat saya di sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/Sa-eN1jx6zI/AAAAAAAAADQ/uo5i2ixOM3s/s1600-h/serendipity.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/Sa-eN1jx6zI/AAAAAAAAADQ/uo5i2ixOM3s/s200/serendipity.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309636446245743410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semua sepertinya terjadi serba kebetulan. Waktu di PGS, berkali-kali ketemu si Ibu, saya masih maklum karena kemungkinan untuk bertemu lagi memang besar, namanya juga tempat umum.  Tapi waktu beli lotek di depan Atria...? Kok ya ketemu lagi, padahal Solo juga bukan kota yang kecil. Banyak tempat makan yang lain, banyak tempat jual lotek yang lain, lotek itu bisa dikunjungi kapan saja, tidak harus jam 3 sore....... Memang, semua serba kebetulan, seperti kejadian yang ada di film Serendipity.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bedanya, dalam hal ini saya ketemu si Ibu, kalo di film Serendipity ketemu dengan jodohnya. Satu hal yang memungkinkan kenapa saya selalu ketemu si Ibu adalah karena kami mungkin punya selera dan kebiasaan yang sama. Sayang ya...hanya ketemu Ibu itu...coba kalo itu cowok dan belum menikah.....pasti langsung saya lamar......pasti itu jodoh saya....... Will you marry me...? Wha...ha...ha...ha......ha.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-742283170090878580?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/742283170090878580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=742283170090878580' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/742283170090878580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/742283170090878580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2009/03/hari-yang-aneh.html' title='Hari yang Aneh'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/Sa-eN1jx6zI/AAAAAAAAADQ/uo5i2ixOM3s/s72-c/serendipity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-3822201040336271454</id><published>2009-03-02T14:33:00.004+07:00</published><updated>2009-03-02T15:04:16.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Sumpah Apoteker</title><content type='html'>Sabtu, 28 Februari kemarin, saya menghadiri upacara pengambilan sumpah apoteker baru.&lt;br /&gt;Ini merupakan acara rutin di fakultas kami, diadakan setiap semester, dan merupakan acara favorit bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa favorit? Karena bagi saya ini merupakan moment yang baik re-charge semangat setelah berhadapan dengan rutinititas harian. Pada acara sumpah ini, saya melihat banyak kebahagiaan terpancar dari wisudawan yang disumpah, orang tua wisudawan dan kerabatnya. Saya jadi ikut dapat merasakan bagaimana bahagianya orang tua wisudawan tersebut melihat anaknya dilantik jadi seorang apoteker, karena saya tahu pasti, setiap orang tua pasti mengorbankan apapun untuk kebahagiaan dan kesuksesan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk wisudawan dengan predikat "cum laude", oleh panitia sengaja diberi selempang biru terang dengan tulisan "cum laude". Saya selaku panitia juga mengatur agar nama-nama wisudawan dengan predikat cum laude disebut dan diminta berdiri pada laporan pertanggungjawaban akademik dari Wakil Dekan I. Duh...saya jadi ikut bisa merasakan bagaimana perasaan orang tua mereka saat nama anaknya disebut mendapatkan predikat "cum laude". "Lihat........anak kami adalah yang berdiri itu............dengan predikat cum laude.......", dengan bangga para orangtua menunjuk anaknya. Overall, in my perspective, semua wisudawan yang diambil sumpahnya pada hari itu adalah pemenang, karena mereka berhak disumpah setelah melalui serangkaian ujian, baik ujian akademis maupun ujian melawan rasa capek dan malas yang biasanya dimilki oleh siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat wisudawan mengucapkan lafal sumpah, saya yang sudah sekian tahun lalu dilantik jadi farmasis, seakan-akan diingatkan kembali akan janji yang pernah saya ucapkan. Ternyata tanggung jawab untuk memegang janji itu memang sangat berat. Dan ini adalah sumpah....yang kalo dilanggar tentu sangat berat hukumannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;LAFAL SUMPAH APOTEKER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-no-proof:yes;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1185559240; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:451302662 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(153, 51, 153); font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Demi Allah saya bersumpah bahwa :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm; color: rgb(153, 51, 153); font-family: verdana;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Saya akan membaktikan hidup saya guna      kepentingan perikemanusiaan terutama dalam bidang kesehatan ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang      saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai apoteker ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Sekalipun diancam, saya tidak akan      mempergunakan pengetahuan kefarmasian saya untuk sesuatu yang bertentangan      dengan hukum perikemanusiaan ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Saya akan menjalankan tugas saya dengan      sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan      kefarmasian ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam menunaikan kewajiban saya, saya akan      berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan      Keagamaan, Kebangsaan, Kesukuan, Politik Kepartaian, atau Kedudukan Sosial      ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Saya ikrarkan sumpah ini dengan      sungguh-sungguh dan penuh keinsyafan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(153, 51, 153); font-family: verdana;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TUHAN YANG MAHA ESA MELINDUNGI SAYA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(153, 51, 153); font-family: verdana;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(153, 51, 153); font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(153, 51, 153); font-family: georgia; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berat ya tanggung jawab sumpah ini....... Kemarin Pak Rektor yang ikut hadir di acara sumpah ini juga punya usul supaya isi sumpahnya dibuat lebih ringan sehingga tanggung jawabnya tidak terlalu berat. Boleh juga usulnya Pak Rektor...tapi nanti kalo dirubah bagaimana....................?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(153, 51, 153); font-family: georgia; font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(153, 51, 153); font-family: georgia; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sumpah apoteker ini merupakan akhir dari masa studi mahasiswa di fakultas farmasi, tapi tentunya bukan akhir dari semua perjuangan mereka. Saya, dan juga dosen-dosen yang lain, yang merasa menjadi orangtua mereka di fakultas, merasa bangga sudah berhasil mendidik mereka samai menjadi seorang farmasis. Tentunya kami juga berharap agar ilmu yang telah kami bekali ini dapat membawa manfaat tidak hanya bagi yang bersangkutan  tetapi juga seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(153, 51, 153); font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="PT-BR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(153, 51, 153); font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-3822201040336271454?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/3822201040336271454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=3822201040336271454' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/3822201040336271454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/3822201040336271454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2009/03/sumpah-apoteker.html' title='Sumpah Apoteker'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-4074094345588454925</id><published>2009-02-27T16:00:00.011+07:00</published><updated>2009-03-02T14:28:56.666+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life Style'/><title type='text'>Hurry Sickness</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/Sae4cacT4yI/AAAAAAAAADA/diuVzSsysEc/s1600-h/ManRunning.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/Sae4cacT4yI/AAAAAAAAADA/diuVzSsysEc/s200/ManRunning.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307413484153332514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SaexrCPR60I/AAAAAAAAACw/94hUGLeTVo0/s1600-h/ManRunning.jpg"&gt;Have you ever heard about "Hurry Sickness"? Saya kira banyak orang yang terjangkiti penyakit ini akhir-akhir ini. Informasi tentang penyakit ini pertama kali saya dapatkan dari bacaan di section Reading pada IELTS test. Saya jadi tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut. Jadi deh saya tanya Paman Google untuk informasi lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Hurry Sickness adalah&lt;br /&gt;"&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;malaise where a person feels chronically short of time, and so tends to perform every task faster and to get flustered when encountering any kind of delay"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah mengalami ini?&lt;br /&gt;Pada saat membaca bacaan mengenai hurry sickness ini, saya merasa menjadi pasien yang juga terjangkiti oleh penyakit ini. Selalu hidup terburu-buru, sepertinya waktu seolah-olah cepat sekali berlalu meskipun saya sudah berusaha bekerja dengan kecepatan penuh. Saya juga sering merasa tidak sabar kalo sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Semua itu memang ciri-ciri hurry sicness. Nah lo...sudah kena penyakit ini belum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SaexTCai4NI/AAAAAAAAACo/Wu10K6D7EwI/s1600-h/WomenPhone.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SaexTCai4NI/AAAAAAAAACo/Wu10K6D7EwI/s320/WomenPhone.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307405626503258322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut bacaan IELTS yang pernah saya baca, teknologi punya peranan yang penting terjangkit dan menyebarnya hurry sickness. Saat kita mengirim surat lewat e-mai dan tidak bisa terkitim dalam waktu 15 menit, pasti anda merasa sebeel sekali. Seakan-akan semuanya akan gagal kalo e-mail itu tidak bisa terkirim dalam waktu 15 menit. Padahal, dulu sebelum ada e-mail, kalo mengirim surat kita pakai apa? Pakai pos udara 'kan, yang waktu pengirimannya kurang lebih 3 hari sampai 7 hari. Tapi pada saat itu kita merasa baik-baik saja 'kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adanya handphone saya kira juga bisa memicu hurry sickness. Pasti anda merasa gak akan bisa mengerjakan apapun kalo HP ketinggalan. Apalagi setelah melihat call list atau sms yang masuk ke HP selama HP tersebut tertinggal. Wah...pasti merasa sudah kehilanagan berbagai info atau moment yang mungkin terkait dengan bisnis anda. Padahal dulu waktu belum ada HP, semua baik-baik saja, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/Saez2hiAYpI/AAAAAAAAAC4/2Jn_D4vqjj0/s1600-h/WomenHurry.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/Saez2hiAYpI/AAAAAAAAAC4/2Jn_D4vqjj0/s200/WomenHurry.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307408435174728338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut sumber bacaan IELTS yang pernah saya baca, persaingan yang semakin ketat dalam karier atau kehidupan juga akan memperparah penyakit ini. Kenapa kita merasa tidak nyaman jika e-mail yang akan kita kirim belum sampai dalam 5 menit? tentunya karena kita merasa akan ada orang lain yang akan merebut suatu kesempatan dari kita dan orang tersebut yang akan memenangkan persaingan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga mencari bagaimana terapi untuk hurry sickness ini. Ternyata cuma satu, cobalah untuk lebih slow down, karena hidup kita akan terasa sangat cepat jika kita mengerjakan semuanya dengan cepat. He..he...he...bagus juga ya tips-nya untuk menghilangkan hurry sicness. Bukankah hidup itu memang untuk dinikmati. However, I personally believe kalo kadang-kadang kita perlu terjangkiti juga penyakit hurry sickness, supaya kita punya semangat untuk mengejar sesuatu. Pada dasarnya saya sangat percaya bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin asal kita mau berusaha dan Allah meridhoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;When feel tired suffer from hurry sickness&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-4074094345588454925?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/4074094345588454925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=4074094345588454925' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4074094345588454925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/4074094345588454925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2009/02/hurry-sickness.html' title='Hurry Sickness'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/Sae4cacT4yI/AAAAAAAAADA/diuVzSsysEc/s72-c/ManRunning.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-6362931996914173418</id><published>2009-02-23T14:54:00.008+07:00</published><updated>2009-02-23T15:20:55.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Arti nama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SaJXUxfGxpI/AAAAAAAAACY/SltfAejqcCI/s1600-h/AnimalAlphabet33.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SaJXUxfGxpI/AAAAAAAAACY/SltfAejqcCI/s320/AnimalAlphabet33.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305899325388670610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;" What is in a name?" Apalah arti sebuah nama?"&lt;br /&gt;Mungkin sering ya kita dengar ungkapan seperti itu. Tapi bagi saya pribadi, nama itu sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama bisa menjadi do'a bagi yang bersangkutan. Nama juga membuat seseorang dikenal oleh orang lain. Seseorang yang dipanggil dengan namanya, merasa lebih dihargai daripada sekedar dipanggil "anda" atau "kamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng nih (boleh percaya boleh tidak), ternyata huruf penyusun nama kita juga ada maknanya lho.... Ini dapat dari milis yang saya ikuti (thanks untuk dr. Hando).&lt;br /&gt;Karena adanya kecenderungan sifat narsis dalam diri saya, maka saya coba mengartikan susunan huruf-huruf yang menyusun nama saya. Dan hasilnya....kayaknya....iya banget githu loh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini nih arti huruf-huruf penyusun nama saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANITA SUKMAWATI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;A &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(127, 0, 127);font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;=You can be very quiet when you have &lt;span style="border-bottom: medium none; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1235375687_1"&gt;something on your mind&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;N = &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(127, 0, 127);font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;You like to work, but you always want a  break.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;I = &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(127, 0, 127);font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;You are always smiling and making others smile.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;T = &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(127, 0, 127);font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;You have an attitude, a big one.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;A&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;S = &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(127, 0, 127);font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;You are very  broad-minded.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;U = &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(127, 0, 127);font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;You feel like you have to equal up to people's standards.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;K = &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(127, 0, 127);font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;You like to try new things.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;M = &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(127, 0, 127);font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;Success comes easily to you..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;A&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;W = &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(127, 0, 127);font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;You like your privacy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;A&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;T&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;font-family:lucida console,sans-serif;" &gt;I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wanna try it?&lt;br /&gt;Kindly refer to the instructions below....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 0, 127);"&gt;&lt;span&gt;Instructions : What you do is find out what each letter of your &lt;span&gt;name means&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Then connect all the meanings and it describes YOU. (Its TRUE) &amp;amp; (Is'nt it GRêT !!)&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 0, 127);"&gt;&lt;span&gt;If you have double or triple letters, just count &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 153, 0); font-weight: 400; color: rgb(0, 153, 0); font-style: normal; text-decoration: underline;font-family:Arial;" &gt;the meaning&lt;/span&gt; once.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;For Example : MARK&lt;br /&gt;M - Success comes easily to you.&lt;br /&gt;A - You can be very quiet when you have something on your mind.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;R - You are a &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(0, 153, 0); font-weight: 400; color: rgb(0, 153, 0); font-style: normal; text-decoration: underline;font-family:Arial;" &gt;social butterfly&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;K - You like to try new things..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="color: rgb(127, 0, 127);"&gt;CHECK YOUR &lt;strong&gt;&lt;u&gt;NAME MEANING&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; AND YOU WILL FIND THAT THIS IS TRUE........ ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A = You can be very quiet when you have something on your mind.&lt;br /&gt;B = You are always cautious when it comes to meeting newpeople.&lt;br /&gt;C = You definitely have a partier side in you, don't be shy to show it.&lt;br /&gt;D = You have trouble trusting people.&lt;br /&gt;E =You are a very exciting person.&lt;br /&gt;F = Everyone loves you.&lt;br /&gt;G = You have exce! Llent ways of viewing people.&lt;br /&gt;H =You are not judgmental.&lt;br /&gt;I =You are always smiling and making others smile.&lt;br /&gt;J =Jealously&lt;br /&gt;K =You like to try new things.&lt;br /&gt;L = Love is something you deeply believe in.&lt;br /&gt;M = Success comes easily to you..&lt;br /&gt;N = You like to work, but you always want a break.&lt;br /&gt;O = You are very open-minded.&lt;br /&gt;P =You are very friendly and understanding.&lt;br /&gt;Q = You are a hypocrite.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;R =You are a &lt;span&gt;social butterfly&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;S = You are very  broad-minded.&lt;br /&gt;T = You have an attitude, a big one.&lt;br /&gt;U = You feel like you have to equal up to people's standards.&lt;br /&gt;V = You have a very good physique and looks.&lt;br /&gt;W = You like your privacy.&lt;br /&gt;X = You never let people tell you w! Hat to do.&lt;br /&gt;Y = You cause a lot of trouble.&lt;br /&gt;Z = You're always fighting with someone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Ayoo...coba artikan nama masing-masing. Cocok gak....cocok gak....:-)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Posting iseng sambil nunggu waktu nguji skripsi&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-6362931996914173418?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/6362931996914173418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=6362931996914173418' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/6362931996914173418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/6362931996914173418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2009/02/arti-nama.html' title='Arti nama'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SaJXUxfGxpI/AAAAAAAAACY/SltfAejqcCI/s72-c/AnimalAlphabet33.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-5564472688303081955</id><published>2008-10-25T15:52:00.010+07:00</published><updated>2008-10-26T21:36:43.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life Style'/><title type='text'>Gaya Hidup Sehat</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ternyata tubuh manusia punya irama kehidupan tersendiri. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk gaya hidup yang lebih sehat, tentunya kita harus memperhatikan irama tubuh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;Malam hari pk 9 - 11: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah pembuangan zat- zat tidak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;berguna/beracun (de-toxin) dibagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; rumah tangga masih dalam kondisi yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;anak belajar, hal ini dapat berdampak&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; negatif bagi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SQLgnzHyaqI/AAAAAAAAACA/CoL5nZ8d5dM/s1600-h/relax.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 216px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SQLgnzHyaqI/AAAAAAAAACA/CoL5nZ8d5dM/s320/relax.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261014289064553122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;                                          Istirahat cukup.....baik untuk tubuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Malam hari pk 11 - dini Hari pk 1: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat proses de-toxin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Dini hari pk 1 - 3: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Proses de-toxin di bagian empedu, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;juga berlangsung dalam kondisi tidur.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini hari pk 3 - 5:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;De-toxin di bagian paru-paru. Sebab &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(de-toxin) telah mencapai saluran &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;idak merintangi proses pembuangan kotoran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold;"&gt;Pagi pk 5 - 7: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;De-toxin di bagian &lt;/span&gt;&lt;span class="yshortcuts"  style="font-family:verdana;"&gt;usus besar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, harus buang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;air di kamar kecil.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Pagi pk 7 - 9:&lt;br /&gt;Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kecil, harus makan pagi. Bagi&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tidak makan sama sekali.&lt;br /&gt;Tidur terlalu malam dan bangun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;erlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tidak berguna. Selain itu,dari tengah malam hingga pukul 4&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; memproduksi darah. Sebab itu, tidurlah yang nyenyak dan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; jangan terlalu sering begadang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:337.5pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\user\LOCALS~1\Temp\msohtml1\03\clip_image001.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:337.5pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\user\LOCALS~1\Temp\msohtml1\05\clip_image001.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk menjaga kesehatan hati yang merupakan organ pemetabolisme dalam tubuh, beberapa tips berikut bisa di perhatikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Tidak tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;2. Tidak makan yang berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;3. Biasakan makan pagi. Makan pagi akan menjaga kondisi tubuh lebih fit sepanjang hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SQR7OsUdYaI/AAAAAAAAACI/T-GhfOgZHQ8/s1600-h/breakfast-food.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 229px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SQR7OsUdYaI/AAAAAAAAACI/T-GhfOgZHQ8/s320/breakfast-food.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261465757020938658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Hmmmm.....delicious&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini&lt;br /&gt;juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya semua tips tersebut akan lebih baik jika diimbangi dengan olah raga yang cukup. Olahraga akan memacu seluruh proses yang ada dalam tubuh menjadi lebih lancar dan berimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);font-size:130%;" &gt;Mari biasakan hidup sehat karena SEHAT adalah GAYA HIDUP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-5564472688303081955?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/5564472688303081955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=5564472688303081955' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/5564472688303081955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/5564472688303081955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2008/10/gaya-hidup-sehat.html' title='Gaya Hidup Sehat'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SQLgnzHyaqI/AAAAAAAAACA/CoL5nZ8d5dM/s72-c/relax.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-3363700622033883608</id><published>2008-10-12T21:55:00.012+07:00</published><updated>2008-10-13T08:04:25.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>Lebaran ala Danar</title><content type='html'>Hallo, salam kenal. Namaku &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Danar Pandu Satwika&lt;/span&gt;. Aku sudah minta ijin pada Bulik Nita untuk ikut nge-blog disini. Tentu boleh dong,  aku 'kan keponakan Bulik Nita yang paling ngganteng.....Ini nih fotoku, supaya teman-teman lebih tau mengenai aku.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SPISHuMvVPI/AAAAAAAAABI/D0LAJftILkI/s1600-h/DSC01239.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SPISHuMvVPI/AAAAAAAAABI/D0LAJftILkI/s320/DSC01239.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256283638964638962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;OOps fotonya kedekatan ya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lebaran tahun ini merupakan lebaran pertama untukku, jadi memang berkesan sekali. Tahun lalu, aku masih di dalam perut Mama. Oleh karena itu, aku ingin membagi cerita kepada teman-teman tentang pengalaman lebaran pertamaku. Kata Bulik Nita, ini adalah lebaran tahun 1429 menurut tahun hijriyah (apa itu ya....?).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 27 September 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku berangkat dari Jakarta bersama Mama dan Papa dengan menggunakan pesawat. Setelah aku berangkat, Eyang Kakung dan Eyang Putri menyusul lewat jalan darat. Mereka akan mampir dulu di Solo untuk menjemput Bulik Nita.&lt;br /&gt;Ini pengalaman pertamaku naik pesawat. Alhamdulillah, semua berjalan baik. Sepanjang penerbangan aku tidur, jadi aku merasa semua baik-baik saja. Siang harinya aku sudah sampai di tempat Eyang Jaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ahad, 28 September 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku diantar Eyang Jaten ke Stasiun Balapan untuk naik kereta Sancaka ke Madiun. Ya, aku bersama Mama dan Papa akan pergi ke Ponorogo, ke tempat Mbah Buyut. Kami semua akan berkumpul disana pada lebaran nanti.&lt;br /&gt;Kata Mama, eyang kakung dan eyang putri sudah sampai di rumah Bulik Nita subuh tadi. Tapi mereka tidak bisa langsung menyusul ke Ponorogo hari ini juga, karena menunggu Paman Tiok dari Semarang. Mereka akan menuyusul besok Senin. Sampai jumpa hari senin di Ponorogo, aku kangen deh sama kalian.&lt;br /&gt;Tengah hari, aku sudah sampai di rumah mbah buyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Senin, 29 September 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku terbangun karena mendengar suara-suara di ruang tengah. O..O....ternyata Eyang kakung dan putri, Bulik Nita dan Paman Tiok sudah tiba dari Solo. Sudah jam 8 malam saat ini. Aku senang mereka datang, jadi banyak teman. Tapi Mama menyuruhku tidur lagi. Aku gak mau, mereka aja belum pada tidur, kok aku disuruh tidur. Aku juga ingin ngobrol2 dengan mereka.&lt;br /&gt;Malam ini aku tidur jam 12 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Selasa, 30 September 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari ini hari terakhir puasa. tadi pagi aku juga ikut sahur bersama mereka, tapi aku gak makan.&lt;br /&gt;Mama sudah menyiapkan stoples berisi kue di ruang tamu. Eyang putri dan Bulik Nita sedang memasak Opor dan Sambel goreng ati. Eyang kakung membuat ketupat. Aku dikasih ketupat sama eyang kakung, tapi ukurannya lebih kecil. Ya iya lah...secara aku memang masih kecil.&lt;br /&gt;Seharian tadi aku habiskan untuk berjalan-jalan di seputar rumah Mbah Buyut. Capek juga, karena rumah mbah buyut besar. Untungnya aku pakai baby walker yang jadi kendaraanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Rabu, 1 oktober 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran sudah tiba. Begini ternyata kalo lebaran, suara takbir dimana-mana. Aku sudah mandi sejak habis subuh tadi karena aku akan ikut Sholat Ied di lapangan. Mama memberiku baju koko yang baru.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SPIdkvHX6jI/AAAAAAAAABQ/-5S8W8qeEfg/s1600-h/DSC01253.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SPIdkvHX6jI/AAAAAAAAABQ/-5S8W8qeEfg/s320/DSC01253.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256296232054680114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Pakai baju koko....cakep kan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kami sekeluarga sholat Ied di lapangan. Kecuali aku tentunya. Di lapangan sudah ramai orang berdatangan. Aku ikut di barisan Mama. Makin lama ternyata matahari semakin terik. Untungnya aku bisa tertidur sehingga mama langsung menutupiku dengan selimut supaya tidak kena teriknya matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pulang dari sholat Ied, kami segera menyerbu ketupat opor dan sambel goreng ati. Setelah makan, kami saling bermaaf-maaf-an. Acara ini namanya sungkeman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SPIfniKX5CI/AAAAAAAAABY/O_wh7JX3cNg/s1600-h/DSC01263.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SPIfniKX5CI/AAAAAAAAABY/O_wh7JX3cNg/s320/DSC01263.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256298479140463650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sungkem ke Mbah Buyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jam 10, aku diajak Eyang kakung pergi ke Desa Jarak, tempat Eyang kakung kecil. Disana kami mengunjungi saudara-saudara Eyang kakung. Cuaca panas sekali, jadi aku penginnya minum terus. Aku minum air putih banyak sekali, sampai gumoh..... Aku jadi Danar Gelonggong deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat saudara eyang kakung banyak tanaman buah2an. Aku ikut memetik mangga disana.&lt;br /&gt;Menyenangkan sekali bisa memetik mangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SPItwFB6x1I/AAAAAAAAAB4/8B1arYgOLxQ/s1600-h/DSC01295.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SPItwFB6x1I/AAAAAAAAAB4/8B1arYgOLxQ/s320/DSC01295.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256314019101984594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nyolong...eh memetik mangga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aku juga dapat sangu lebaran dari saudara eyang kakung. Ada yang memberi uang, ada yang ngasih biskuit astor. He..he...aku kan cuma boleh makan bubur karena belum punya gigi.&lt;br /&gt;Tapi gak pa-pa deh....aku senang kok dengan pemberian ini. Aku merasa jadi orang, bukan orok lagi he...he..he...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari Desa Jarak, kami pulang lewat alun-alun. Ternyata masih sepi. Alun2 hanya ramai dimalam hari. Oke deh...nanti malam aku kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Kamis, 2 Oktober 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kami akan ke Solo, ke rumah Eyang Jaten. Banyak orang mengantarku ke tempat Eyang Jaten.&lt;br /&gt;Kami berangkat jam 9 Pagi. Tengah hari, sudah masuk daerah Solo. Sebelum ke Eyang Jaten, kami mampir ke rumah bulik Nita dulu. Leyeh-leyeh dan sholat. Aku juga sempat numpang tidur disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Bulik Nita ternyata masuk kategori rumah "mewah" alias mepet sawah he..he.. (jangan marah ya bulik). In general, jadi sangat menarik karena aku bisa melihat pemandangan hamparan sawah yang indah dengan cara hanya berdiri di belakang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rumah Bulik Nita, kami akan ke rumah De' Bayu. Bayu adalah sepupuku dari Papa. Usia bayu lebih tua dua bulan dari aku. Disana aku main bola dengan Bayu.&lt;br /&gt;Aku berani merebut bola dari Bayu, meskipun Bayu lebih tinggi dari aku. Kecil-kecil aku sudah pemberani lho....memanjat meja juga aku bisa.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SPIl1l11oLI/AAAAAAAAABo/aRsOp3MyvIU/s1600-h/DSC01313.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SPIl1l11oLI/AAAAAAAAABo/aRsOp3MyvIU/s320/DSC01313.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256305317716009138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini bolaku......Bayu beli lagi aja.......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari rumah Bayu, Kami langsung menuju rumah Eyang Jaten. Sampai disana aku langsung mandi karena udara sangat panas.&lt;br /&gt;Sore harinya, keluarga Ponorogo pulang. Aku tetap ditempat Eyang Jaten karena hari Minggu  besok aku akan pulang ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Jum'at, 3 Oktober 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku di rumah Eyang jaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Sabtu, 4 Oktober 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku berangkat ke Jogja siang ini. Mama, Papa dan Aku menginap di Jogja nanti malam karena besok pagi2 sekali pesawat yang membawa kami ke Jakarta akan berangkat.&lt;br /&gt;Di Jogja, aku sempat keliling kota naik becak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Minggu, 5 Oktober 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jam 7 pagi, pesawat yang membawa kami ke Jakarta  berangkat. Sebelum Dzuhur, aku sudah sampai rumah kembali. Bertemu lagi dengan mainan dan baby walker tersayangku. Dirumah masih sepi karena eyang kakung dan eyang putri masih di Ponorogo.&lt;br /&gt;Sore hari aku merasa BeTe. Aku pengin jalan-jalan terus seperti waktu lebaran. Untungnya papa mengerti keinginanku. Aku diajak jalan2 di depan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke teman2, sekian dulu pengalamanku selama lebaran ini. Dalam waktu satu minggu, aku berjalan-jalan ke beberapa tempat. Tentunya ini sangat menyenangkan bagiku yang baru pertama kali menikmati lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih banyak Bulik Nita yang sudah merelakan blognya untuk tulisanku.&lt;br /&gt;Lain waktu tentunya aku akan menulis lagi. Bye...bye.......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-3363700622033883608?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/3363700622033883608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=3363700622033883608' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/3363700622033883608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/3363700622033883608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2008/10/lebaran-ala-danar.html' title='Lebaran ala Danar'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SPISHuMvVPI/AAAAAAAAABI/D0LAJftILkI/s72-c/DSC01239.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-3961576429681909870</id><published>2008-06-28T22:45:00.002+07:00</published><updated>2008-06-28T22:53:35.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review buku'/><title type='text'>Sihir Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_Y9hSbtCMt0c/SGZeR5AkcjI/AAAAAAAAAA8/qmMGM_QJqfE/s1600-h/wizard2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_Y9hSbtCMt0c/SGZeR5AkcjI/AAAAAAAAAA8/qmMGM_QJqfE/s320/wizard2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216960879809294898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt; color: rgb(102, 51, 51); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kumpulan Cerpen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt; color: rgb(102, 51, 51); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Penulis: Intan Paramaditha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt; color: rgb(102, 51, 51); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Penerbit: Kata Kita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt; color: rgb(102, 51, 51); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; color: rgb(102, 51, 51); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;uku ini berisi 11 cerpen yang menceritakan perempuan dari sisi mistis. Jadi semua cerpen dalam buku ini berkaitan dengan hantu, darah, kegelapan, vampir dan pembunuhan. Jangan khawatir, &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;gaya &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;penceritaan di cerpen-cerpen ini bukan seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;gaya &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;penceritaan sinetron mistis religi yang sekarang banyak di tayangkan di tv, jadi tetap asyik untuk dibaca.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; color: rgb(102, 51, 51); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;Ada &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;beberapa cerita yang menurut saya berkesan pada kumpulan cerpen ini. Misalnya pada cerpen “Perempuan Buta tanpa Ibu Jari”. Cerita ini menghadirkan tokoh utama “Sindelarat”. Kisahnya memang mengadopsi dari cerita Cinderella yang sudah sering kita baca. Tapi penyelesaian cerita pada cerpen ini bukan seperti biasanya dan yang pasti melibatkan banyak darah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; color: rgb(102, 51, 51); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;                Ada &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;juga cerita tentang boneka porselen dalam “Sejak Porselen Berpipi Merah itu Pecah”. Cerita dalam cerpen ini mengingatkan saya pada cerita prajurit berkaki satu dan penari balet yang ada di kumpulan cerita HC Andersen. Penari balet digambarkan oleh boneka porselen. Boneka porselen ini justru tidak mau disandingkan dengan pengantinnya, boneka porselen Yin Yin lebih suka berada dalam peti yang gelap, karena dia suka kegelapan dan ingin bertemu kekasihnya dalam kegelapan yaitu setan (Huiiiii….sereeeem ‘&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;kan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; color: rgb(102, 51, 51); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;Cerita yang paling berkesan menurut saya adalah “Darah”. Yang membuat saya terkesan dengan cerita ini adalah mitos tentang adanya hantu perempuan pemakan darah. Saya pertama kali mendengar mitos itu saat saya SMP. Saat itu saya benar-benar percaya dengan cerita itu dan membuat saya jadi hati-hati berurusan dengan darah. Ternyata penulis cerpen ini juga punya cerita dengan mitos itu. Apa memang mitos itu selalu diceritakan pada setiap anak perempuan? Dan apakah mitos itu memang benar adanya? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; color: rgb(102, 51, 51); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;Buku ini saya temukan September lalu di Palasari. Dilihat dari cover-nya, buku ini didominasi warna gelap, kesannya sudah serem. Begitu saya membuka plastik pembungkusnya, kesan seremnya jadi bertambah. Kertas buku ini ternyata kertas buram dengan bau kertas yang menurut saya bisa menambah kesan seram. Untuk membuktikannya, silahkan baca sendiri buku ini. Pesan saya, jangan baca buku ini pada waktu anda sedang sendirian di rumah………………&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; color: rgb(102, 51, 51); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 51, 51);"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; color: rgb(102, 51, 51); text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;My theory is that people who don’t like mystery stories are anarchist”(Re&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;x Stout)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-3961576429681909870?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/3961576429681909870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=3961576429681909870' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/3961576429681909870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/3961576429681909870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2008/06/sihir-perempuan.html' title='Sihir Perempuan'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_Y9hSbtCMt0c/SGZeR5AkcjI/AAAAAAAAAA8/qmMGM_QJqfE/s72-c/wizard2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-5655852293794455885</id><published>2008-06-28T22:01:00.002+07:00</published><updated>2008-06-28T22:08:00.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review buku'/><title type='text'>Rico de Coro</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_Y9hSbtCMt0c/SGZTq9nokTI/AAAAAAAAAA0/A9xiutm8PoI/s1600-h/roach.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_Y9hSbtCMt0c/SGZTq9nokTI/AAAAAAAAAA0/A9xiutm8PoI/s320/roach.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216949215915708722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Judul Buku : Filosofi Kopi &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Penulis : Dewi Lestari &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Penerbit : Gagas Media&lt;br /&gt;Posting friendster blog: July 23, 2006&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;    &lt;p style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Dari semua kumpulan cepen dan prosa di buku &lt;em&gt;filosofi kopi&lt;/em&gt;, cerpen tentang ‘Rico de Coro’ inilah yang menurut saya paling OKE banget. Dee sangat dapat merangkai semuanya sehingga pembaca menganggap bahwa kerajaan kecoak itu ada dan berdampingan hidup dengan manusia. &lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Rico de Coro adalah seorang pangeran kecoak dari kerajaan kecoak yang menganggap diri mereka berbeda dengan kecoak got atau kecoak WC. Ibu Rico de Coro telah meninggal disemprot dengan baygon sesaat setelah dia meletakkan telurnya yang berisi Rico de Coro di bawah meja. &lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Bapak Rico de Coro yang bernama Hunter (Raja Kecoak) merasa bahwa mereka adalah kecoak yang berwawasan luas dan kuat. Hunter beranggapan demikian karena Hunter sendiri dibesarkan dibalik kotak TV yang dimiki keluarga Haryanto sehingga Hunter mengetahui perkembangan di luar sana. Rico de Coro jatuh hati pada Sarah, putri bungsu keluarga Haryanto. Menurut Rico, Sarah hampir tidak pernah mengusiknya dan bangsanya, karena saat melihat kecoak dari jarak 5 meter, sarah pasti sudah lari terbirit-birit. Berbeda dengan Tante, Oom Haryanto, Natalia, David dan pembantu di rumah itu yang selalu mengusik para kecoak dengan semprotan baygon. &lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Bahkan Rico de Coro pada akhirnya merelakan nyawanya untuk melindungi Sarah dari sengatan Tuan Absurdo, mutan kecoak hasil percobaan laboratorium yang dibawa Natalia dari sekolahnya.  Tuan Absurdo pun akhirnya mati setelah mengeluarkan racunnya yang sebenarnya di peruntukkan bagi David. Saat Rico masih dalam keadaan lemas akibat terkena sengatan Tuan Absurdo, harus merelakan tubuhnya hancur dan mengeluarkan cairan setelah dipukul berkali-kali oleh David menggunakan sandal karet. Tapi Rico de Coro tetap membawa cintanya untuk Sarah, putri keluarga Haryanto. &lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Membaca cerpen itu saya jadi ingat waktu saya kecil. Dulu saya memiliki kucing bernama Betty. Saat itu saya juga beranggapan bahwa kucing juga memiliki kehidupan seperti manusia, mereka juga punya perasaan, termasuk ketika Betty punya anak dan harus menyelamatkan anak-anaknya dari terkaman suaminya yang saya beri nama Bartom. Kisah yang saya buat sendiri itu saya ceritakan kepada orang-orang di rumah termasuk kepada adik saya yang saat itu belum mengerti apa-apa. Saat saya SMA dan tidak terlalu memikirkan tentang kisah-kisah hewan di sekitar saya, ternyata adik saya punya hobi yang sama dengan saya. Adik saya menganggap cicak yang ada di kamar mandi kami (dia beri nama cicak itu Henry), memiliki kisah tersendiri. Menurutnya, Henry adalah cicak yang berbeda sifatnya dari cicak kebanyakan (lebih pintar) dan Henry juga punya perasaan. Mungkin cerpen Dee tentang Rico de Coro ini juga merupakan khayalan Dee waktu kecil tentang kecoak-kecoak yang memang hidup berdampingan dengan manusia. &lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Untuk cerpen dan prosa lainnya pada buku Filosofi Kopi (134 halaman) memang lumayan bagus sih (baca sendiri ya…..). Tapi memang cerpen Rico de Coro ini menurut saya tetap yang terbaik pada buku itu. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-5655852293794455885?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/5655852293794455885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=5655852293794455885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/5655852293794455885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/5655852293794455885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2008/06/rico-de-coro.html' title='Rico de Coro'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_Y9hSbtCMt0c/SGZTq9nokTI/AAAAAAAAAA0/A9xiutm8PoI/s72-c/roach.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5280090898358465949.post-2437370037597060138</id><published>2008-06-28T21:35:00.000+07:00</published><updated>2008-06-28T21:41:04.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review buku'/><title type='text'>Clinical Pharmacokinetics: Pocket Reference</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span face="Trebuchet MS, sans-serif"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Editor: John E Murphy, Pharm.D&lt;br /&gt;American Society of Health System Pharmacists, 2005.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Posting friendster blog : June 20, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sangat membantu untuk panduan monitoring penggunaan obat sehingga sangat berguna untuk dibaca oleh teman-teman farmasis maupun non farmasis. Meskipun farmasi terbagi dalam berbagai bidang (tehnologi, kimia farmasi, mikrobiologi, fitokimia, clinical dll) pada dasarnya tujuan akhirnya adalah untuk keberhasilan terapi dan menekan biaya pengobatan sehingga dapat meningkatkan ‘quality of life” dari pasien (masih ingat prinsip ini ‘kan?...). Untuk teman-teman non farmasi perlu juga membaca buku ini, karena di buku ini anda dapat mengetahui apakah terapi yang anda dapatkan sudah cukup rasional baik dari segi jenis obat dan penyesuaian dosis pada setiap individu yang berbeda, karena sering dijumpai beberapa kasus terapi yang tidak rasional karena tidak disesuaikan dengan kondisi pasien. Pasien biasanya tidak banyak yang tahu dan ini memang disengaja oleh pihak medis yang merawatnya, jadi kalo anda mendapatkan terapi yang tidak rasional , mari tuntut hak anda agar mendapatkan terapi yang baik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab awal buku ini memberikan review singkat tentang nasib obat dalam tubuh secara umum, termasuk dengan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi disposisi obat dari dalam tubuh seperti volume distribusi, ikatan obat dengan protein, metabolisme dan interaksi obat. Pada buku ini juga dijelaskan cara penyesuaian dosis obat untuk keadaan-keadaan tertentu misalnya gagal ginjal, sirosis hati, pasien anak-anak dan manula dll. Penjelasan yang diberikan hanya singkat sekali karena sifatnya hanya review, tetapi cukup mencakup faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam “dosage adjustment”.   Penjelasan untuk tiap-tiap obat dibagi dalam tiap bab tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat yang tercakup dalam buku ini cukup lengkap, mulai dari obat yang sudah kita kenal cukup lama sampai obat yang “lumayan baru” (baru untuk 10 th yang lalu he3x, alias gak baru banget) seperti tacrolimus, sirolimus sudah ada penjelasannya dibuku ini. Penjelasan untuk tiap obat mencakup absorpsi, distribusi, metabolisme, ekresi, dan interaksi obat. Dengan adanya penjelasan mengenai nasib obat dalam tubuh pada buku ini, setidaknya kita bisa memperkirakan sistem penghantaran obat yang tepat agar terapi obat tersebut menjadi efektif dan efisien (sangat membantu bagi teman2 farmasis).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, meskipun judul bukunya “Pocket Reference” ternyata ukurannya bukan pocket (ukurannya ½ halaman A4) dan tebalnya 509 halaman (kira2 pocket-nya harus sebesar apa ya….) jadi lumayan berat juga untuk dibawa-bawa. Kekurangan lainnya, mungkin bahasa yang digunakan kurang begitu ‘gaul’ untuk dibaca oleh teman-teman yang non farmasis, jadi mungkin tidak menarik untuk dibaca jika bukan farmasis. Sebenarnya buku seperti ini harus dibuat lebih gaul agar masyarakat umum tahu lebih banyak tentang terapi obat dan agar pasien lebih tahu tentang terapi yang didapatkannya. Untuk mewujudkan hal ini, ada yang mau membantu saya…………………???&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span face="Trebuchet MS, sans-serif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5280090898358465949-2437370037597060138?l=nita-sukma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nita-sukma.blogspot.com/feeds/2437370037597060138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5280090898358465949&amp;postID=2437370037597060138' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/2437370037597060138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5280090898358465949/posts/default/2437370037597060138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nita-sukma.blogspot.com/2008/06/clinical-pharmacokinetics-pocket.html' title='Clinical Pharmacokinetics: Pocket Reference'/><author><name>Anita Sukmawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00248456406611376054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y9hSbtCMt0c/SgGYAotOenI/AAAAAAAAADo/StVn5KCSM9s/S220/Nita.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
