Thursday, January 30, 2014
Tulisan-Tulisan Thesis
Sunday, December 15, 2013
Kilas Jalan Menuju PhD
Saturday, July 14, 2012
Ulang Tahun dan Procrastination
Sepertinya tidak banyak yang saya kerjakan hari ini. Hanya merawat sel-sel peliharaan, mengganti media, membuat media baru, membuat feeder layer untuk stok minggu depan. Semua pekerjaan itu adalah pekerjaan rutin bagi saya yang bisa saya lakukan secara otomatis, ibaratnya, tanpa perlu berpikir lagi.
Jadi merasa bersalah karena saya merasa tidak banyak yang bisa saya kerjakan. Target "menata puzzle" juga tidak selesai hari ini. Menata puzzle ini pekerjaan baru bagi saya yang lumayan menyita waktu. Memang hari ini saya merasa kurang motivasi untuk mengerjakan "penataan puzzle" ini. Alasan pertama adalah hari ini Jum'at, hari menjelang weekend, aroma weekend sudah mulai terasa. Kedua, hari ini mendung, sehingga bawaannya mengantuk terus. Yang ketiga, hari ini hari lahir saya....Ulang Tahun...yayyyy..!!!
Pagi ini, setelah pesta lumpia dan batagor dengan teman-teman satu kantor, saya langsung masuk lab untuk mengerjakan pekerjaan rutin merawat sel. Jam 10.30, semua sudah selesai, waktunya minum kopi. Waktu mengambil air panas di common room, saya berpapasan dengan salah seorang teman satu group. "Why you are still here?" dia bertanya dengan nada heran. Saya yang ditanya lebih heran lagi, "What's wrong?". "Today is your birthday, go home and enjoy your life," katanya. Hehehe....saya hanya tertawa.
Sempat kepikiran juga mau pulang cepat, tapi, begitu ingat banyak data yang belum diolah, niat itu saya urungkan. Eh, tapi ini 'kan hari ulang tahun, masa' ulang tahun masih mengolah data juga. Akhirnya, niat procrastination*) itu tambah menguat setelah salah seorang Post Doc yang satu ruang dengan saya bilang..."you 're still sitting there. It's your birthday!". Okay deh kakak.....ternyata banyak yang mendukung niat saya untuk procrastinate.
I am going home.....Relax, today is my birthday...:))
Jadi ingat tulisan yang saya dapat dari postingan milis ke milis sekitar tahun 2004-2006. Siapa penulis aslinya, saya kurang tahu. Yang jelas, alasan dibawah ini mengurangi rasa bersalah saya.
"Jika saya lihat dari hitungan hari (baca: alasan) ini, sebenarnya bukan salah sang mahasiswa bila ia tidak lulus ujian, karena belajar pun ia tidak sempat…
Tahukah anda, setahun itu hanya terdapat 365 hari yang kita tahu sebagai tahun akademik siswa…
Mari kita hitung!
Hari Minggu
52 hari dalam setahun. Anda pasti tahu bahwa hari minggu itu adalah hari istirahat. Hari tersisa tinggal 313.
Hari Libur (Nasional maupun internasional)
Kurang lebih terdapat 13 hari libur dalam setahun, misalnya tahun baru, natal, dsb… Hari tersisa tinggal 300.
Libur Kuliah
Jelas semua mahasiswa akan libur dan tidak akan kuliah. Biasanya sekitar 2 bulan lebih, anggaplah sekitar 60 hari. Hari tersisa tinggal 240.
Tidur Yang paling baik adalah 8 jam sehari untuk kesehatan, jadi 120 hari terpakai. Hari tersisa tinggal 120.
Beribadah
Paling tidak 1 sampai 2 jam perhari kita beribadah, kita alokasikan 25 hari dalam setahun. Hari tersisa tinggal 95.
Bermain
Hal yang paling baik untuk kesegaran dan kesehatan adalah bermain. Paling tidak memerlukan 1 jam sehari. Terpakai lagi 15 hari. Hari tersisa tinggal 80.
Makan
Sekurang-kurangnya selama satu hari kita habiskan 2 jam untuk makan atau minum, hilang lagi 30 hari. Hari tersisa tinggal 50
Berbicara
Jangan lupakan, bahwa manusia adalah mahluk sosial yang butuh berinteraksi dengan orang lain. Kita ambil 1 jam perhari untuk berbicara. 15 hari terpakai lagi. Hari tersisa tinggal 35.
Sakit
Kitapun bisa sakit, baik ringan maupun berat. Itupun `kalau’ sakit, paling tidak 5 hari dalam setahun sudah cukup mewakili. Hari tersisa tinggal 30.
Ujian
Ujian itu sendiri biasanya dilaksanakan selama 2 minggu per semester. Berarti, 24 hari sudah teralokasi untuk ujian. Hari tersisa tinggal 6.
Refreshing
Untuk menyegarkan pikiran, refreshing itu perlu. Nonton dan jalan-jalan paling tidak menghabiskan waktu 5 hari dalam setahun. Hari tersisa tinggal 1.
Satu hari yang sisa itu khan HARI ULANG TAHUN….!!!
Masa’ harus belajar, sih?"
Wednesday, March 07, 2012
Cangkir yang Hilang (Missing Cups)
Ketika membaca artikel tentang "Teaspoon Study" saya benar-benar dibuat kagum dengan ide sang peneliti untuk menelusuri tentang kecepatan hilangnya sendok teh disebuah lembaga penelitian di Australia. Selain menarik, bahasan tentang penelitian ini juga menggelitik. Saking menariknya penelitian ini, saya tertarik untuk membahas penelitian itu di blog ini, silahkan klik disini untuk melihat review artikel ala saya....:-))
Dan ternyata, bukan hanya benda kecil sejenis teaspoon (sendok teh) saja yang mudah menghilang dan sulit ditelusuri keberadaannya. Benda seperti cangkir atau mug pun ternyata mudah menghilang. Ini terjadi di Universitas tempat saya belajar. Padahal, jika dibandingkan secara fisik dengan teaspoon, cangkir ukurannya jauh lebih besar. Dengan ukuran yang lebih besar ini, sepertinya kemungkinan para cangkir untuk terselip atau secara tidak sengaja terbawa pulang, rasanya juga kecil.Tapi tidak demikian kenyataannya.
Minggu lalu, saya menerima e-mail dari pengurus Engineering and Science Graduate Centre (ESGC). Berikut isi e-mail nya:
Saat menerima e-mail ini, saya langsung teringat dengan artikel Teaspoon study, dan otomatis tertawa terpingkal-pingkal membaca e-mail ini. Kelihatannya, hilangnya cangkir ini juga bisa jadi topik menarik untuk diteliti. Kemana kira-kira perginya para cangkir ini? Apakah ada Mugnoid Planet yang sekiranya menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi para cangkir? Berapa kecepatan hilangnya cangkir-cangkir ini dalam sebulan? Perlukah satelit pelacak untuk mengetahui keberadaan para cangkir ini?
Untungnya, cangkir saya masih utuh tetap berada diatas meja. Sepertinya tidak ada niatan dari cangkir milik saya untuk hijrah ke Mugnoid Planet. Tapi, siapa yang tahu isi hati sebuah cangkir? Yang saya tahu hanya isi Cangkir, kadang berisi kopi, kadang berisi air putih, kadang juga berisi air putih yang bercampur dengan bekas kopi...hehehe.....
*thinking about spoonoid life and mugnoid life out-there*
Nottingham, March 2012
Saturday, November 26, 2011
Suka dan Tidak Suka
Saturday, June 18, 2011
Moving
View Larger Map
Sunday, February 06, 2011
Antara Zona Nyaman dan Tidak Nyaman

Wednesday, November 10, 2010
Si Mbah itu.......
Wednesday, August 25, 2010
Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia
Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?" "Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang".
Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.
Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.
Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah itu Tuhan?" "O, itu," kata Tuhan, "itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni."
Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? "
Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I put in the government." (tunggu sampai Saya menaruh 'idiot2' di pemerintahannya)
(Copy paste dari milis tetangga)



